
PROSESNEWS.ID — Penguatan nilai kebangsaan dinilai perlu menyentuh masyarakat hingga tingkat desa. Peran tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan oleh kader yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota MPR RI H. Jasin U. Dilo saat melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Tibawa. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tibawa dengan melibatkan para kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).
Peserta yang hadir terdiri atas kader IMP tingkat kecamatan, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub-PPKBD, kader posyandu, serta sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menjadi bagian dari forum yang membahas pentingnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan peserta, Jasin menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tidak sebatas materi yang dipahami secara teoritis.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui peran para kader yang memiliki kedekatan dengan warga di tingkat desa.
“Kader IMP yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki posisi strategis tidak hanya dalam menyukseskan program keluarga berencana, tetapi juga sebagai garda terdepan penanaman karakter bangsa dan persatuan,” ujar Jasin.
Jasin menilai posisi kader IMP menjadi penting karena mereka memiliki ruang interaksi yang luas dengan masyarakat. Selain mendukung program keluarga berencana dan ketahanan keluarga, kader juga dapat menjadi perantara dalam menyampaikan nilai persatuan, toleransi, serta karakter kebangsaan kepada masyarakat.
Ia berharap pemahaman terhadap Empat Pilar tidak berhenti pada forum sosialisasi. Para kader diharapkan dapat meneruskan pesan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi dengan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Tibawa menjadi salah satu upaya memperluas penyampaian wawasan kebangsaan melalui jaringan kader yang telah terbentuk di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan kader IMP, edukasi mengenai Empat Pilar dapat menjangkau kelompok masyarakat hingga tingkat desa.
Bagi Jasin, penguatan wawasan kebangsaan juga memiliki keterkaitan dengan ketahanan keluarga. Keluarga sebagai lingkungan sosial terdekat memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap toleransi, dan rasa persatuan sebelum nilai-nilai tersebut berkembang di lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Melalui sosialisasi ini, kader IMP diharapkan tidak hanya menjalankan perannya dalam mendukung program keluarga berencana, tetapi juga mampu menjadi penggerak dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Penguatan ketahanan keluarga dan wawasan kebangsaan pun diharapkan dapat berjalan beriringan, dengan keluarga dan masyarakat sebagai fondasi dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun serta memperkokoh persatuan bangsa.











