Konsisten Selama 12 Tahun, Jamu Tetes SoMan Ikut Berkontribusi Penanganan Covid-19

Perusahaan jamu tradisional yang menempatkan pabrik olahannya di Desa Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo ini, terus memberikan inovasi dan ikut berkontribusi kepada pemerintah, dalam hal penanganan pandemi Covid-19

PROSESNEWS.ID – Pesatnya perkembangan industri obat kimia modern, menjadi salah satu motovasi tersendiri bagi PT. Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), sebagai produsen jamu tetes SoMan yang kini telah eksis selama 12 tahun terakhir, dan mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), serta sertifikat ISO 22000:2018 tentang sistem manajemen keamanan pangan.

Perusahaan jamu tradisional yang menempatkan pabrik olahannya di Desa Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo ini, terus memberikan inovasi dan ikut berkontribusi kepada pemerintah, dalam hal penanganan pandemi Covid-19, khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo.

Terbukti, sejak mewabahnya covid-19 di Indonesia, khususnya di Gorontalo sendiri, PT. Harvest Gorontalo Indonesia, yang memproduksi ratusan ribu botol jamu herbal tetes SoMan, untuk imunitas tubuh. Selain ditujukan untuk ekspor ke 16 negara, PT. HGI juga menyalurkan bantuan kepada rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, yakni RSUD Aloei Saboe.

Direktur PT. Harvest Gorontalo Indonesia, Yamin Lahay menjelaskan, bahwa produk yang dihasilkan dalam bentuk jamu tetes SoMan ini memang bertujuan untuk menjaga imunitas dalam tubuh.

“Jamu tetes ini terdiri dari 39 bahan alami, yang kami ramu dan proses sehingga menghasilkan produk SoMan, membantu menjaga sel-sel yang rusak di dalam tubuh kita. Sehingga jika dikorelasikan dengan wabah covid-19 ini, jamu tetes ini mampu menjaga sistem kekebalan didalam tubuh kita. Hal inilah yang menjadi alasan kami untuk ikut berkontribusi terhadap pemerintah, dalam hal penanganan covid-19, khususnya di Gorontalo dan Indonesia secara umum. Dan kamipun berterimakasih atas apresiasi yang sudah diberikan pemerintah, hingga saat ini kepada kami, apalagi produk tradisional diproses dan menggunakan bahan alami yang bersumber dari Gorontalo” jelas Yamin.

Bahkan dia mengungkapkan, bentuk suport dan dukungan pemerintah saat ini menjadi spirit perusahaan, dalam menciptakan hal-hal baru demi suatu kemajuan daerah, yang nantinya akan menjadi suatu rujukan daerah lain bahkan negara, karena mampu menciptakan produk yang berkualitas di tengah pandemi ini.

“Tentu ini akan menjadi semangat kami dalam melakukan inovasi kedepan. Apalagi adanya dukungan dari pemerintah selama ini,” tandasnya.

Menariknya sejak di produksinya jamu herbal itu, sudah banyak testimoni dari para konsumen yang mengkonsumsi jamu herbal tersebut. Sebab dari khasiat dan manfaat benar-benar dirasakan oleh konsumen itu sendiri.

Di Gorontalo semisal, salah satu pasien 23 yang sempat dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 15 Mei 2020 lalu. Menuturkan manfaat dari produk jamu herbal yang diciptakan PT. Harvest Gorontalo Indonesia.

“Jadi selama menjalani perawatan di RSUD Aloei Saboe, dirinya mengaku selain mendapatkan penanganan medis, dirinya juga mengkonsumsi jamu tetes soman berdasarkan rekomendasi dari saah satu kerabatnya,” ungkapnya.

Sampai saat ini PT. Harvest Gorontalo Indonesia terus melakukan distribusi ke berbagai pelosok penjuru tanah air hingga ke mancanegara. Disamping permintaan pasar, juga manfaat dari produk ini sangat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya karena telah melalui uji klinis oleh instansi pemerintah yang kredibel di bidangnya.

Dan berdasarkan informasi yang diperoleh, dalam waktu dekat ini, produk jamu tetes SoMan menjadi salah satu dari tiga produk yang akan di uji secara klinis “INNAMED-COV” sebagai Herbal Imunomodulator Pendukung Terapi COVID-19″ yang diusulkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional. (Adv/Rf)

Komentar