
PROSESNEWS.ID – Isu yang beredar di tengah publik terkait dugaan dukungan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, terhadap salah satu calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Gorontalo sebagaimana diberitakan, (21/3/2026), sangatlah tidak benar.
Merespons informasi itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Gunawan Rasid menegaskan, Gubernur Gorontalo prinsipnya mendukung semua calon yang bakal maju di Musyawarah Kadin Gorontalo. Sebab, siapapun yang terpilih nanti, sudah pasti akan menjadi mitra Pemerintah Provinsi Gorontalo, dalam pengembangan dan kemajuan daerah.
“Informasi yang beredar soal dukungan Gubernur kepada salah satu calon Ketua Kadin Gorontalo tidak benar. Kami menegaskan, Gubernur tidak berpihak kepada kandidat manapun dalam proses pemilihan tersebut,” ujar Gunawan yang juga Tim 100 Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Demokrat itu.
Lebih lanjut, Juru Bicara Masyarakat Asta Cita Indonesia (MACI) di Gorontalo itu menjelaskan, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap menjaga netralitas dalam setiap proses organisasi kemasyarakatan maupun organisasi profesi, termasuk dalam pemilihan Ketua Kadin. Netralitas tersebut penting agar proses demokrasi di internal organisasi dapat berjalan secara sehat, transparan, dan profesional.
“Siapapun yang terpilih, Pemerintah Provinsi tentu siap bermitra dan bekerja sama selama itu bertujuan untuk kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Juru Bicara Infrastruktur di Gorontalo juga itu, menegaskan posisi Gubernur Gorontalo tidak memiliki hak pilih dalam Musyawarah tersebut. Maka diminta kepada pihak-pihak yang selalu memprovokasi, untuk tidak lagi menyebar fitnah terhadap Gubernur. Dengan begitu, pemilihan Ketua Kadin dapat akan berlangsung dengan damai dan bermartabat.
“Masyarakat diharapkan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial, agar tidak terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. Bahkan, kami juga turut prihatin, atas informasi yang sengaja di sebar orang tidak bertanggungjawab,” tegas lulusan Pendidikan Akademi Demokrat itu.















