PROSESNEWS.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Gorontalo (AMPRG) menggelar unjuk rasa di halaman Polres Gorontalo pada Senin (13/05/2024). Aksi ini dipicu oleh dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum kepala desa di Kecamatan Pulubala, yang hingga kini belum ditangani pihak berwenang.
Salah satu orator, Arun, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap aparat kepolisian yang dinilainya terkesan acuh terhadap permasalahan tersebut. Menurutnya, meskipun kasus ini telah dilaporkan selama kurang lebih tiga bulan, namun belum ada tindaklanjut dari pihak kepolisian.
“Ini kurang lebih sudah 3 bulan, akan tetapi belum ada penangganan dari kepolisian itu sendiri,” kata Arun.
Lebih lanjut, Arun menduga adanya main mata antar oknum kepolisian dengan pihak terlapor, yang menyebabkan lambatnya proses penanganan kasus ini oleh pihak berwenang.
Menaggapi hal tersebut, di tempat berbeda, Kabag Ops Polres Gorontalo, AKP. Akmal Novian Reza menyatakan, kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Dia menjelaskan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi, namun mengingat sifatnya yang terkait dengan tindak pidana korupsi, proses penyelidikan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Kita sementara dalami, bahkan sudah 14 saksi yang kita periksa. Namun, karena ini kasus Tipikor tentu butuh waktu yang panjang, karena harus kumpulkan barang bukti saksi dan sebagainya, makanya butuh waktu,” pungkasnya.
Reporter: Pian N Peda