<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita KKP RI Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/kkp-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/kkp-ri/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Aug 2021 05:26:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita KKP RI Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/kkp-ri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KKP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara untuk Mudahkan Para Nelayan</title>
		<link>https://prosesnews.id/kkp-kembangkan-aplikasi-laut-nusantara-untuk-mudahkan-para-nelayan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/kkp-kembangkan-aplikasi-laut-nusantara-untuk-mudahkan-para-nelayan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 05:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Laut Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Google News Initiative]]></category>
		<category><![CDATA[Kementeria Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[KKP RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=33249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nelayan sekarang tak lagi harus menebak-nebak dimana posisi ikan yang jumlahnya melimpah. Dengan aplikasi Laut...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kkp-kembangkan-aplikasi-laut-nusantara-untuk-mudahkan-para-nelayan/">KKP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara untuk Mudahkan Para Nelayan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/08/aplikasi-laut-nusantara-xl-axiata-brol-berbasis-data-dari-satelit-khusus-jcgkv9fr8F-e1628400148401.jpg" alt="" class="wp-image-33253" width="588" height="308"/><figcaption>Aplikasi &#8216;Laut Nusantara&#8217; XL Axiata-BROL Berbasis Data dari Satelit Khusus (Foto: Amril Amarullah/Okezone)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Nelayan sekarang tak lagi harus menebak-nebak dimana posisi ikan yang jumlahnya melimpah. Dengan aplikasi Laut Nusantara, mereka bisa mengetahui posisi dan merencanakan penangkapan ikan.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Melansir Indonesia.go.id, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan aplikasi Laut Nusantara berbasis android. Aplikasi ini untuk mempermudah para nelayan menangkap ikan di laut. Lewat aplikasi Laut Nusantara, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini juga menyajikan informasi terkini kondisi cuaca di laut sebagai acauan untuk keselamatan nelayan selama melakukan penangkapan ikan, mencakup arah dan kecepatan angin serta gelombang laut. Hadirnya aplikasi ini ditujukan sebagai motor penggerak transformasi budaya nelayan dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” melalui pemanfaatan teknologi informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya dalam satu genggaman aplikasi, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik, mulai menentukan secara mandiri lokasi penangkapan ikan terdekat, estimasi kebutuhan BBM, dan estimasi harga jual. Dalam mengembangkan aplikasi ini, Balai Riset dan Observasi Laut BRSDM bersinergi dengan PT. XL Axiata Tbk. Meskipun mereka kerja sama dengan XL Axiata, semua platform bisa menggunakan aplikasi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, Laut Nusantara telah diunduh lebih dari 55 ribu pengguna dan disosialisasikan di 28 wilayah di Indonesia. Melalui kinerja Laut Nusantara dan inovasi pelayanan digital KKP lainnya, KKP juga telah memperoleh anugerah Keterbukaan Informasi Publik pada 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini mengombinasikan data-data satelit. Data-data observasi dan pemodelan yang dipadukan semua. Jadi, ini&nbsp;<em>real time</em>. Setiap hari diperbarui datanya. Sampai saat ini aplikasi ini sudah versi kelima yang dikombinasikan antara lokasi ikan secara nasional kemudian lokasi ikan secara spesies.&nbsp;<em>Update</em>&nbsp;terbaru aplikasi ini kini sudah tersedia&nbsp;<em>Play Store</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini terdapat pengembangan berupa fitur baru yang mampu menunjukkan tiga jenis ikan dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu yellow fin tuna, blue fin tuna, dan tuna albacore. Sebelumnya telah ada pada aplikasi Laut Nusantara yaitu ikan lemuru, tuna mata besar, dan cakalang. Tuna dan cakalang punya nilai permintaan yang tinggi di Indonesia dan pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tuna sirip kuning, tuna sirip biru, dan albacore memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Pelabuhan KKP, harga tuna sirip kuning di kisaran Rp50 ribu per Kg dan tuna sirip biru sekitar Rp100 ribu per Kg. Sementara itu, Albacore sekitar Rp50 ribu per Kg. Jika sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipatnya. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna Bluefin harganya pernah menembus rekor dunia yakni Rp25 miliar dengan bobot 276 kg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 2017, Indonesia memasok lebih dari 16 persen produksi tuna dan cakalang dunia. Karena itu, keduanya dan juga tongkol oleh menjadi program prioritas bidang perikanan tangkap oleh KKP. Sementara itu, lemuru merupakan ikan khas dan spesifik di selat Bali, yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan. Dalam aplikasi ini, informasi ditampilkan secara sederhana untuk membantu nelayan sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan aman,&#8221; ujar Kepala Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) BRSDM I Nyoman Radiarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut adalah dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria&nbsp;<em>front</em>&nbsp;suhu dan tingginya kesuburan perairan.&nbsp;<em>Front</em>&nbsp;suhu adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan, pelikan tuna dan cakalang dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik nonlinear. Lokasi-lokasi keberadaan ikan tuna sirip kuning, tuna sirip biru, dan albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya nelayan Indonesia juga kenal dengan berbagai aplikasi digital untuk mengakses berbagai macam informasi maritim. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pengguna. Seperti lokasi-lokasi penangkapan ikan, cuaca saat melaut, keselamatan pelayaran, operasional kapal, dan informasi harga ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai aplikasi digital yang dikhususkan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Indonesia dihasilkan tidak hanya lembaga riset pemerintah. Melainkan juga dari perguruan tinggi dan swasta, selain Laut Nusantara:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>TREKFish</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">TREKFish, alat penelusur dan perekam jejak penangkapan ikan ini dikembangkan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB). &nbsp;TREKFish merupakan piranti untuk menelusuri jejak penangkapan ikan. Baik itu ikan pelagis, rajungan, lobster dan lain-lain. Sistem yang dikembangkan adalah merekam perjalanan kapal dan bisa dideteksi kapan&nbsp;<em>setting</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>hauling</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alat ini dilengkapi dengan perangkat lunak&nbsp;<em>fisheries electronic reporting</em>&nbsp;(fishER). Piranti ini cocok untuk perikanan skala kecil dan industri. Data dan informasi yang diperoleh mencakup penelusuran operasi penangkapan ikan (transit dan waktu operasi) dan peta distribusi hasil tangkapan utama. Selain itu, hasil tangkapan sampingan (<em>by catch</em>) dan CPUE (<em>catch per unit of effort</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perangkat ini dengan spesifikasi berupa&nbsp;<em>global positioning system</em>&nbsp;(GPS), baterai dan solar panel, casing kedap air. Penggunaan peralatan ini tidak memerlukan satelit.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="2"><li>Nelayan Pintar</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Nelayan Pintar ini dikembangkan Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Badan Riset Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program nelayan go-online atau Nelayan Pintar (Nepin) dihadirkan untuk melayani berbagai kebutuhan para nelayan. Seperti keadaan cuaca, kondisi kepelabuhanan, besaran gelombang, arah angin, dan harga pasaran ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nelayan dapat melihat harga ikan di setiap daerah dan menjadikannya sebagai bahan perbandingan. Dalam keadaan darurat, misalnya, kehabisan bahan bakar, terdapat SOS yang memungkin nelayan berkomunikasi dengan nelayan terdekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini dapat membantu memutus mata rantai pasar tengkulak. Melalui sistem Peta Daerah Penangkapan Ikan, aplikasi ini menyediakan informasi&nbsp;<em>market place</em>&nbsp;lengkap dengan daftar harga ikan. Aplikasi Nelayan Pintar hanya dikhususkan bagi nelayan kecil dengan kapal perikanan kapasitas 10 GT.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="3"><li>Nelayan Nusantara</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi digital Nelayan Nusantara telah diterapkan di tiga daerah di Indonesia, yakni di Sebatik di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Paguyaman Pantai di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, dan Natuna di Kepulauan Riau. Peta lokasi penangkapan ikan di perairan Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia melalui aplikasi Nelayan Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perangkat alat berbasis sistem android ini mengggunakan jaringan Telkomsel. Aplikasi Nelayan Nusantara sebagai komitmen Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk mendukung pengembangan sektor perikanan. BAKTI menggandeng PT Zetta Media Inspira (Zetmi) sebagai pembuat aplikasi Nelayan Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini menampilkan antara lain zona tangkapan ikan dan informasi kondisi cuaca seperti gelombang dan kecepatan angin. Kemudian, menghindari kecelakaan di laut, foto dan hasil tangkapan, serta informasi harga ikan bagi nelayan kecil dan masyarakat luas. Nelayan Nusantara untuk mendukung kegiatan perikanan bagi nelayan kecil dengan kapal dibawah 10 GT.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="4"><li>Wakatobi AIS</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">PERANGKAT radar pantai ini untuk keselamatan nelayan. Dengan radar pantai, nelayan dapat menggunakan teknologi ini untuk keselamatan di laut. Teknologi ini disebut Wakatobi AIS, singkatan dari Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Informasi AIS (Automatic Identification System). Fungsi dasar AIS yang dimiliki memungkinkan lokasi dan pergerakan nelayan terpantau detik per detik pada stasiun penerima (Vessel Traffic System/VTS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini dikembangkan peneliti dan perekayasa Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi. Wakatobi AIS diciptakan atas identifikasi terhadap tiga masalah utama yang dihadapi nelayan dalam melaut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">AIS transponder berbentuk kotak dengan dimensi 14,5x13x20 sentimeter. Panjang antena 100 sentimeter. Setiap unit memiliki bobot 0,6 kilogram agar bisa diaplikasikan pada kapal/perahu nelayan yang berukuran kecil, khususnya yang armada berbobot di bawah 1 GT (Gross Ton).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alat ini didesain dapat bekerja secara portabel dengan baterai sebagai sumber tenaga yang bisa diisi ulang setiap 20 jam pemakaian. Jika suatu saat mereka mengalami masalah di laut seperti mesin kapal mati, tenggelam, atau dirampok, maka rekaman lokasi para pengguna akan mempermudah pencarian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, nelayan juga bisa secara aktif memberikan kabar darurat ke seluruh perangkat penerima AIS lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="5"><li>E-Log Book</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini dikembangkan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hingga awal Juli 2021, 5.000 lebih kapal perikanan telah menggunakan e-log book.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses pengisian e-log book sangat simple, hanya dengan 5 kali klik tombol, data operasional penangkapan ikan sudah terekam. Penerapan e-log book penangkapan ikan dapat digunakan oleh nelayan yang tidak bisa membaca dan menulis, sehingga memudahkan nakhoda kapal melaporkan catatan harian penangkapan ikannya secara akurat dan&nbsp;<em>real</em>&nbsp;<em>time</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Log book ini sebagai laporan harian tertulis nakhoda mengenai kegiatan penangkapan ikan. Log book merupakan&nbsp;<em>landing declaration</em>&nbsp;dari nakhoda, atau Surat Pernyataan Nakhoda mengenai aktivitas penangkapan sumber daya ikan (hasil tangkapan) di laut yang akan didaratkan di pelabuhan perikanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses pengumpulan data berbasis gadget ini sangat praktis, mudah dan efisien. Pengguna tidak lagi menggunakan kertas dalam pencatatan data operasi penangkapan ikan. Untuk menggunakan e-log book, terlebih dahulu pelaku usaha, perusahaan maupun nelayan mengajukan surat permohonan aktivasi kepada syahbandar di pelabuhan perikanan. Permohonan ini untuk mengaktifkan aplikasi e-log book penangkapan ikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melakukan aktivasi, syahbandar akan mencetak tanda terima aktivasi. Selanjutnya, akan mendapatkan username dan password untuk log-in ke dalam aplikasi e-log book.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kkp-kembangkan-aplikasi-laut-nusantara-untuk-mudahkan-para-nelayan/">KKP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara untuk Mudahkan Para Nelayan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/kkp-kembangkan-aplikasi-laut-nusantara-untuk-mudahkan-para-nelayan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKP Didik 30 Calon Penyidik Siap Berantas Penangkapan Ikan Ilegal</title>
		<link>https://prosesnews.id/kkp-didik-30-calon-penyidik-siap-berantas-penangkapan-ikan-ilegal/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/kkp-didik-30-calon-penyidik-siap-berantas-penangkapan-ikan-ilegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 05:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Diklat PPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Fishing]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementeria Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[KKP RI]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Ikan Secara Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=29221</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, kembali melakukan pendidikan terhadap 30 calon penyidik,...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kkp-didik-30-calon-penyidik-siap-berantas-penangkapan-ikan-ilegal/">KKP Didik 30 Calon Penyidik Siap Berantas Penangkapan Ikan Ilegal</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_29222" aria-describedby="caption-attachment-29222" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-29222 size-full" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/30-calon-penyidik-3-e1622178766445.jpeg" alt="" width="750" height="422" /><figcaption id="caption-attachment-29222" class="wp-caption-text">30 Calon PPNS Perikanan akan memperkuat upaya pemberantasan illegal fishing. (Foto : Humas Ditjen PSDKP)</figcaption></figure></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID &#8211;</strong> Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, kembali melakukan pendidikan terhadap 30 calon penyidik, untuk lebih memperkuat pemberantasan illegal fishing (penangkapan ikan ilegal).</p>
<p>“Ini sejalan dengan komitmen Bapak Menteri Trenggono untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk terwujudnya kelestarian sumber daya sebagai salah satu pilar penting ekonomi biru,”ujar Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar, di Jakarta, Kamis, (27/05/2021).</p>
<p>Antam menjelaskan, sebanyak 30 calon PPNS Perikanan ini, bakal mengikuti Diklat Pembentukan PPNS Perikanan Reguler Tahun 2021 bertempat di Diklat Reserse Mega Mendung Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Diklat tersebut kata Antam, merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.</p>
<p>“Selain dari UPT PSDKP, juga ada peserta dari Dinas Kelautan dan Perikanan daerah,&#8221;katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Antam menjelaskan, Diklat yang diselenggarakan dari tanggal 25 Mei 2021 sampai dengan 23 Juli 2021 itu, dilaksanakan dengan menerapkan 400 jam pelajaran secara tatap muka, dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.</p>
<p>Plt Direktur Penanganan Pelanggaran, Nugroho Aji, mengatakan, Ditjen PSDKP terus berupaya meningkatkan penanganan tindak pidana perikanan baik melalui penambahan jumlah PPNS, maupun peningkatan kualitas PPNS. Ia berharap, para calon PPNS ini dapat mengikuti dinamika hukum khususnya di masa pandemi ini.</p>
<p>“Penyidik saat ini dituntut memiliki kemampuan yang lebih dalam melakukan penyidikan tindak pidana di bidang kelautan dan perikanan, karena selain tatap muka, mereka juga dituntut dapat melakukan pemeriksaan secara virtual. Ini tentu tantangan tersendiri,”jelasnya.</p>
<p>Nugroho menuturkan, adapun dinamika hukum yang berkembang cepat, juga memerlukan kemampuan adaptasi cepat dari penyidik.</p>
<p>Informasi yang diperoleh <strong>Prosesnews.id</strong>, saat ini KKP telah memiliki sedikitnya 525 PPNS Perikanan yang tersebar di berbagai lokasi penugasan. Diantaranya, 91 orang bertugas di Pusat, 182 berada di UPT PSDKP, dan 252 berada di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi.</p>
<p>Adapun peran para PPNS ini, cukup sentral dalam berbagai penanganan kasus tindak pidana di bidang kelautan dan perikanan. Sepanjang 2021, KKP telah menangani 91 kasus tindak pidana perikanan dengan rincian, 33 kasus dalam tahap penyidikan, 16 kasus telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut, 8 kasus telah diserahkan berkas dan tersangka kepada Jaksa Penuntut (Tahap II), 27 kasus dalam proses persidangan dan 7 kasus telah memperoleh keputusan berkekuatan hukum tetap (inkracht). <strong> (PR)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kkp-didik-30-calon-penyidik-siap-berantas-penangkapan-ikan-ilegal/">KKP Didik 30 Calon Penyidik Siap Berantas Penangkapan Ikan Ilegal</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/kkp-didik-30-calon-penyidik-siap-berantas-penangkapan-ikan-ilegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekda Boalemo Tinjau Kapal Todak 02  yang Tenggelam di Perairan Pantai Ratu</title>
		<link>https://prosesnews.id/sekda-boalemo-tinjau-kapal-todak-02-yang-tenggelam-di-perairan-pantai-ratu/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/sekda-boalemo-tinjau-kapal-todak-02-yang-tenggelam-di-perairan-pantai-ratu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 14:30:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Boalemo]]></category>
		<category><![CDATA[BOALEMO]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Boalemo]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[KKP RI]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Sherman Moridu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=26750</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Selang beberapa jam usai menerima informasi peristiwa tenggelamnya kapal Todak 02 di Perairan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sekda-boalemo-tinjau-kapal-todak-02-yang-tenggelam-di-perairan-pantai-ratu/">Sekda Boalemo Tinjau Kapal Todak 02  yang Tenggelam di Perairan Pantai Ratu</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_26751" aria-describedby="caption-attachment-26751" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-26751 size-full" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/174871772_203837141505483_3335052535507973749_n-e1618763913202.jpg" alt="" width="750" height="563" /><figcaption id="caption-attachment-26751" class="wp-caption-text">Sekda Boalemo, Sherman Moridu, ketika meninjau kondisi Kapal Todak 02 di Kawasan Pantai Ratu, Kecamatan Tilamuta. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></p>
<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Selang beberapa jam usai menerima informasi peristiwa tenggelamnya kapal Todak 02 di Perairan Wisata Pantai Ratu, Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Sherman Moridu, langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Minggu (18/04/2021).</p>
<p>Didampingi unsur Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boalemo, serta Kepala Desa Tenilo, Sherman Moridu, memastikan dan menggali informasi lebih dalam terkait sebab akibat (kausalitas) peristiwa yang tak diinginkan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami Pemerintah Daerah, tentu menyayangkan dan tak menginginkan kejadian ini. Olehnya saya turun langsung memastikan bagaimana kronologi sehingga terjadi seperti ini,&#8221;kata Sherman, kepada Prosesnews.id. Minggu, (18/04/2021).</p>
<p>Dikatakan Sherman, kapal tersebut merupakan hibah Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) kepada Pemerintah Daerah Boalemo sejak Tahun 2020 lalu.</p>
<p>&#8220;Insya Allah saya akan segera mengundang Dinas terkait, yaitu DKP dan Dinas Pariwisata. Mempertanyakan dan mencarikan solusi atas kejadian ini,&#8221;pungkas Sekda Boalemo.</p>
<p>Seperti diberitakan Prosesnews.id sebelumnya, kapal yang memiliki bobot 46 Gross Ton (GT) yang dilengkapi AC dan fasilitas lainnya itu, tenggelam sekitar Pukul 05.00 Wita pagi tadi, di Perairan Wisata Pantai Ratu, Desa Tenilo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo. Minggu, (18/04/2021).</p>
<pre><strong>Penulis : Abdul Majid Rahman</strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sekda-boalemo-tinjau-kapal-todak-02-yang-tenggelam-di-perairan-pantai-ratu/">Sekda Boalemo Tinjau Kapal Todak 02  yang Tenggelam di Perairan Pantai Ratu</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/sekda-boalemo-tinjau-kapal-todak-02-yang-tenggelam-di-perairan-pantai-ratu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Bantuan KKP Tengelam, Ramly : Pemkab Boalemo Tidak Bertanggung Jawab</title>
		<link>https://prosesnews.id/kapal-bantuan-kkp-tengelam-ramly-pemkab-boalemo-tidak-bertanggung-jawab/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/kapal-bantuan-kkp-tengelam-ramly-pemkab-boalemo-tidak-bertanggung-jawab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 13:32:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BOALEMO]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Boalemo]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Hibah KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Todak 02]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[KKP RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Boalemo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ramly Syawal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=26737</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID – Kapal Todak 02, bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dihibahkan ke...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kapal-bantuan-kkp-tengelam-ramly-pemkab-boalemo-tidak-bertanggung-jawab/">Kapal Bantuan KKP Tengelam, Ramly : Pemkab Boalemo Tidak Bertanggung Jawab</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_26738" aria-describedby="caption-attachment-26738" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-26738 size-full" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-18-at-9.26.34-PM-e1618752440225.jpeg" alt="" width="750" height="425" /><figcaption id="caption-attachment-26738" class="wp-caption-text">Kondisi terkini Kapal Todak 02 yang dihibahkan KKP-RI ke Pemkab Boalemo pada Tahun 2020 lalu. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID –</strong> Kapal Todak 02, bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dihibahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Boalemo Tahun 2020 lalu, tenggelam di perairan laut, kawasan Wisata Pantai Ratu, Desa Tenilo, Kabupaten Boalemo.</p>
<p>Informasi yang berhasil dirangkum Prosesnews.id dari sejumlah saksi yang menyaksikan peristiwa tersebut, kapal dengan bobot 46 Gross Ton (GT) yang dilengkapi AC dan fasilitas lainnya itu, tenggelam sekitar Pukul 05.00 Wita pagi tadi. Minggu, (18/04/2021).</p>
<p>Ramly Syawal, salah satu aktivis Pemuda Boalemo yang begitu mendengar peristiwa ini, mengaku kaget dan heran. Ia pun menyayangkan kinerja dan pengawasan Pemkab Boalemo, khususnya Dinas terkait. Menurutya, kejadian itu menandakan, bahwa Pemkab Boalemo tidak bertanggung jawab.</p>
<p>“Saya menilai ada indikasi pembiaran dari Pemkab Boalemo. Peristiwa ini menurut saya sangat memalukan yang tidak seharusnya terjadi. Saya minta Pemkab Boalemo bertanggung jawab,”tegasnya, Minggu, (18/04/2021).</p>
<p>Dikatakan Ramly, pihaknya tak akan tinggal diam atas kejadian tersebut. Ia memastikan, dalam waktu dekat ini, bakal melayangkan laporan ke KKP, agar KKP mengutus tim, mengevaluasi berbagai bantuan yang selama ini diberikan ke Pemkab Boalemo.</p>
<p>“Saya masih merampungkan seluruh bukti soal lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemkab Boalemo, terutama Dinas terkait soal bantuan KKP. Tentunya, kejadian ini merupakan kerugian Negara. Sehingga tidak bisa dibiarkan,”tegasnya lagi.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha tersambung dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boalemo.</p>
<pre><strong>Penulis : Abdul Majid Rahman</strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kapal-bantuan-kkp-tengelam-ramly-pemkab-boalemo-tidak-bertanggung-jawab/">Kapal Bantuan KKP Tengelam, Ramly : Pemkab Boalemo Tidak Bertanggung Jawab</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/kapal-bantuan-kkp-tengelam-ramly-pemkab-boalemo-tidak-bertanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
