Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Peneliti UNG Ungkap Kunci Sukses MBG di Tengah Ancaman Gagal

Editor by Editor
3 Apr 2026 10:06
in Universitas Negeri Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Indonesia tengah menatap visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun, langkah menuju cita-cita tersebut masih dihadang persoalan serius, yakni stunting dan rendahnya asupan gizi pada anak usia sekolah. Masalah gizi tidak semata berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan kognitif, capaian akademik, hingga produktivitas ekonomi bangsa di masa depan.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak sekadar berbagi makanan, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Hal ini diperkuat melalui tinjauan literatur sistematis yang dilakukan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kajian tersebut menunjukkan bahwa program MBG memiliki peran sebagai penggerak multidimensi, tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi.

Investasi Ganda: Kesehatan dan Ekonomi

Program makan bergizi di sekolah dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dari sisi kesehatan, pemenuhan nutrisi mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta konsentrasi belajar siswa.

Di sisi lain, program ini turut menggerakkan roda ekonomi. Penyediaan makanan melibatkan berbagai sektor, mulai dari petani lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga distribusi pangan. Keterlibatan pelaku usaha lokal ini berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan negara untuk pemenuhan gizi anak tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal.

Faktor Penentu Keberhasilan Program

Dalam kajian bertajuk “Implementation of the Free Nutritious Meal Program in Schools: A Systematic Literature Review of Success and Failure Factors”, tim peneliti FK UNG menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan niat baik.

Terdapat sejumlah faktor kunci yang perlu diperhatikan. Pertama, tata kelola dan kepemimpinan yang kuat. Koordinasi lintas sektor harus berjalan selaras, didukung transparansi serta pengawasan yang optimal agar anggaran yang besar dapat tepat sasaran.

Kedua, kemampuan beradaptasi dengan kondisi lokal. Karakteristik wilayah di Indonesia sangat beragam, sehingga kebijakan tidak dapat diterapkan secara seragam. Pendekatan yang berhasil di satu daerah belum tentu efektif di wilayah lain.

Ketiga, penentuan prioritas wilayah. Program ini dinilai akan lebih optimal jika difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap gizi dan layanan kesehatan.

Tantangan Anggaran dan Logistik

Di balik potensinya, program MBG juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang utama adalah aspek pembiayaan. Program ini membutuhkan anggaran besar dan berkelanjutan, sehingga memerlukan perencanaan fiskal yang matang agar tidak membebani APBN dalam jangka panjang.

Selain itu, kendala distribusi makanan, keterbatasan infrastruktur sekolah, serta sistem pengawasan yang belum optimal menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak dikelola secara baik, hambatan logistik dan koordinasi dapat mengurangi efektivitas program.

Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting. Keterlibatan publik dalam pengawasan dan pelaksanaan program dinilai mampu meminimalkan risiko ketidakefisienan serta potensi penyalahgunaan sumber daya.

Fondasi Menuju 2045

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan jangka pendek, melainkan fondasi strategis bagi pembangunan bangsa. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, serta masyarakat.

Dengan pengelolaan yang transparan, adaptif, dan berbasis data ilmiah, sebagaimana ditekankan dalam kajian FK UNG, program ini berpotensi menjadi investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Upaya ini sekaligus menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

 

Tags: gorontaloMBGUniversitas Negeri Gorontalo
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

UNG Siapkan Fasilitas OSCE Apoteker Sesuai Standar Nasional

by Rijal Zulkarnaen
18 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID - Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi kesehatan melalui pelaksanaan visitasi Gedung OSCE Farmasi...

UNG Imbau Mahasiswa Baru Segera Selesaikan Pembayaran UKT, Batas 25 Mei

by Editor
16 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membuka tahapan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru Tahun Akademik...

Berangkatkan Jemaah Haji Kloter 30 Asal Gorontalo, Gusnar Tinggalkan Pesan Ini

by Editor
13 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID  - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 30 asal Gorontalo di Bandar Udara Internasional...

Satgas PPKPT UNG Perkuat Sinergi dengan Polda Gorontalo untuk Cegah Kekerasan di Kampus

by Editor
12 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID - Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan terus dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya...

Prodi Pendidikan Biologi FMIPA UNG Raih Akreditasi Unggul dari LAMDik

by Editor
12 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID - Kabar menggembirakan kembali datang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Program Studi...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Peristiwa

Pabrik Roti Massempo Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

by Rijal Zulkarnaen
24 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID — Sebuah pabrik roti Massempo milik Supriyanto yang berada di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mengalami kebakaran pada...

Seragam TNI, yang dikenakan anggota TNI Gadungan Gorontalo

Anak Santri di Gorontalo Ditipu Anggota TNI Gadungan

12 Jul 2019

Jelang Penas KTNA, Sofyan Minta OPD Perkuat Koordinasi

25 Mei 2026

Warga Desa Padengo Tolak Kades Kembali Aktif Usai Jalani Hukuman Kasus Asusila

23 Mei 2026

Dari Tengah Sawah, Jurnalisme Bertumbuh: Menyambut Konferwil AMSI Gorontalo 2026

29 Apr 2026

Pemuda Gorontalo Menyamar Jadi Perwira Polisi demi Pikat Pujaan Hati

27 Feb 2022

TERBARU

Jelang Penas KTNA, Sofyan Minta OPD Perkuat Koordinasi

25 Mei 2026

Pabrik Roti Massempo Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

24 Mei 2026

Warga Desa Padengo Tolak Kades Kembali Aktif Usai Jalani Hukuman Kasus Asusila

23 Mei 2026

Dumbo Raya Gandeng UNG Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

23 Mei 2026

Program Pendidikan Dokter Spesialis di UNG, Peluang Baru untuk Tenaga Medis

23 Mei 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.