Dihadapan Kader HMI, Ketua MPR RI Ajak Pemuda Aktif Penanganan Covid-19

PROSESNEWS.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan dampak pandemi Covid-19 turut menyasar kelompok pemuda. Bisa dilihat dari sektor pendidikan yang menyebabkan lebih dari 90 persen pelajar di seluruh dunia atau sekitar 1,5 hingga 1,6 miliar anak muda di 188 negara termasuk Indonesia, terpaksa tidak masuk sekolah/kampus akibat pembatasan kontak fisik.

Sementara pembelajaran jarak jauh (daring) masih menyisakan beberapa persoalan, seperti kesenjangan literasi teknologi serta kesenjangan kapasitas dan fasilitas jaringan yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari sektor perekonomian, resesi ekonomi akan berdampak pada ketidakpastian nasib jutaan generasi muda yang akan memasuki pasar tenaga kerja. Sebelum pandemi Covid-19, Bank Dunia memperkirakan pada dekade berikutnya, generasi muda siap kerja berjumlah sekitar 1 miliar, dan diperkirakan hanya 400 juta yang akan terserap pasar tenaga kerja. Akibat pandemi Covid-19, nasib sekitar 600 juta generasi muda yang tidak terserap pasar tenaga kerja akan semakin tidak menentu,” ujar Bamsoet saat mengisi Masa Perkenalan Calon Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang.

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, dari sektor kesehatan, generasi muda juga termasuk yang paling rentan terpapar Covid-19. Mengingat masih banyaknya generasi muda yang bekerja di sektor informal dan menggantungkan pendapatan dari upah harian. Serta posisi sebagai bagian dari tulang punggung keluarga, telah memaksa mereka harus tetap bekerja di masa pandemi dengan segala resiko. Baik resiko terpapar maupun resiko menularkan kepada anggota keluarganya.

“Di satu sisi, pemuda menjadi bagian dari ‘korban’ pandemi, sama halnya dengan kelompok masyarakat lain yang terdampak Covid-19. Di sisi lain, pemuda adalah kelompok masyarakat yang paling potensial dan diharapkan menjadi faktor kunci dalam implementasi program penanganan pandemi,” tutur Bamsoet.

Bagikan Yaa..

Related articles

BPS Optimis Penurunan Kemiskinan Bisa Terwujud

PROSESNEWS.ID – Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, target penurunan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo sebesar 15,14%. Badan Pusat Statistik (BPS) pun yakin jika target tersebut bakal tercapai. “Posisi angka kemiskinan sekarang ini ‘kan 15,31%. Artinya tinggal 0,17% […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *