
PROSESNEWS.ID — Penemuan kerangka manusia di kawasan perkebunan tebu di Kabupaten Boalemo masih menyisakan tanda tanya. Polisi hingga kini masih berupaya memastikan identitas kerangka tersebut.
Kerangka yang ditemukan diketahui berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan pemeriksaan awal, kerangka tersebut diperkirakan berusia antara 17 hingga 25 tahun.
Penemuan kerangka tersebut kemudian dikaitkan dengan seorang perempuan bernama Eca yang dilaporkan hilang sekitar tiga bulan lalu dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Kecurigaan itu muncul setelah sejumlah barang ditemukan di sekitar lokasi penemuan kerangka. Barang-barang tersebut di antaranya telepon genggam, gelang, dan penggalan pakaian yang disebut memiliki kemiripan dengan barang yang dikenakan Eca sebelum dinyatakan hilang.
Meskipun demikian, kepolisian belum memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan Eca.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Gorontalo, AKBP dr. Dhiwangkoro Aji Kadarmo mengatakan, proses identifikasi masih terus dilakukan melalui pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas kerangka tersebut.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.
“Masih kami dalami melalui pemeriksaan DNA,” ujar Dhiwangkoro.
Ia menegaskan, kesamaan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi dengan barang milik Eca belum cukup untuk memastikan identitas kerangka.
Karena itu, polisi masih menunggu hasil tes DNA sebagai dasar untuk memastikan identitas perempuan yang kerangkanya ditemukan di kebun tebu tersebut.
Hingga saat ini, identitas kerangka perempuan tersebut masih belum dapat dipastikan.








