
PROSESNEWS.ID – Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menghadiri prosesi adat Tonggeyamo dalam rangka penentuan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di rumah dinas Wali Kota Gorontalo, Rabu (18/2/2026).
Prosesi Tonggeyamo merupakan tradisi adat Gorontalo yang dilaksanakan setiap menjelang penetapan awal Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penantian hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Irwan menyampaikan bahwa berdasarkan pengumuman resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, hasil pemantauan hilal di 96 titik di seluruh Indonesia belum menunjukkan adanya hilal yang terlihat.
“Dari 96 titik pemantauan, belum ada yang berhasil melihat hilal. Secara perhitungan, ketinggian yang seharusnya mencapai 3 persen, yang terlihat hanya sekitar 0,2 persen,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil sidang isbat yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, maka 1 Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Irwan juga menanggapi adanya perbedaan penetapan awal Ramadan oleh sejumlah pihak. Ia mengimbau agar masyarakat tidak memperdebatkan perbedaan tersebut dan tetap menjaga persatuan.
“Perbedaan-perbedaan yang sudah lebih dulu ada tidak perlu diperdebatkan. Kita sebagai masyarakat mengikuti pemerintah,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh umat Muslim untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
“Mari di bulan Ramadan ini, semoga kita diberkahi, dipanjangkan umur, dan dihapuskan segala dosa-dosa kita semua,” pungkasnya.












