
PROSESNEWS.ID – Memanfaatkan Minuman Keras (Miras) Jenis Cap Tikus, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, berhasil meproduksi Hand Sanitizer sendiri.
Hand Sanitizer yang berhasil diproduksi dari bahan dasar Miras Jenis Cap Tikus ini, awalnya, muncul dari ide brilian Kapolda Gorontalo, untuk menyulap barang terlarang tersebut, menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebelumnya, Miras Jenis Cap Tikus ini diperoleh dari beberapa kali jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, berhasil menggagalkan peredaran minuman keras jenis Cap tikus yang melintas di Wilayah Provinsi Gorontalo.
Bahkan pada bulan Juni lalu tepatnya (20/6/2020), Polda Gorontalo dalam hal ini Dit Resnarkoba telah memusnahkan 36 Ton (36.000 liter), yang dipimpin langsung oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. M. Adnas, M.Si., bersama Gubernur Gorontalo, dan dihadiri oleh Forkopimda Provinsi serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga tokoh pemuda.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. M. Adnas, M.Si., menjelaskan, dari beberapa kali penusnahan minuman keras inilah, kemudian muncul ide, untuk bisa memanfaatkan minuman keras cap tikus sebagai bahan pembuatan Hand Sanitizer.
“Dan kita bekerja sama dengan BPOM selanjutnya mengolah minuman keras jenis cap tikus ini menjadi hand sanitizer, dengan kualitas terbaik,” terang Kapolda Adnas dihadapan media, saat melihat langsung produksi hand sanitizer di SPN Polda Gorontalo. Kamis (23/7/2020).

Dijelaskannya, hand sanitizer ini, dibagikan secara cuma-cuma (gratis) kepada masyarakat, agar masyarakat dapat sehat dan tidak tertular Covid-19.
“Kami sangat sayang kepada masyarakat di Provinsi Gorontalo, apa yang saya lakukan ini, demi masyaakat. Namun saya harapkan masyarakat juga harus turut andil ikuti protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan, mari bersama kita gelorakan Gorontalo sehat, Gorontalo kondusif,” pesan Adnas.
Sementara itu Kepala BPOM Gorontalo Yudi Noviandi, menjelaskan keterlibatan BPOM dalam produksi Hands Sanitizer Polda Gorontalo, juga semata-mata membantu masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan Hands Sanitizer.
Yudi menjelaskan, Balai POM dilibatkan oleh Polda Gorontalo dalam mengawasi mutunya, agar hand sanitizer yang dihasilkan sesuai standar mutu bagi masyarakat.
Imbuhnya, BPOM dalam hal ini membantu dari segi pengujian kadar, serta kesesuaian standar, agar kadar alkohol sesuai standar yang dipersyaratkan, dapat berfungsi efektif, yakni mematikan bakteri atau virus namun tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
“Terima kasih sekali kepada bapak Kapolda yang telah menginisiasi berinovasi untuk membantu masyarakat di masa pandemi, dengan menyediakan hand sanitizer secara gratis, dengan kapasitas produksi sangat canggih, mudah-mudah produksi ini dapat membantu masyarakat guna mencegah penyebaran Covid- 19,” jelas Yudi.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,SIK., dalam kesempatan yang sama juga, mengatakan bahwa produk Hands Sanitizer Polda Gorontalo kualitasnya lebih bagus.
“Silakan teman-teman wartawan cek, Hands Sanitizer produk Polda Gorontalo lebih wangi, tidak lengket, dan soal mutu jelas terjamin karena kita bekerja sama dengan BPOM. Nantinya semua ini akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis, dan inilah wujud kepedulian Bapak Kapolda guna menekan laju penyebaran covid-19 di wilayah provinsi Gorontalo,” ujar Wahyu. (Usman)














