
PROSESNEWS.ID – Polda Gorontalo meningkatkan pengamanan pada kegiatan nonton bareng (nobar) dua laga terakhir Piala Dunia 2026 dengan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mulai dari peredaran minuman keras, senjata tajam, hingga kemungkinan konflik antarsuporter.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Lukman Cahyono, mengatakan seluruh penyelenggara nobar diminta ikut berperan menjaga keamanan dengan menerapkan sejumlah aturan sebelum kegiatan berlangsung.
“Kami juga meminta penyelenggara mengingatkan para penonton agar tidak mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, senjata api maupun barang-barang berbahaya lainnya yang dapat memicu gangguan keamanan,” ujar Lukman.
Menurutnya, imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif agar suasana nobar tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Selain itu, kepolisian juga mewaspadai potensi gesekan antarsuporter, terutama apabila euforia pertandingan tidak terkendali. Untuk mengantisipasi hal tersebut, personel kepolisian akan ditempatkan di setiap lokasi nobar guna melakukan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat.
Petugas akan memantau jalannya kegiatan sejak pertandingan dimulai hingga selesai untuk memastikan seluruh rangkaian nobar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pengamanan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang melibatkan Polda Gorontalo, jajaran Polres, TNI, serta pemerintah daerah menjelang perebutan tempat ketiga dan partai final Piala Dunia 2026.
Lukman mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati pertandingan dengan mengedepankan sportivitas dan saling menghormati antarsuporter.
“Silakan menonton dan merayakan kemenangan tim favorit dengan tertib. Mari kita sama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan menghormati sesama agar kegiatan nobar berlangsung aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.












