
PROSESNEWS.ID – Lomba burung berkicau Raja Ronggolawe Cup I resmi dibuka dan langsung diserbu para kicau mania dari berbagai daerah. Sejak pagi, peserta dan penonton telah memadati lokasi perlombaan.
Raja Ronggolawe Cup I diikuti puluhan peserta yang turun di berbagai kelas burung unggulan. Sorak-sorai penonton dan merdunya kicauan burung eksotis menambah semarak suasana lomba.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo, Fany Salamanya, membuka langsung kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Fany menegaskan bahwa Raja Ronggolawe Cup I memiliki makna penting dan bukan sekadar kompetisi adu kicau burung.
“Lomba ini juga wadah silaturahmi para pecinta burung, serta sarana meningkatkan kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati,” tegas Fany.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Fany turut berpesan kepada dewan juri agar melakukan penilaian secara objektif, jujur, dan adil.
“Integritas dewan juri adalah kunci kompetisi yang bermartabat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Kicau Mania Gorontalo, Yong Herry, menjelaskan bahwa lomba burung berkicau kali ini menggunakan sistem penilaian pakem.
“Untuk lomba ini kita memakai pakem namanya EO Ronggolawe. Aturannya untuk lomba ini ya pastinya yang kita gunakan burung berkicau,” jelasnya.
Ia merinci, terdapat tiga aspek utama yang menjadi penilaian dalam perlombaan, yakni durasi kerja atau aktif berkicau, irama lagu atau variasi, serta volume suara.
“Raja Ronggolawe Cup I ini melombakan 23 kelas dengan 7 jenis burung. Jenis burung yang dilombakan meliputi murai batu, sogon, kenari, love bird, cucak ijo dan pleci,” imbuhnya.
Yong Herry menambahkan, ajang tersebut tidak hanya diikuti kicau mania lokal, tetapi juga peserta dari luar daerah.
“Kegiatan ini juga diikuti peserta dari Manado dan Palu,” tambahnya.
Lomba Raja Ronggolawe Cup I diharapkan berlangsung lancar, tertib, dan sukses menjadi pemantik semangat dalam menyambut PENAS XVII 2026 di Kabupaten Gorontalo.









