
PROSESNEWS.ID – Warga Desa Bonedaa, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, mendadak gempar. Seorang sopir bernama Masrur (50) ditemukan tewas tergantung di dalam kamar rumah kontrakannya pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 23.30 WITA.
Saksi mata, Hasri (31), awalnya merasa curiga karena korban tidak kunjung bangun sejak siang hari. Saat mengajak warga untuk mengecek kamar korban, mereka menemukan pria asal Bengkulu Utara tersebut sudah tidak bernyawa.
Korban ditemukan dalam posisi leher terlilit ikat pinggang cokelat yang terikat di kusen ventilasi, dengan kaki masih menyentuh lantai.
Polisi menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada dugaan bunuh diri di lokasi kejadian. Selain satu botol racun rumput merek Glue Best yang telah terbuka, petugas juga menemukan gelas berisi sisa cairan pestisida.
Dugaan tersebut semakin diperkuat dengan unggahan terakhir pada status WhatsApp korban pada pukul 10.54 WITA. Korban mengunggah foto botol racun dan gelas berisi cairan hijau dengan keterangan singkat, “sudah lebih dekat dengan Tuhan”.
Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Sri Rahayu Datau, menyebut korban telah dua tahun tinggal di rumah milik Alfon Isa tersebut.
Sehari-hari, Masrur bekerja sebagai sopir di PT Batara Jaya dan tinggal bersama rekannya, Mas Nono.
Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RS Toto pada pukul 02.25 WITA.
Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone Bolango masih meminta keterangan dari saksi Hasri guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.














