
PROSESNEWS.ID — Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Gorontalo akan melaksanakan roadshow pembinaan dan monitoring implementasi Posyandu di seluruh kabupaten. Rencana tersebut dipaparkan Sekretaris TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, dalam rapat koordinasi tingkat provinsi di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Senin (27/4/2026).
Rapat koordinasi itu dipimpin langsung Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan. Roadshow ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 berjalan optimal di daerah.
“Roadshow ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, memonitor pelaksanaan di lapangan, serta mengidentifikasi kendala dan solusi,” ujar Yana.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai dari Kabupaten Pohuwato pada 28 April 2026, kemudian berlanjut ke kabupaten lainnya. Dalam setiap kunjungan, TP Posyandu Provinsi akan melibatkan enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2018.
Sebagai bagian dari evaluasi, lima desa pilot project di masing-masing kabupaten akan menjadi fokus peninjauan implementasi enam SPM di Posyandu. Desa-desa tersebut antara lain Desa Langge di Kabupaten Bone Bolango, Desa Tabumela di Kabupaten Gorontalo, Desa Marisa Utara di Kabupaten Pohuwato, Desa Hungayonaa di Kabupaten Boalemo, serta Desa Molingkapoto di Kabupaten Gorontalo Utara.
Selain melakukan peninjauan lapangan, TP Posyandu Provinsi juga akan menggelar pertemuan bersama OPD terkait untuk membahas capaian program, hambatan, serta langkah tindak lanjut. Fokus utama diarahkan pada desa pilot project sebagai lokus integrasi layanan Posyandu berbasis enam SPM.
“Kami berharap saat turun ke lapangan, sudah ada peningkatan pemahaman dan implementasi di masing-masing sektor,” kata Yana.
Roadshow ini juga akan menjadi ruang evaluasi terhadap komitmen OPD dalam mendukung penguatan Posyandu. Dari hasil pertemuan tersebut diharapkan lahir rencana tindak lanjut yang konkret untuk menjawab berbagai tantangan di daerah.
“Harapannya kerja sama dari kita semua dan tentunya pemberdayaan masyarakat memberikan perubahan yang besar bagi Provinsi Gorontalo utamanya dalam mencerdaskan,menyehatkan dan kita bebas stunting,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menegaskan pentingnya peran aktif enam OPD dalam pelaksanaan enam SPM. Ia menilai keterlibatan OPD masih belum optimal, sehingga diperlukan langkah konkret pascarapat guna memperkuat implementasi di tingkat kabupaten, khususnya pada desa pilot project, agar capaian Posyandu di Gorontalo lebih terlihat dan berdampak luas.









