
PROSESNEWS.ID – Produk keripik yang selama ini diproduksi masyarakat Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mulai mendapat perhatian serius untuk dikembangkan menjadi produk UMKM yang mampu bersaing di pasar lebih luas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gorontalo mengalokasikan Rp50 juta untuk mendukung pengembangan usaha keripik Tilihuwa. Program tersebut menyasar 50 pelaku UMKM yang selama ini menjalankan usaha produksi keripik.
Peluncuran produk sekaligus program pemberdayaan tersebut dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo Sukri Moonti, serta sejumlah pimpinan OPD dan stakeholder terkait pada Selasa (15/09/206).
Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo Sukri Moonti menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada tambahan modal. Baznas juga mengambil peran dalam membenahi berbagai aspek usaha agar produk masyarakat memiliki standar yang lebih baik.
“Mulai dari produk, pengemasan, hingga legalitas kami dampingi,” kata Sukri.
Salah satu perubahan yang paling terlihat terdapat pada sisi kemasan. Jika sebelumnya keripik Tilihuwa masih dipasarkan menggunakan plastik sederhana, kini produk tersebut telah menggunakan kemasan aluminium foil dengan desain yang lebih modern.
Perbaikan kemasan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih besar.
Baznas juga membantu proses pengurusan legalitas usaha serta sertifikasi halal. Langkah ini dinilai penting agar produk tidak hanya siap dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat memenuhi persyaratan untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Menurut Sukri, pengembangan keripik Tilihuwa sejalan dengan arahan Bupati Gorontalo agar produk UMKM lokal memiliki kemampuan untuk berkembang hingga tingkat nasional.
Baznas bahkan telah menyiapkan sekitar 5.000 kemasan yang akan didistribusikan secara bertahap setiap bulan.
“Alhamdulillah hari ini Baznas Kabupaten Gorontalo melaksanakan launching UMKM di Kelurahan Tilihuwa yang dirangkaikan dengan penyaluran berbagai program bantuan Baznas di bidang kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, advokasi dan dakwah,” ujar Sukri.
Selain pengembangan UMKM, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penyaluran bantuan kepada masyarakat melalui sejumlah program Baznas.
Di bidang pendidikan, bantuan disalurkan kepada siswa SD dan SMP. Sementara pada sektor kesehatan, Baznas memberikan kursi roda kepada pelajar yang mengalami sakit dan mengalami kesulitan dalam beraktivitas.
Bantuan kemanusiaan juga diberikan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran dan puting beliung. Penerima bantuan di antaranya berasal dari Desa Biyonga, Kayu Merah, serta sejumlah desa di Kecamatan Telaga.
Untuk bidang dakwah dan advokasi, Baznas turut memberikan bantuan kepada sejumlah masjid, termasuk Masjid Baitur Ridha di Desa Luwoo.
Sementara bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan gagal panen, Baznas menyerahkan 50 paket sembako.
Secara keseluruhan, sekitar 60 penerima manfaat memperoleh bantuan dalam kegiatan tersebut. Di sisi lain, 50 pelaku UMKM pengrajin keripik Tilihuwa memperoleh dukungan berupa peralatan produksi dan pengembangan usaha.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peluncuran produk. Dengan dukungan permodalan, perbaikan kemasan, legalitas, sertifikasi halal dan pendampingan berkelanjutan, keripik Tilihuwa ditargetkan mampu berkembang dari produk lokal menjadi salah satu produk UMKM Kabupaten Gorontalo yang dapat bersaing di pasar nasional.






