
PROSESNEWS.ID— Upaya meningkatkan jumlah peserta dari luar daerah terus dilakukan panitia Gorontalo Half Marathon (GoHM) 2026. Kali ini, promosi menyasar komunitas pelari di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kotamobagu dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, bersama tim GoHM mendatangi komunitas pelari di Kotamobagu, Sabtu (19/9/2026).
Bertempat di Lapangan Kotamobagu, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 pelari. Sejumlah komunitas turut ambil bagian, di antaranya Koko Runners serta perwakilan klub lari dari Kotamobagu, Bolaang Mongondow, dan wilayah sekitarnya.
Agenda tersebut tidak hanya dikemas dalam bentuk sosialisasi GoHM 2026. Para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan kesehatan, mulai dari Pocari Sweat Run, donor darah, edukasi kesehatan bersama dokter, hingga zumba.
Sultan mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari komunitas pelari setempat. Bahkan, sekitar 70 runner telah melakukan listing sebagai calon peserta GoHM 2026 di Gorontalo.
“Kami diterima dengan baik. Antusias masyarakat dan para runner di sekitar Kotamobagu sangat bagus,” ujar Sultan.
Ia menilai jumlah tersebut masih memungkinkan untuk bertambah. Menurutnya, pelari dari Bolaang Mongondow Raya dan daerah sekitar memiliki minat cukup tinggi terhadap berbagai event lari yang diselenggarakan di Gorontalo.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah runner asal wilayah tersebut yang datang mengikuti event lari di Gorontalo berada di kisaran 70 hingga 100 peserta.
Untuk memperluas jangkauan peserta, panitia GoHM 2026 telah menyiapkan sejumlah program promosi yang menyasar pelari dari luar Gorontalo.
Setelah Kotamobagu, agenda sosialisasi akan dilanjutkan di Lapangan Molibagu. Roadshow ini menjadi bagian dari upaya panitia memperkenalkan GoHM 2026 sekaligus membuka peluang lebih besar bagi runner dari berbagai daerah untuk ambil bagian.
Dengan keterlibatan peserta dari luar Gorontalo, GoHM 2026 diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan potensi sport tourism di Provinsi Gorontalo.










