Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa Hukum

Kasus Perundungan Kembali Coreng Institusi Pendidikan di Gorontalo, Ibu Korban Ungkap Kronologi

Editor by Editor
26 Jan 2026 19:41
in Hukum, Peristiwa

PROSESNEWS.ID – Kasus perundungan fisik kembali mencoreng dunia pendidikan di Gorontalo. Seorang siswi kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Gorontalo kini mengalami trauma berat usai diduga dikeroyok oleh tiga remaja perempuan.

Insiden ini dipicu dari masalah asmara antar siswi, usai perundungan tersebut korban yang dikenal pendiam itu enggan kembali ke sekolah.

Menurut penuturan ibu korban, kisah memilukan ini bermula pada Senin malam, sekitar pukul 18.30 Wita. Korban meminta izin kepada ibunya, HD, untuk pergi ke rumah seorang teman menggunakan ojek online.

Tanpa rasa curiga sedikit pun, HD memberikan izin. Pasalnya, putrinya dikenal sebagai anak yang tertutup (introvert), penurut, dan tidak pernah terlibat masalah kenakalan remaja.

“Dia bilang hanya mau kumpul sebentar. Saya sempat tanya detailnya, dan karena saya tahu anak saya tidak pernah aneh-aneh, maka saya izinkan,” ujar HD, Sabtu (24/1/2026).

Namun, pertemuan yang dikira sekedar kumpul biasa itu ternyata adalah jebakan. Setibanya di lokasi, korban sudah ditunggu oleh tiga remaja perempuan—satu teman sekelasnya yang menjadi inisiator, dan dua siswi dari kelas lain yang diajak untuk membantu aksi tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh ibu korban, suasana pertemuan berubah tegang ketika para terduga pelaku mulai membahas persoalan pribadi yang tidak sepenuhnya dimengerti oleh korban. Merasa lokasi awal tidak kondusif, para pelaku memaksa membawa korban ke lapangan di Jalan ex Agus Salim.

Meskipun pemilik rumah di lokasi pertama sempat melarang dan berusaha menahan mereka, korban tetap dibawa ke bagian belakang lapangan yang minim penerangan.

Sesampainya di lokasi gelap tersebut, mimpi buruk itu terjadi. Ponsel korban disita, dan salah satu pelaku mulai merekam kejadian.

“Anak saya ditarik rambutnya, dipukul, ditendang perutnya, hingga dibanting sampai pusing. Yang menyedihkan, saat dia berusaha bangun, wajahnya disenter menggunakan handphone hanya untuk kembali dipukul,” tutur HD dengan suara bergetar menahan tangis.

Mirisnya, meski ada remaja lain yang datang ke lokasi, sebagian justru menghalangi mereka yang berniat melerai. Aksi brutal itu baru berhenti setelah sekelompok remaja lain yang merasa iba berhasil memisahkan mereka dan membawa korban bersembunyi.

Kabar pengeroyokan itu sampai ke telinga HD melalui orang tua teman korban. Dengan panik, HD menjemput putrinya dan mendapati kondisi fisik serta mental sang anak sudah sangat memprihatinkan.

Malam itu juga, HD membawa putrinya untuk visum dan melapor ke polisi. Keesokan harinya, ia mendatangi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) agar mendapatkan pendampingan psikologis.

Namun, kondisi korban begitu terguncang hingga proses asesmen tidak bisa dilanjutkan.

“Psikiater menghentikan asesmen karena anak saya menangis terus menerus dan tidak sanggup menjawab. Kesimpulannya trauma berat,” jelas HD.

Dampak kejadian ini sangat serius. Korban sempat tidak mau makan berhari-hari, takut keluar kamar, dan hingga kini menolak untuk bersekolah.

“Anak saya tidak pernah berkelahi sejak kecil. Dibentak saja dia takut, apalagi dipukul keroyokan seperti itu. Ini pukulan mental yang sangat berat bagi dia,” tambah sang ibu.

Usut punya usut, pengeroyokan ini diduga dipicu oleh kecemburuan. Pelaku utama disebut-sebut merupakan mantan kekasih seorang siswa laki-laki yang belakangan dikabarkan dekat dengan korban. Padahal menurut HD, putrinya tidak tahu-menahu dan tidak berniat mencampuri urusan asmara siapa pun.

Pihak sekolah sebenarnya telah memfasilitasi mediasi. Namun, HD menyayangkan sikap beberapa orang tua pelaku yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik. Mereka cenderung membela anak masing-masing dan menyalahkan korban.

HD juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa salah satu terduga pelaku merupakan anak dari seorang guru yang mengajar di sekolah yang sama.

Hingga kini, pihak sekolah belum memberikan sanksi resmi dengan alasan masih menunggu proses hukum.

Melihat kondisi putrinya dan kurangnya rasa penyesalan dari pihak pelaku, HD sang ibu memutuskan menutup pintu damai. Ia bersikeras untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Saya tidak mempersoalkan masalah pribadi remaja. Tapi anak saya dipukul secara bersama-sama, itu kekerasan. Saya ingin proses hukum berjalan agar ada perlindungan nyata bagi anak-anak kita,” tegas sang Ibu.

Reporter: Sandri Mooduto

Tags: anak SMA Gorontalobully di GorontaloBully GorontaloKasus anak SMA di GorontaloSMA Gorontalo
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

No Content Available
Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Kotamobagu

Bersama Forkopimda, Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas di Bogor.

by Hendra Mamonto
2 Feb 2026
0

  PROSESNEWS.ID, KOTAMOBAGU — Rapat Koordinasi Nasional, (Rakornas) oleh pemerintah Pusat, dan Daerah tahun 2026 di gelar, Wali Kota Kotamobagu,...

Puskesmas Limboto Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis pada Donor Darah HPN ke-80

3 Feb 2026
Claudy Mokodongan Foto Lamk.

Lelang Proyek PURP Kotamobagu Segera Bergulir,

2 Feb 2026

Perusahaan, Pemda & DPRD Gorontalo Utara, Jangan Sampai Darah Tumpah di Jalan Kita

3 Feb 2026
Rapat Asisten Dua Kotamobagu, Foto Lamk

Pemkot Kotamobagu Bahas Proses Izin Penjualan Minuman Beralkohol

2 Feb 2026

Investasi Gorontalo Tembus Rp1,49 Triliun, Naik 32 Persen

24 Okt 2025

TERBARU

Kunjungan Pemerintah Kotamobagu ke Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Foto Humas kominfo

Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkot Kotamobagu Kunjungi Kementrian Pariwisata RI

3 Feb 2026

Pemkot Kotamobagu Temui Sekprov Sulut Terkait Pilsang Desa Moyag Tampoan

3 Feb 2026

Puskesmas Limboto Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis pada Donor Darah HPN ke-80

3 Feb 2026

Didominasi Anak di Bawah Umur, Operasi Keselamatan Otanaha 2026 Jaring Puluhan Pelanggar

3 Feb 2026

Perusahaan, Pemda & DPRD Gorontalo Utara, Jangan Sampai Darah Tumpah di Jalan Kita

3 Feb 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.