Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Fenomena Bunuh Diri dan Kondisi Ngala’a Gorontalo

Editor by Editor
31 Jul 2023 19:29
in Universitas Negeri Gorontalo

Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A, Direktur Pusat Inovasi Universitas Negeri Gorontalo.

PROSESNEWS.ID – Hingga semalam, angka kasus bunuh diri di bulan Juli adalah yang tertinggi selama tahun 2023 yakni sebanyak 6 kasus. Sebelumnya, pada Januari ada 3 kasus, 4 kasus di bulan Februari, Maret 1 kasus, April 4 kasus, Mei 4 kasus, Juni 3 kasus.

Dari semenjak awal, kasus bunuh diri bagian sebagian kelompok menjadi lelucon tapi akhir-akhir ini baru terasa mulai ada kepanikan. Ada pula upaya-upaya beberapa kelompok untuk berkontribusi dalam pencegahan seperti edaran khutbah Jum’at yang dikeluarkan oleh Kemenag dan diperkuat oleh Penjabat Gubernur, ada upaya untuk menelurkan gagasan fikh pencegahan bunuh diri yang diinisiasi Pondok Pesantren Salafi Safiiyah, Gusdurian dan PIU UNG. Hingga upaya himbauan dari berbagai asosiasi profesi baik psikolog dan sebagainya.

Termasuk mulai banyak beredar selebaran mengenai larangan mempublikasikan foto dan video pelaku bunuh diri oleh berbagai lembaga. Pada tahap sebagai upaya meminimalisir, saya sepakat. Tetapi bahwa itu akan mengurangi pertambahan angka kasus bunuh diri? Saya kira tidak sesederhana itu. Bahwa ada peran media massa dan media sosial yang memicu saya kira ada benarnya, tapi hanya sekedar pemicu.

Seperti Covid-19, seseorang akan “berpotensi” terjangkit virus, tetapi potensi itu akan semakin cepat penularannya jika ada interaksi dengan yang telah terjangkit. Tetapi seseorang yang berinteraksi tidak serta merta dia akan terjangkit. Bisa jadi dia memiliki kontak erat, tapi karena kekebalan tubuh yang kuat maka bisa jadi tidak masuk dalam kategori suspek atau terkonfirmasi positif Covid. Seseorang akan berstatus suspek atau konfirmasi positif jika memang kekebalan tubuhnya lemah dan bahkan ia memiliki penyakit penyerta hingga ia harus rawat inap atau mengalami kematian.

Demikian pula pada fenomena bunuh diri di Gorontalo. Bunuh diri di Gorontalo telah menjadi peristiwa, semacam contagion kalau kita mengingat istilah yang digunakan ketika pandemi beberapa tahun silam.

Pertanyaannya, kenapa sedemikian cepat angka pertumbuhan kasus? Saya kira ada beberapa sebab ; Pertama, bahwa yang telah memiliki gejala atau katakanlah “niat” itu sudah banyak di Gorontalo. Data dari studi yang dilakukan oleh Emotional Health for All Foundation (EHFA), Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa Gorontalo adalah Povinsi dengan tingkat percobaan bunuh diri kedua tertinggi di Indonesia setelah Sulawesi Barat pada urutan pertama, lalu diikuti Bengkulu, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Data tersebut menunjukkan bahwa sebelum fenomena “contagion” tahun ini, sebelumnya Gorontalo telah memiliki “banyak potensi” karena masuk peringkat dua untuk percobaan bunuh diri. Bisa saja berarti bahwa apa yang terjadi hari ini, dalam tujuh bulan terakhir ini, adalah “potensi terpendam” di beberapa tahun terakhir.

Kedua, tahun 2022, BPS merilis data mengenai indeks kebahagiaan, Gorontalo berada pada peringkat 7 pada provinsi di indeks kebahagiaan tertinggi. Dari data itu menyebutkan kalau Gorontalo memiliki kekerabatan yang kuat yang menjadi fondasi dari kebahagiaan itu. Tetapi kalau kita melihat data kasus bunuh diri, bisa disimpulkan bahwa kekerabatan atau Ngala’a di Gorontalo sedang “tidak baik-baik saja”. Mengapa? Sebab, dalam struktur Ngala’a, “mestinya” semua anggota dalam Ngala’a “mo’otawa” atau saling kenal, tahu, paham dan mengerti. Setiap tetua/sesepuh atau yang paling senior dalam struktur tahu kondisi tiap anggota, baik di lingkup terbesar maupun sampai terkecil. Kondisi Ngala’a Gorontalo yang cenderung “sedang tidak baik” ini bisa jadi akibat karena faktor interaksi yang menurun antar anggota dalam satu grup, aktor/sesepuh pada masing-masing grup yang tidak lagi dapat mengontrol atau memonitor sepenuhnya kondisi setiap anggota, tingkat literasi setiap anggota dalam grup yang berbeda dan bahkan yang memiliki literasi rendah malah diabaikan serta yang diutamakan hanya yang memiliki literasi tinggi (o sikola, motota, dsbg), serta banyak faktor lainnya. Tentu data dari BPS perlu riset lanjutan yang mendalam khususnya riset sosio-antropologis mengenai kebahagiaan.

Ketiga, pengaruh media saya kira hanya pemicu, bukan faktor utama, karena setiap pelaku bunuh diri telah memiliki riwayat “penyerta” (jika kita menggunakan istilah dalam Covid untuk mengkategorikan seseorang itu harus rawat inap.atau mengalami kematian). Penyerta yang dimaksud bisa saja pengaruh pendidikan, ekonomi dan sosial-budaya, hingga kemudian terinspirasi untuk “mencukupkan” usia. Ada beberapa yang mengatakan melalui flyer bahwa “bunuh diri bukan solusi”, tapi bagi pelaku ; “bunuh diri adalah solusi”, sebab pada kondisi yang ia alami, sudah tidak ada lagi solusi atas masalah dan penderitaan yang ia alami. Apalagi dalam lingkungan yang dimana dia terisolasi, hidup sendiri dalam keramaian.

Terkait dengan lingkungan sosial, saya kira fenomena ini menjadi penting untuk merefleksikan secara cepat tentang kondisi Ngala’a kita semua. Sebab dalam kekerabatan Gorontalo yang memiliki banyak “kearifan” lokal, tetapi disodori fakta mengenai fenomena bunuh diri yang semakin lama semakin naik angkanya.

Dalam kekerabatan Gorontalo, ada praktik seperti bilohe, dudula, tolianga, depita dan banyak praktik luhur lainnya, tapi akhir-akhir ini mulai kurang dipraktikkan. Padahal dengan praktik itu, “diyaa ta odungohe hisusawa”, “hipolanga”, “papateya” dan banyak ragam masalah domestik lainnya, karena semua diselesaikan dalam lingkaran kekerabatan masing-masing. Yang domestik dan privat jika tidak bisa diselesaikan secara domestik dan privat akan diambil alih serta menjadi urusan “publik” Ngala’a. Seperti contoh terjadi “papateya”, sesepuh-sesepuh otomatis akan mencari “titik temu” dengan mengidentifikasi “walao lita”, “pam wolo”, “mali wololo molo humbuta to Ngala’a” dan sebagainya, sehingga akan bermuara pada “mali keluarga ta papateya wolemu botiye”.

Demikian pula dalam masalah-masalah ekstrem seperti polango yang akan diselesaikan dengan depita, papateya dengan dudula. Ngongoto dengan bilohe serta banyak praktik-praktik lain.

Nah, praktik-praktik ini yang cenderung mulai ditinggalkan, bahkan dalam beberapa kelompok cenderung elitis misalnya interaksi antar keluarga melalui arisan, walaupun niatnya baik untuk silaturrahmi, tapi bagi anggota keluarga yang banyak memiliki kekurangan seperti pakaian yang pantas, kenderaan termasuk uang untuk arisan, praktik ini malah menjadi pemisah soliditas kekerabatan.

Dalam kasus bunuh diri (perlu riset mendalam), kemungkinan besar pelaku adalah yang terisolir dari Ngala’a. Masalah privat dan domestiknya tidak terbantukan atau dibantu oleh anggota grup. Karena jika interaksinya tinggi dengan Ngala’a, akan sulit seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Belum ditambah dalam Ngala’a tersebut tidak memiliki sosok sesepuh (aktor) yang menjadi tokoh mengkonsolidasikan semua anggota.

Karenanya, fenomena yang “sedang berlangsung” ini, mesti dipotret dari banyak sisi, misalnya sisi sosio-antropologis seperti yang saya kemukakan diatas, yang masih memerlukan banyak pendalaman. Kajian terkait kebijakan, politik, narasi agama, ekonomi hingga psikologi sangat penting pula. Karena fenomena bunuh diri adalah fenomena yang tidak berdiri sendiri faktornya, ada banyak faktor melingkupinya.

Tags: Bunuh DiriFunco TanipuProvinsi Gorontalo
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Wagub Ingatkan Anggota PAW DPRD Jaga Integritas dan Amanah Rakyat

by Editor
27 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo melaksanakan rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji Anggota Pengganti Antarwaktu (PAW)...

Edukasi Gizi Diperkuat Sinergi Orang Tua dan Program MBG di Sekolah

by Editor
27 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID - Pemerintah Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menyukseskan edukasi gizi bagi peserta didik. Hal ini mengemuka...

Suasana Pimpinan OPD saat memenuhi panggilan Gubernur Gorontalo di Rujab (7/1/2025)

Gubernur Gorontalo Panggil Pimpinan OPD, Bahas Evaluasi dan Penguatan Kinerja

by Editor
8 Jan 2026
0

Suasana Sejumlah Pimpinan OPD saat memenuhi panggilan Gubernur Gorontalo di Rujab (7/1/2025) PROSESNEWS.ID - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memanggil sejumlah...

Anggota Deprov Gorontalo, Erwin Ismail, berbaur dengan warga saat pasar murah berlangsung

Kali Kedua Gelar Pasar Murah, Warga: Pak Erwin Ismail Tahu Masalah Rakyatnya

by Editor
9 Des 2025
0

Anggota Deprov Gorontalo, Erwin Ismail, berbaur dengan warga saat pasar murah berlangsung PROSESNEWS.ID - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail,...

GHM 2025 Tetap Dilaksanakan, Gubernur Pastikan Rute Tak Berubah

by Editor
26 Nov 2025
0

PROSESNEWS.ID - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 7...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Pemprov Gorontalo

Gubernur Gorontalo Konsultasikan Revitalisasi Sport Center Limboto untuk Dukung PENAS XVII

by Editor
4 Feb 2026
0

PROSESNEWS.ID - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat guna menyukseskan pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS)...

Gubernur Gorontalo Minta Dukungan Transportasi untuk Sukseskan PENAS XVII

4 Feb 2026
Kunjungan Pemerintah Kotamobagu ke Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Foto Humas kominfo

Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkot Kotamobagu Kunjungi Kementrian Pariwisata RI

3 Feb 2026

Rusli Nusi Dorong Penguatan Kapasitas Guru di Provinsi Gorontalo

26 Jun 2023

Gubernur Gorontalo Dorong Realisasi Embarkasi Haji Penuh di Bandara Djalaluddin

4 Feb 2026

Menhub Pastikan Tol Laut Ternak Tetap Layani Rute Kwandang pada 2026

4 Feb 2026

TERBARU

Pemkot Kotamobagu Bakal Lelang Kendis Tahap II

4 Feb 2026

Pengembangan Mata Air Momala Diproyeksikan Dukung Penurunan Stunting

4 Feb 2026

UNG Gelar Rapat Kerja Universitas 2026, Perkuat Keselarasan Program dan Target Kinerja

4 Feb 2026

Gubernur Gorontalo Konsultasikan Revitalisasi Sport Center Limboto untuk Dukung PENAS XVII

4 Feb 2026

Gubernur Gorontalo Minta Dukungan Transportasi untuk Sukseskan PENAS XVII

4 Feb 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.