<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kota Ambon Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/kota-ambon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/kota-ambon/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2021 00:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Kota Ambon Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/kota-ambon/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perubahan Besar, Tiga Asosiasi Pemerintah Daerah Bakal Satukan Visi Misi</title>
		<link>https://prosesnews.id/perubahan-besar-tiga-asosiasi-pemerintah-daerah-bakal-satukan-visi-misi/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/perubahan-besar-tiga-asosiasi-pemerintah-daerah-bakal-satukan-visi-misi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 00:52:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[APEKSI]]></category>
		<category><![CDATA[APKASI]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[marten]]></category>
		<category><![CDATA[Marten Taha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=30077</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; APEKSI, APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dan APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/perubahan-besar-tiga-asosiasi-pemerintah-daerah-bakal-satukan-visi-misi/">Perubahan Besar, Tiga Asosiasi Pemerintah Daerah Bakal Satukan Visi Misi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-30078" width="612" height="407" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-1024x682.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-300x200.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-768x512.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-750x500.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26-1140x760.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.53.26.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 612px) 100vw, 612px" /><figcaption>Wakil Ketua Umum Bidang Pemerintahan dan Otonomi Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Marten Taha, mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APEKSI, saat membuka Workshop Pengelolaan Anggaran Pemulihan Dampak Pandemi di Ambon.</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; APEKSI, APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dan APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia), siap menyatukan visi misi demi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pemerintahan dan Otonomi Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Marten Taha, yang juga Wali Kota Gorontalo, Rabu (10/06/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Belum lama ini Dewan Pengurus Pusat APEKSI menggelar pertemuan dengan APKASI, dalam pertemuan itu membahas berbagai hal, tentang kebijakan strategis masing-masing daerah, yang perlu untuk dikolaborasikan dalam satu visi misi. Nah, pertemuan ini bakal ditindak lanjuti dengan jajaran pengurus APPASI,&#8221; ujar Wali Kota Gorontalo Dua Periode tersebut, saat membuka workshop di Ambon yang digelar Komwil VI APEKSI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten menjelaskan, ada beberapa kebijakan Pemerintah Pusat yang sempat membuat kesulitan Pemerintah Daerah, satu diantaranya penerapan SIPD dan refocusing APBD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hal tersebut tentu tidak hanya menjadi persoalan serius seluruh Pemerintah Kota yang tergabung di APEKSI,&#8221; jelas Marten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut Marten, Namun hal itu juga turut dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. Inilah yang membuat kita harus menyatukan visi misi, berjuang bersama-sama di Pemerintah Pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebab, daerah itu tidak bisa berjuang sendiri-sendiri di pusat,&#8221; pungkasnya.<strong>(rls)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/perubahan-besar-tiga-asosiasi-pemerintah-daerah-bakal-satukan-visi-misi/">Perubahan Besar, Tiga Asosiasi Pemerintah Daerah Bakal Satukan Visi Misi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/perubahan-besar-tiga-asosiasi-pemerintah-daerah-bakal-satukan-visi-misi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Jadi Tuntutan</title>
		<link>https://prosesnews.id/pertumbuhan-ekonomi-di-tengah-pandemi-jadi-tuntutan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/pertumbuhan-ekonomi-di-tengah-pandemi-jadi-tuntutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 00:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[APEKSI]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Marten Taha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=30074</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini masih menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Pusat...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pertumbuhan-ekonomi-di-tengah-pandemi-jadi-tuntutan/">Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Jadi Tuntutan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-30075" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-1024x682.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-300x200.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-768x512.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-750x500.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59-1140x760.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-11-at-06.59.59.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wakil Ketua Umum Bidang Pemerintahan dan Otonomi Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Marten Taha, mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APEKSI, saat membuka Workshop Pengelolaan Anggaran Pemulihan Dampak Pandemi di Ambon.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini masih menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Pusat dan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak terkecuali Pemerintah Kota yang tergabung dalam APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Pemulihan kesehatan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi pun menjadi tuntutan pusat dan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten Taha mengatakan, workshop tentang pengelolaan anggaran pemulihan dampak pandemi Covid-19 merupakan kegiatan yang positif, karena diikuti oleh sekitar 17 Walikota dari masing-masing Provinsi di Indonesia Timur khususnya Komwil VI APEKSI</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Memang saat ini kita belum bisa mengatakan pasca pandemi, namun setidaknya masing-masing diantara daerah yang ada di Komwil VI telah menunjukan tren penurunan kasus pandemi Covid-19 yang signifikan. Seperti Ambon, Gorontalo dan kota-kota lain tergabung dalam Komwil VI APEKSI,&#8221; ungkap Waketum (Wakil Ketua Umum) Bidang Pemerintahan dan Otonomi Dewan APEKSI Pusat, Marten Taha, yang juga Wali Kota Gorontalo, Ambon, Rabu (10/06/2021)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut Marten, pandemi Covid-19 juga telah melumpuhkan seluruh sendi kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan roda pemerintahan daerah yakni APBD yang mau tidak mau harus dilakukan refocusing, atas kebijakan pusat. Program-program kegiatan yang telah direcanakan, terpaksa harus ditunda pencanangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berbagai kendala yang dihadapi bukan hanya sekedar tantangan yang positif, tetapi sebuah motivasi bagi kita semua untuk sedapat mengukin mengelola anggaran daerah, dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,&#8221; ucap Marten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Ketua Umum APEKSI Pusat berharap, dalam Komwil VI APEKSI ada soliditas dan solidaritas dalam membangun dan meningkatkan perekonomian Indonesia Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Wilayah Indonesia Timur sampai dengan saat ini menjadi kebanggaan negara, karena ada tiga daerah yang sukses meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, salah satunya Ambon,&#8221; ujarnya.<strong>(rls)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pertumbuhan-ekonomi-di-tengah-pandemi-jadi-tuntutan/">Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Jadi Tuntutan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/pertumbuhan-ekonomi-di-tengah-pandemi-jadi-tuntutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sensasi Kapulaga Kue Yahudi</title>
		<link>https://prosesnews.id/sensasi-kapulaga-kue-yahudi/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/sensasi-kapulaga-kue-yahudi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2021 14:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sirimau]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1442 H]]></category>
		<category><![CDATA[takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=27292</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak seperti kue pada umumnya, kue yahudi berselimut rempah kapulaga yang menambah aroma khas pada...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sensasi-kapulaga-kue-yahudi/">Sensasi Kapulaga Kue Yahudi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_27293" aria-describedby="caption-attachment-27293" style="width: 786px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-27293 size-full" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM.jpeg" alt="" width="786" height="532" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM.jpeg 786w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM-300x203.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM-768x520.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM-250x169.jpeg 250w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-28-at-10.55.15-PM-750x508.jpeg 750w" sizes="(max-width: 786px) 100vw, 786px" /><figcaption id="caption-attachment-27293" class="wp-caption-text">Kue Yahudi. Panganan asal Ambon. @InstafoodMaluku</figcaption></figure></p>
<p><strong><i>Tidak seperti kue pada umumnya, kue yahudi berselimut rempah kapulaga yang menambah aroma khas pada kue yang hanya ada ketika bulan puasa tiba.</i></strong></p>
<p>Setiap bulan Ramadan tiba, masyarakat Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku, selalu berburu beragam kuliner sebagai takjil atau penganan ketika berbuka puasa.</p>
<p>Pusat jajanan takjil di kawasan Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menjadi tempat paling tepat untuk mencari aneka kue dan kuliner. Masyarakat mengenalnya sebagai bursa kue Ramadan yang mulai buka sekitar pukul 15.00 dan biasanya sudah tutup menjelang waktu berbuka puasa pukul 18.00 WIT.</p>
<p>Di desa yang berjuluk Kampung Kue itu kita bisa menjumpai aneka kuliner tradisional yang terkadang kemunculannya hanya ada di bulan puasa. Dilengkapi tenda terpal, para penjual siap melayani pembeli.</p>
<p>Dengan baki beragam warna bak pelangi berisi aneka kue yang ditata apik pada meja-meja besar, tiap-tiap pedagang berlomba-lomba menawarkan aneka kue dan menu takjil.</p>
<p>Misalnya kue cara, kue dari adonan tepung terigu yang dicairkan kemudian dimasak dalam cetakan berbentuk bulat. Untuk isiannya memakai ikan cakalang yang sudah dipotong kecil-kecil dan ditumis dengan campuran bawang serta rempah. Ketika adonan dituang ke dalam cetakan, isian tadi langsung diletakkan di tengah adonan lalu diberi potongan cabai merah dan daun seledri.</p>
<p>Ada juga kue ampas terigu yang lebih mirip seperti roti, namun yang membedakan adalah adanya kelapa dan gula aren di dalam adonannya. Masih ada talam sagu yang tentu saja berbahan sagu dan diolah bersama gula merah, garam, dan santan kelapa. Untuk <em>topping</em> biasanya digunakan biji kenari. Kemudian ada kue yabu yang terbuat dari singkong parut, irisan kelapa parut, gula merah yang diiris tipis dan garam.</p>
<p>Tetapi ada satu kue yang selalu menjadi incaran masyarakat, bukan hanya yang berpuasa, namun juga warga non-Muslim di Kota Ambon. Namanya kue yahudi dan menjadi buruan favorit di bursa kue Ramadan Desa Batumerah. Kue ini sudah ada sejak 1985 dan dipopulerkan oleh keluarga Cokro, yang bermukim di Batumerah.</p>
<p>Dari beberapa literasi yang ada, kue ini merupakan menu warisan dari Ibu Nur Bargeis yang memiliki darah keturunan Ambon-Arab. Keluarga pembuatnya tidak pernah tahu mengapa kue buatan mereka dinamai sebagai kue yahudi.</p>
<p>Bentuk kuenya biasa saja, mirip kue tart atau kue bolu. Warnanya pun kuning pucat berpadu dengan cokelat, sepintas mirip kue brudel dari Manado. Bahan baku pembuatan kue yahudi juga tidak jauh berbeda dengan kue-kue lainnya. Ada terigu, telur, mentega, gula, vanila, dan cokelat bubuk. Pembedanya adalah terdapat pada kapulaga dan waktu pembuatannya yang bisa mencapai dua hari.</p>
<p>Kapulaga atau gardamu merupakan salah satu rempah paling populer di Maluku, selain buah pala. Berasal dari keluarga jahe-jahean (<em>Zingiberaceae</em>), terdapat dua jenis kapulaga yang tumbuh di Indonesia, yaitu kapulaga Jawa (<em>Amomum cardamomum</em>) dan kapulaga seberang atau kapulaga India (<em>Elettaria cardamomum</em>).</p>
<p>Rempah yang satu ini mengandung banyak mineral seperti mangan, kalsium, dan kalium. Kapulaga mengandung asiri dengan komponen utama <em>sineol</em> yang berkhasiat sebagai antidepresan atau penurun tekanan darah dan sebagai antiinflamasi atau penawar radang. Penyakit <em>halitosis</em> atau bau mulut karena radang akibat gigi berlubang juga dapat diobati dengan kapulaga.</p>
<p>Rempah-rempah menjadi alasan utama bangsa-bangsa Eropa untuk memasuki Nusantara. Mereka rela menempuh perjalanan laut berbulan-bulan melintasi ombak ganas samudra demi mendapatkan komoditas berharga kepulauan Nusantara, terutama dari Maluku. Mereka membeli rempah sebagai bahan baku pembuatan obat dan makanan serta kosmetik.</p>
<p>Pada pembuatan kue yahudi ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah menumbuk kapulaga hingga halus seperti tepung supaya bisa tercampur merata di dalam adonan kue. Selain itu kapulaga berbentuk tepung ini berguna agar meresap dan menebarkan aroma khas pada setiap potongan kue yahudi. Kapulaga yang digunakan jenis seberang karena ukurannya lebih besar dan aromanya jauh lebih kuat dari kapulaga Jawa.</p>
<p>Berbeda dengan adonan kue tart atau kue bolu, kue yahudi punya dua adonan, yaitu adonan utama dan adonan pendamping. Pada adonan utama atau babon, bahan bakunya terdiri dari tepung terigu, susu krim, mentega, telur, dan gula. Kemudian dimasak bersama air matang di atas api kecil. Setelah itu adonan kemudian diinapkan selama semalam supaya makin kalis, yaitu tahapan saat adonan sudah diuleni dengan baik.</p>
<p>Kemudian untuk adonan kedua dibuat dari bahan baku telur, susu krim, gula, dan tepung terigu. Setelah adonan kedua terbentuk sempurna, campurkan adonan pertama yang telah diinapkan dan diaduk. Perlahan, masukkan tepung kapulaga hingga tercampur rata di dalam kedua adonan yang sedang diaduk. Setelah semua bahan tercampur sempurna, siapkan loyang yang telah dilumuri mentega pada tepiannya dan masukkan adonan, lalu panggang di dalam oven dengan api kecil hingga matang.</p>
<p>Saat ini, kue yahudi telah diinovasi dengan pewarna alami daun suji agar tidak monoton kuning dan cokelat saja tetapi juga ada tambahan warna hijau. Kue yahudi dengan aroma kapulaga yang nikmat dengan rasa manis serta tekstur lembut seperti puding dan legit juga bisa dinikmati di dalam loyang kecil yang dapat disantap oleh satu orang saja.</p>
<p>Saat berbuka puasa, kue yahudi nikmat disantap sambil ditemani secangkir teh manis hangat. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dan tetap bangga dengan kuliner asli Indonesia.</p>
<pre><a href="https://indonesia.go.id/kategori/kuliner/2735/sensasi-kapulaga-kue-yahudi"><strong><em>Penulis : Anton Setiawan</em></strong></a>
<strong><em>Redaktur : Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari</em></strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sensasi-kapulaga-kue-yahudi/">Sensasi Kapulaga Kue Yahudi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/sensasi-kapulaga-kue-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
