
Oleh: Hendrawan Dwikarunia Datukramat (Mantan Presiden BEM UNG 2023)
PROSESNEWS.ID – Provinsi Gorontalo hari ini berdiri di ambang lompatan ekonomi yang sangat menjanjikan. Dengan potensi sumber daya dan gairah UMKM yang terus bertumbuh pascapandemi, kita memiliki modal kuat untuk menjadi magnet investasi di kawasan regional. Namun, untuk mewujudkan optimisme tersebut, ada satu pilar fundamental yang harus diperkuat: hadirnya ekosistem dunia usaha yang sehat, mandiri, dan berdaulat.
Di sinilah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengambil peran sentralnya. Sesuai amanat Undang-Undang No. 1 Tahun 1987, Kadin lahir bukan sekadar sebagai perkumpulan pengusaha, melainkan sebagai wadah pemikir (think tank) dan arsitek lanskap ekonomi daerah. Peran strategis Kadin sangatlah vital; merekalah yang memetakan rantai pasok komoditas lokal, menjembatani UMKM dengan akses modal dan pasar global, serta menjadi navigator utama bagi masuknya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Asing (PMA). Kemerdekaan Kadin dalam mengatur urusan rumah tangganya sendiri adalah energi utama yang akan memacu inovasi dan akselerasi bisnis di daerah ini.
Dalam perjalanan membangun kemitraan yang ideal, kita tentu tidak lepas dari dinamika. Riak belakangan ini, di mana sempat muncul keengganan dari sebagian instrumen birokrasi di daerah untuk mengakui hasil musyawarah kota (Muskot) Kadin dengan dalih miskomunikasi, sejatinya harus kita pandang secara bijak sebagai fase transisi menuju kedewasaan tata negara. Konsepsi “Mitra Strategis” menempatkan pemerintah dan Kadin pada posisi yang sejajar; saling menghormati yurisdiksi, menjaga batas wewenang, dan berkolaborasi murni untuk eksekusi kebijakan publik, bukan untuk melahirkan subordinasi.
Menghadapi dinamika tata kelola semacam ini, kita harus melihat gambaran besarnya. Sebagai seorang Certified Strategic Development Professional (CSDP), saya meyakini bahwa nyawa dari sebuah ekosistem investasi adalah kepastian (business certainty). Para pemodal dan pelaku usaha sangat memprioritaskan stabilitas tata kelola. Ekosistem ekonomi yang sehat hanya bisa tumbuh di daerah yang pemerintahnya sangat menghormati otonomi entitas swasta. Ketika kedaulatan Kadin dihormati secara proporsional dan tidak diintervensi oleh kekuasaan administratif, di saat itulah kepercayaan (trust) publik dan investor akan mengalir deras ke Gorontalo.
Menjaga kepastian tersebut tentunya membutuhkan visi kepemimpinan daerah yang modern. Melalui kacamata Certified Master Strategic Leader (CMSL), kepemimpinan publik hari ini menuntut agility (ketangkasan) dan visi jangka panjang, bukan keterikatan pada ego sektoral. Seorang pemimpin strategis yang matang tidak akan menghabiskan energi birokrasinya untuk memperdebatkan legalitas forum independen yang wewenangnya sudah terang benderang diatur oleh undang-undang. Kepemimpinan yang sejati akan langsung memikirkan langkah kolaboratif untuk segera berlari menyelesaikan tantangan kemiskinan, inflasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh lagi, jika di tengah jalan terdapat miskomunikasi antar-lembaga, solusinya bukanlah dengan melempar wacana delegitimasi di ruang publik. Sebagai seorang Certified Master Communicator (CMC), saya melihat bahwa komunikasi publik yang bermartabat adalah kunci peradaban birokrasi. Resolusi sebuah kebuntuan menuntut para pihak untuk duduk bersama di meja dialog secara konstruktif. Komunikasi harus digunakan sebagai instrumen untuk membangun jembatan pemahaman, bukan untuk mendirikan tembok arogansi yang justru merugikan citra kolaborasi itu sendiri.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan dukungan moral dan kepercayaan penuh kepada jajaran pengurus Kadin Kota Gorontalo yang telah menerima mandat konstitusi organisasi, maupun pimpinan Kadin di masa mendatang. Saya memiliki keyakinan besar bahwa kedaulatan yang ada di tangan Anda akan diubah menjadi karya nyata. Teruslah melangkah maju dengan gagah; niat tulus Saudara-saudara sekalian untuk memajukan daerah, memberdayakan UMKM, dan membuka lapangan kerja adalah wujud patriotisme ekonomi yang sesungguhnya. Kadin tidak berjalan sendirian, kawan-kawan memiliki dukungan yang luas.
Sebagai penutup, saya mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat luas, untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan Kadin. Mari kita sudahi perdebatan administratif yang kontraproduktif dan mulai merapatkan barisan. Kepemimpinan daerah yang bijak dan visioner tentu akan menyambut optimisme ini dengan membuka pintu selebar-lebarnya, merajut dialog yang bermartabat, dan berjalan berdampingan bersama Kadin demi satu tujuan mulia: Gorontalo yang sejahtera, maju, dan berdaya saing global.










