
PROSESNEWS.ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo mengerahkan 60 dokter dalam pelaksanaan khitanan massal yang digelar di Puskesmas Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan sosial tersebut diikuti sebanyak 100 peserta dan menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118.
Khitanan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara IDI Kabupaten Gorontalo dengan Anggota DPD RI asal Gorontalo, Rahmijati Jahja. Selain 60 dokter, kegiatan juga didukung sekitar 50 perawat serta tim bantuan medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Ketua IDI Kabupaten Gorontalo, dr. Jeinfer Rivian Lestyorini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian profesi dokter kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga.
Menurutnya, pelaksanaan khitanan massal tahun ini merupakan tahun kedua kerja sama antara IDI Kabupaten Gorontalo dan Rahmijati Jahja.
“Khitanan massal ini menjadi bagian dari pengabdian dokter kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118,” ujar dr. Jeinfer.
Ia menjelaskan, seluruh tindakan khitan dalam kegiatan tersebut menggunakan teknik konvensional. Metode itu dipilih karena dinilai lebih aman dan mampu meminimalkan risiko komplikasi selama proses tindakan medis.
“Dua peserta akhirnya mengundurkan diri karena orang tuanya menginginkan metode laser. Sementara pada kegiatan ini kami menggunakan teknik konvensional demi menjaga keamanan dan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Selain layanan khitanan massal, IDI Kabupaten Gorontalo juga menggelar aksi donor darah yang terbuka bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 yang bertujuan meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.












