
PROSESNEWS.ID – Realisasi pendapatan daerah Kota Gorontalo pada Januari 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti.
Menurut Herman, salah satu penyebab utama penurunan pendapatan tersebut berasal dari sektor kesehatan. Hingga Januari 2026, rumah sakit belum menerima klaim BPJS Kesehatan, sehingga berdampak langsung pada penerimaan daerah.
“Pendapatan Januari 2026 lebih rendah karena dari rumah sakit belum ada klaim BPJS yang masuk.,” jelas Herman.
Selain itu, Herman juga mengungkapkan adanya persoalan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti fasilitas yang rusak sehingga belum dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.
Salah satunya, kata Herman, adalah kondisi lintasan di GOR Nani Wartabone yang saat ini mengalami beberapa kerusakan pada bagian tertentu, sehingga masyarakat enggan memanfaatkannya untuk berolahraga.
“Lintasan di GOR Nani Wartabone rusak, sehingga minat masyarakat untuk berolahraga di sana menurun. Akibatnya, masyarakat lebih memilih berolahraga di jalanan,” ungkapnya.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada menurunnya minat masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas daerah, tetapi juga berimbas pada berkurangnya potensi pendapatan dari sektor retribusi.











