Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Daerah Gorontalo

Begini Strategi Penerapan Pembelajaran Untuk Anak Autis Dalam Kesehariannya

Editor by Editor
19 Des 2022 07:33
in Gorontalo, Pendidikan
Ilustrasi

Oleh : Dwi A. Nggai, Finka Misilu, Lala Anoez, Nurainun Pandju (Mahasiswa Jurusan PGpaud Universitas Negeri Gorontalo)

PROSESNEWS.ID, PENDIDIKAN– Anak berkebutuhan khusus (autisme) merupakan bagian integral dari anak yang memerlukan pendidikan khusus, anak autis mempunyai kelainan perilaku yakni anak lebih tertarik pada aktivitas mentalnya sendiri. Anak autis sangat perlu mendapatkan terapi dalam rangka membangun kondisi yang lebih baik.

Menurut amalia dan vidia (2018) hal yang mendasar dari anak autis yaitu kesulitan dalam memahami yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Sehingga, dalam proses belajar mengajar anak autis akan mengalami hambatan dalam penerimaan materi dari guru. Oleh karena itu, untuk setiap sekolah sudah seharusnya untuk menyiapkan guru pendamping yang terkhusus untuk anak berkebutuhan khusus.

Anak autis merupakan salah satu gangguan perkembangan yang terdapat pada anak, autis sering menunjukan dengan kurangnya kemampuan pada anak seperti kemampuan berinteraksi dengan orang banyak dan adanya perilaku berulang.

Penanganan pada anak autis sejak dini akan menghasilkan perkembangan anak yang semakin baik. Namun, pada dasarnya anak autis mengalami hambatan dalam belajar, seperti kurangnya kemampuan bersosial dan pola perilaku tidak sama dengan anak-anak pada umumnya.
Anak autis memiliki beberapa karakteristik diantaranya :

  1. Bisa menjadi anak aktif dan sebaliknya
  2. Menaruh minat yang sangat tinggi dan obsesi terhadap suatu benda
  3. Sulit mengubah rutinitas
  4. Melakukan sesuatu yang diulang-ulang tanpa alasan yang jelas
  5. Sering mengamuk atau merusak sesuatu karena rasa ingin tahu

Dari karakteristik yang dimiliki oleh anak autis di atas, sebagai pendidik maupun orang tua harus memiliki kesiapan dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus.

Karena pendidikan merupakan suatu kebutuhan setiap manusia sebagaimana yang telah diatur dalam UU nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlakukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Komunikasi anak autis secara secara non verbal ditunjukan dengan cara menarik tangan, menunjuk, ataupun memberi isyarat. Hal ini dilakukan karena anak autis non verbal susah untuk memproduksi kata yang akan diucapkan. Sedangkan untuk anak autis yang sudah verbal ditunjukan dengan suara atau kata-kata sebagai sebagai alat untuk komunikasi meski belum berbentuk kalimat yang lebih jelas.

Jika anak autis non verbal mengembangkan kemampuan berkomunikasinya dengan memahami kata melalui bunyi, intonasi, gerak, gambar, isyarat, ataupun aktifitas lain yang sudah rutin dilakukan.

Kami melakukan observasi pada salah satu sekolah yang berada di Kota Gorontalo dan menemukan permasalahan mengenai anak berkebutuhan khusus yaitu anak autis. Namun sekolah yang kami temukan adalah sekolah seperti pada umumnya, bukan sekolah untuk anak yang berkebutuhan khusus. Kami melihat anak tersebut terlihat aktif, dan sangat menyukai hal-hal yang menurutnya menarik dan itu semua di biarkan oleh gurunya.

Namun, tetap diawasi oleh ibunya karena tidak memiliki guru pendamping yang khusus untuk anak tersebut pada sekolah itu. Bahkan anak tersebut sering kali ditegur oleh gurunya agar tidak melakukan suatu hal yang anak itu akan lakukan.

Anak ini kurang berkomunikasi dengan temannya dan lebih memilih untuk melakukan aktifitasnya sendiri. Ibunya sering menawarkan kepada sang anak agar bisa ikut bermain dan belajar bersama anak-anak yang lain, namun sang anak menolak untuk berbaur dengan teman-temannya. Anak tersebut lebih memilih untuk fokus pada kesibukannya sendiri tanpa mau berkomunikasi dengan yang lain.

Anak autis merupakan gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi anak terganggu. Sampai pada saat ini penyebab anak autis belum diketahui pasti, namun penyakit ini dapat diobati dengan cara terapi, berikan stimulasi yang baik pada anak serta berikan sekolah khusus untuk sang anak agar dia bisa lebih mengerti dengan suatu hal.

Karena disekolah khusus atau sering disebut dengan SLB anak autis bisa mendapatkan pembelajaran khusus secara langsung, disanalah anak bisa dibina dengan keadaanya karena pada sekolah SLB pendidiknya khusus untuk anak yang berkebutuhan khusus. Di SLB sekolahnya bertujuan untuk membantu peserta didik yang menyandang kelainan fisik atau mental agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi yang mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial.

Solusi yang dapat di ambil dari permasalah diatas yaitu anak autis perlu mendapatkan terapi dalam rangka untuk membangun kondisi anak agar menjadi lebih baik. Terapi bagi anak autis mempunyai tujuan untuk mengurangi masalah perilaku, meningkatkan kemampuan dan perkembangan belajar anak dalam hal penguasaan bahasa dan membantu anak autis agar mampu bersosialisasi dalam beradaptasi dilingkungan sosial.

Kemudian untuk pendidikan, masukan anak pada sekolah inklusif karena sekolah inklusif akan menciptakan lingkungan yang menyenangkan, ramah dan dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri bagi anak berkebutuhan khusus karena disana anak akan mengenyam pendidikan yang layak sesuai dengan hak mereka dan anak dapat menerima pendidikan yang setara dikelas bersama teman-teman usianya. Serta berikan pembelajaran dan stimulasi yang baik untuk perkembangan anak autis karena itu merupakan bagian penting bagi anak.

Pembelajaran yang diberikan kepada anak autis lebih efektif dan efisien harus disesuaikan kebutuhan dan kondisi anak sendiri. dalam hal ini sangat dibutuhkan inovasi dan kreatifitas guru dalam rangka menarik dan memotivasi anak agar mau dan fokus dalam mengikuti pembelajaran yang akan dilakukan. Guru dapat melakukan beberapa metode pembelajaran seperti metode pembelajaran langsung, metode pembelajaran koperatif, metode pembelajaran demonstrasi dan sebagainya.

Tags: Anak AutisAutisCara Mengajar AutisgorontaloPendidikan Anak Autis
ShareTweetSendSharePin4

Berita Terkait

Terminal Tipe B Limboto Resmi Beroperasi, Gusnar Ismail Tekankan Keberhasilan dan Tata Kelola

by Editor
17 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID — Terminal Tipe B Limboto di Kelurahan Kayu Bulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, resmi beroperasi. Peresmian operasional terminal tersebut...

Tak Hanya Urus KB, Kader IMP Tibawa Didorong Jadi Penguat Karakter Kebangsaan

by Editor
14 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID — Penguatan nilai kebangsaan dinilai perlu menyentuh masyarakat hingga tingkat desa. Peran tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga...

Ekonomi Gorontalo Ditargetkan Tumbuh hingga 6,7 Persen pada 2027

by Editor
14 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin menguat pada 2027. Dalam rancangan kebijakan anggaran tahun depan,...

Gorontalo Karnaval Karawo 2026 Berlangsung Meriah

by Editor
12 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID – Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 berlangsung meriah di Jalan John Aryo Katili, Kota Gorontalo, pada Sabtu (12/9/2026). Ratusan...

Sultan Kalupe Sebut Karnaval Karawo Harus Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

by Editor
12 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID — Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa Gorontalo Karnaval Karawo...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Hukum

Polsek Tolangohula Akui Menerima Uang pada Kasus Pengeroyokan

by Editor
16 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID – Kanit Reskrim Polsek Tolangohula Aipda Joko Mulyo mengakui menerima uang dari istri korban dugaan pengeroyokan Yasin Palowa warga...

Dijanjikan Jalan-jalan ke Menara Limboto, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Persetubuhan

16 Sep 2026
Foto: KPK

KPK Tangkap Tangan 8 Tersangka Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, Rp106 Miliar Disita

16 Sep 2026
Ketua Komisi 1 DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, S.H

CSR PT Gorontalo Minerals Diminta Berorientasi pada Peningkatan Kualitas SDM Lokal

16 Sep 2026

Melampaui Drama Birokrasi: Menggalang Persatuan dan Gagasan Baru untuk Kadin Gorontalo

17 Sep 2026

Hampir 7 Bulan Lapor Pengeroyokan, Warga Kabgor Pertanyakan Kejelasan

15 Sep 2026

TERBARU

Terminal Tipe B Limboto Resmi Beroperasi, Gusnar Ismail Tekankan Keberhasilan dan Tata Kelola

17 Sep 2026

Melampaui Drama Birokrasi: Menggalang Persatuan dan Gagasan Baru untuk Kadin Gorontalo

17 Sep 2026
Ketua Komisi 1 DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, S.H

CSR PT Gorontalo Minerals Diminta Berorientasi pada Peningkatan Kualitas SDM Lokal

16 Sep 2026

Dijanjikan Jalan-jalan ke Menara Limboto, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Persetubuhan

16 Sep 2026
Hendrawan Dwikarunia Datukramat

Optimisme Baru Dunia Usaha Gorontalo: Kedaulatan Kadin dan Kedewasaan Kolaborasi Strategi

16 Sep 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.