
PROSESNEWS.ID – Pemandangan kontras dan memilukan terjadi di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato. Saat warga setempat berjibaku menyelamatkan harta benda akibat banjir, aktivitas di area operasional tambang emas milik anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk, yakni Pani Gold Mine, justru memicu kemarahan publik.
Sebuah video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan kerumunan orang berpesta diiringi musik Disc Jockey (DJ), dengan penampilan dua biduan yang dinilai erotis.
Pesta tersebut berlangsung bersamaan dengan bencana banjir yang merendam permukiman warga, yang lokasinya dikabarkan berada sangat dekat dengan area operasional perusahaan tambang.
Video itu menuai kecaman luas. Ketua Umum KAMMI Gorontalo, Rifaldi Halang, angkat bicara dan mengecam keras tindakan yang dinilainya tidak berempati terhadap penderitaan masyarakat terdampak bencana.
“Ini ironi yang sangat menyakitkan. Masyarakat menangis karena rumah terendam, sementara perusahaan justru berpesta pora di atas penderitaan itu. Ini adalah bukti nyata matinya nurani korporasi,” tegas Rifaldi, Jumat (2/1/2026).
Rifaldi juga menyoroti dugaan keterkaitan antara aktivitas eksplorasi tambang skala besar dengan bencana ekologis yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, banjir di Desa Hulawa merupakan dampak nyata dari rusaknya keseimbangan alam akibat aktivitas pertambangan yang masif.
Ia menilai ketimpangan tersebut diabaikan oleh perusahaan. Di saat warga harus berjibaku dengan air keruh yang merusak hunian, pihak perusahaan justru menikmati pesta hiburan.
Atas situasi tersebut, KAMMI Gorontalo mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak tinggal diam. Rifaldi menegaskan bahwa permohonan maaf semata tidak cukup untuk mengobati luka masyarakat.
Pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Pertama, melakukan evaluasi izin lingkungan perusahaan tambang melalui audit menyeluruh terhadap praktik pelestarian lingkungan yang telah dijalankan.
Kedua, pemerintah daerah diminta bersikap objektif dan tidak memihak kepentingan modal di atas keselamatan warga. Ketiga, menjatuhkan sanksi tegas atas perilaku tidak berempati yang dinilai telah melukai martabat masyarakat terdampak bencana.
“Kini kami menunggu ketegasan pemerintah untuk mengevaluasi operasional Pani Gold Mine. Tanpa langkah konkret Pemerintah, masyarakat Pohuwato akan terus terdampak banjir akibat penambangan masif dan ketidakpedulian pihak korporasi,” tandas Rifaldi.
Sementara itu, manajemen Pani Gold Mine secara resmi menyampaikan permohonan maaf menyusul beredarnya video kegiatan perusahaan yang dinilai kurang berempati di tengah musibah banjir di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato.
Video perayaan tersebut memicu kecaman luas dari masyarakat dan warganet karena berlangsung saat warga Desa Hulawa tengah berjuang menghadapi dampak banjir bandang akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/12/2025).
Menanggapi polemik yang berkembang, manajemen perusahaan menyatakan telah mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Pihak perusahaan mengakui bahwa konten yang beredar tidak mencerminkan nilai-nilai dasar yang dianut oleh Pani Gold Mine.
“Sehubungan dengan beredarnya video di perusahaan, manajemen Pani Gold Mine telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh atas kejadian tersebut serta menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Bumi Panua atas adanya penampilan yang tidak mencerminkan kepekaan, etika, dan nilai-nilai perusahaan.”
Manajemen menegaskan, perilaku dalam video tersebut tidak sejalan dengan standar profesionalisme dan empati sosial yang menjadi landasan operasional perusahaan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, tindakan disiplin telah dijatuhkan sesuai ketentuan internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Di samping evaluasi internal, perusahaan menyatakan tetap berfokus pada upaya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir. Pani Gold Mine mengklaim terus terlibat langsung dalam proses pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pani Gold Mine tetap berkomitmen melanjutkan proses pemulihan pascabanjir, melalui berbagai dukungan nyata bagi masyarakat terdampak, antara lain pembersihan rumah dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, serta penyaluran bantuan makanan selama proses pemulihan berlangsung.”
Manajemen menutup klarifikasinya dengan menyampaikan empati kepada para korban banjir dan berharap kondisi Desa Hulawa segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Reporter: Sandri Mooduto













