
PROSESNEWS.ID – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo menggelar Temu Pemuda dalam rangka memperingati Hari Pemuda Internasional yang diperingati setiap 12 Agustus. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Inspektorat, Rabu (12/08/2026).
Temu Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah sekaligus mendorong mereka agar mampu mengambil peran sebagai kontrol sosial dan calon pemimpin masa depan.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan pemuda memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut aktif dalam berbagai kegiatan, tetapi juga harus memiliki eksistensi dan kontribusi nyata dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Gorontalo.
“Pemuda memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dan juga merupakan calon pemimpin masa depan. Karena itu, pemuda harus mempunyai eksistensi dalam pembangunan di Gorontalo,” ujar Sultan.
Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Sedikitnya terdapat lima program kepemudaan yang menjadi perhatian pemerintah ke depan.
Pertama, pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi anak muda melalui organisasi kepemudaan (OKP). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi pemuda agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kedua, pembukaan lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan. Pemerintah akan mendorong terciptanya peluang kerja dan usaha bagi pemuda melalui sinergi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian UMKM.
Ketiga, memberikan ruang partisipasi bagi pemuda dalam pembangunan. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi turut menyampaikan ide, gagasan, serta masukan positif kepada pemerintah.
Keempat, penguatan kesehatan dan olahraga pemuda. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan olahraga akan terus ditingkatkan, salah satunya melalui kegiatan Gorontalo Half Marathon.
Kelima, penguatan ideologi dan rasa cinta terhadap Indonesia. Hal ini dilakukan melalui berbagai agenda kepemudaan yang bertujuan menanamkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sultan berharap momentum Hari Pemuda Internasional dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda Gorontalo untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Pemuda harus mampu menjadi bagian dari solusi dan memberikan kontribusi positif bagi daerah. Ruang untuk berpartisipasi akan terus kita dorong,” tandasnya.










