
PROSESNEWS.ID – Langit Kabupaten Boalemo pada malam minggu itu tampak cerah. Bukan semata karena hujan tak turun, tetapi karena denyut kehidupan terasa hidup di sudut-sudut Alun-alun Tilamuta. Lampu-lampu taman memantul di wajah para pengunjung, aroma kopi bercampur suara tawa anak muda, sementara kendaraan lalu-lalang perlahan memecah malam, Sabtu (16/5/2026).
Di tengah suasana santai itu, tampak tokoh publik Gorontalo, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, M.I.Kom duduk membaur bersama kalangan muda Boalemo. Tidak ada sekat formal, tidak pula panggung pidato. Percakapan mengalir sederhana di antara gelas kopi dan candaan khas tongkrongan malam minggu.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dua periode itu terlihat menikmati suasana. Sesekali ia mendengar cerita anak-anak muda tentang kondisi daerah, peluang usaha, hingga harapan mereka terhadap masa depan Boalemo.
Di sela tongkrongan, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo itu mulai berbicara lebih jauh tentang arah pembangunan daerah. Berlatar belakang pengusaha sukses, dengan gaya santai, ia menyinggung pentingnya membuka ruang ekonomi kreatif bagi generasi muda, memperkuat sektor UMKM, hingga membangun iklim investasi yang lebih sehat di Boalemo.
Percakapan kemudian bergeser pada dinamika politik Gorontalo menuju 2029. Di hadapan para pemuda yang mengitarinya, Erwin Ismail memberi sinyal bahwa dirinya akan ikut bertarung pada kontestasi Pileg 2029 mendatang.
Meski dibalut obrolan ringan khas tongkrongan malam, arah pembicaraan terasa serius. Ada gagasan tentang masa depan daerah, ada pula optimisme yang terselip di antara suara musik jalanan dan ramainya pengunjung alun-alun.
Tak sedikit memilih duduk mendengar cerita dari Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo itu, yang dikenal dekat dengan komunitas anak muda dan aktivitas otomotif.
Sebagai putra sulung Gubernur Gorontalo, ia tampak sadar bahwa sorotan publik selalu mengiringi langkahnya. Namun malam itu, ia tidak tampil sebagai pejabat atau elite politik. Ia hadir seperti bagian dari anak-anak muda yang sedang menikmati malam minggu di jantung Kota Boalemo, Tilamuta.
Di bawah langit cerah Boalemo, tongkrongan sederhana itu akhirnya bukan hanya tentang kopi dan obrolan malam. Ada cerita tentang harapan, tentang masa depan daerah, dan tentang politik yang dibicarakan dengan cara paling sederhana, yaitu duduk setara bersama rakyat.
Penulis: Gunawan Rasid















