
PROSESNEWS.ID – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo pelajari strategi penyediaan cadangan jagung dan pengembangan industri pakan ternak saat berkunjung ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/10/2026), sebagai upaya mencari solusi atas persoalan pasokan bahan baku pakan bagi peternak mandiri.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menilai penguatan sektor pangan perlu menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Gorontalo memiliki potensi jagung yang besar, tetapi komoditas tersebut perlu dikelola agar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II mendalami kebutuhan cadangan jagung untuk mengantisipasi gangguan pasokan dan menjaga stabilitas harga pakan. Persoalan ini menjadi penting karena penurunan hasil panen akibat musim kemarau berpotensi meningkatkan biaya produksi peternak.
Informasi yang dibahas dalam pertemuan memperkirakan hasil panen jagung Gorontalo turun sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketersediaan bahan baku, termasuk melalui koordinasi dengan Perum Bulog dan pengawalan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.
Komisi II juga menyoroti perlunya dukungan kebijakan bagi peternak mandiri agar memperoleh pasokan pakan secara berkelanjutan. Persoalan tersebut akan menjadi bagian dari koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Selain menjajaki strategi penguatan pasokan, kunjungan itu membahas peluang hilirisasi jagung di Gorontalo. Selama ini, sebagian jagung daerah dipasarkan dalam bentuk pipilan untuk diolah di wilayah lain, sehingga peluang penciptaan nilai tambah melalui industri pengolahan masih perlu dikembangkan.
Pengalaman Jawa Timur dalam industri pakan ternak turut menjadi bahan pembelajaran, meliputi skala usaha, kapasitas produksi, sertifikasi produk, dan jangkauan distribusi. Informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi DPRD dalam mendorong pembahasan kebijakan pengembangan industri pakan di Gorontalo.
Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran serta perannya dalam pembentukan peraturan daerah, DPRD Provinsi Gorontalo dapat mengawal tindak lanjut persoalan ini bersama pemerintah daerah sesuai kewenangannya. Fokusnya mencakup penguatan cadangan jagung, keberlanjutan pasokan pakan, dan peluang investasi pengolahan jagung.
Pengembangan hilirisasi diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, serta memperkuat keterkaitan sektor pertanian dan peternakan. Namun, realisasinya memerlukan kajian kelayakan, dukungan kebijakan, kepastian pasokan bahan baku, dan keterlibatan pelaku usaha.







