
PROSESNEWS.ID — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui keberhasilan tim mahasiswa dalam ajang Innovillage 2025.
Melalui kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), tim yang diketuai oleh Nur Cahyani Dehi (mahasiswa Jurusan Akuntansi), bersama Mohamad Aditya Bilondatu (mahasiswa Jurusan Farmasi) dan Khalshja Oktaviani Kadri (mahasiswa Jurusan Akuntansi), berhasil masuk dalam Top 180 Social Project Nasional.
Mereka mengusung inovasi bertajuk “CocoHealth: Transformasi Limbah Ampas Kelapa Menjadi Produk Inovatif VCO dan Tepung Gluten-Free melalui Pemberdayaan Kader PKK Desa Ombulo Berbasis Digital Branding.” Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan dosen pendamping, Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si., yang mendampingi proses perencanaan hingga implementasi program.
Capaian ini menjadi prestasi yang membanggakan, mengingat kompetisi Innovillage 2025 diikuti oleh 4.555 mahasiswa dari 130 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan total 995 proposal social project yang diajukan. Melalui proses seleksi ketat, mulai dari pitching hingga on-desk assessment, hanya 180 proposal terbaik yang dinyatakan layak mendapatkan pendanaan implementasi.
Keunggulan program ini terletak pada kolaborasi lintas fakultas yang mengintegrasikan keilmuan ekonomi dan kesehatan. Mahasiswa Jurusan Akuntansi berperan dalam pengelolaan usaha, analisis biaya, dan strategi pemasaran, sementara mahasiswa Jurusan Farmasi berkontribusi dalam pengolahan produk, standardisasi kualitas, serta aspek kesehatan produk, seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung gluten-free.
Melalui sinergi tersebut, tim tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif. Pendekatan yang dilakukan meliputi pelatihan kepada kader PKK Desa Ombulo, penguatan kapasitas produksi, serta pengembangan digital branding untuk memperluas jangkauan pasar.
Dalam program ini, tim mahasiswa UNG mengangkat potensi lokal Desa Ombulo dengan memanfaatkan limbah ampas kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung gluten-free, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan kader PKK.
Tidak hanya berfokus pada produksi, tim juga mengembangkan strategi digital branding guna meningkatkan daya saing produk di pasar. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pada kesempatan sebelumnya, Dr. Melan Angriani Asnawi selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan UNG menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan melalui inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa UNG dalam Innovillage menjadi bukti bahwa kreativitas dan kepedulian sosial mampu mendorong mahasiswa bersaing di tingkat nasional.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di lingkungan UNG untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.














