
PROSESNEWS.ID – Pembangunan jalan lingkungan di Kelurahan Lekobalo, Kota Gorontalo, mulai digunakan warga. Genangan yang sebelumnya menjadi keluhan perlahan berkurang. Namun di balik perubahan itu, persoalan pembayaran kepada vendor belum sepenuhnya tuntas. Pada saat yang sama, muncul informasi adanya dugaan kontrak di belakang layar dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Pihak vendor mengaku telah menyuplai material untuk proyek tersebut, termasuk penutup manhole berbahan cast iron. Namun hingga kini, pembayaran disebut belum dilunasi secara keseluruhan, meski sebagian material telah terpasang dan digunakan di lokasi.
“Kami sudah mengirim material sesuai kesepakatan, tetapi pembayaran belum tuntas,” ujar Muh. Darmaji dari CV Jangkar Mas, salah satu vendor dalam proyek yang didanai APBN dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar tersebut.
Di sisi lain, pihak kontraktor disebut masih berupaya menyelesaikan kewajiban tersebut. Informasi yang diperoleh menyebutkan adanya kendala dalam pengumpulan dana, sehingga pelunasan belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Kondisi ini menempatkan vendor pada posisi menunggu, sementara pekerjaan di lapangan tetap berjalan.
Dalam praktik pelaksanaan proyek, hubungan antara kontraktor dan vendor menjadi salah satu penentu kelancaran pekerjaan. Ketika pembayaran tersendat, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi finansial, tetapi juga berpotensi memengaruhi penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Hingga saat ini, sejumlah bagian proyek masih terlihat belum rampung. Beberapa lubang saluran air di tepi jalan masih terbuka, dan sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara progres pekerjaan dan persoalan pembayaran yang terjadi.
Di tengah kondisi itu, muncul pula informasi mengenai adanya dugaan kontrak di luar mekanisme utama yang mengatur pelaksanaan pekerjaan. Informasi ini masih bersifat terbatas dan belum mendapat konfirmasi dari seluruh pihak terkait.
Jika benar, praktik semacam itu berpotensi memperpanjang rantai pelaksanaan pekerjaan, dari kontraktor utama ke pihak lain, hingga ke vendor. Dalam rantai yang semakin panjang, alur pembayaran menjadi lebih kompleks dan berpotensi tersendat di bagian akhir.
Namun hingga kini, persoalan yang paling nyata tetap berada pada hubungan antara vendor dan kontraktor, yakni kewajiban pembayaran yang belum sepenuhnya diselesaikan.
Di permukaan, jalan mulai digunakan dan manfaatnya mulai dirasakan warga. Namun di balik itu, ada proses lain yang masih berjalan, tidak terlihat, tetapi menentukan apakah sebuah pekerjaan benar-benar telah selesai.
Sebab dalam sebuah proyek, yang tampak selesai belum tentu benar-benar tuntas.











