
PROSESNEWS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo menggelar “Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer” di Grand Bukit Projaga, Senin (18/5/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti puluhan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di Kabupaten Gorontalo. Peserta terdiri atas perawat dan petugas kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan primer, khususnya puskesmas, memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
Menurutnya, puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan intervensi kesehatan masyarakat.
“Melalui pelatihan di tahun 2026 ini, kami membekali tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus agar layanan konseling dan upaya berhenti merokok (UBM) di Kabupaten Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan seluruh puskesmas di wilayahnya telah memiliki Klinik UBM atau layanan konseling khusus berhenti merokok yang aktif beroperasi dan dapat diakses masyarakat secara gratis pada akhir 2026.
Ismail berharap peserta pelatihan dapat menjadi penggerak perubahan di wilayah kerja masing-masing dalam mendorong masyarakat menghentikan kebiasaan merokok.
“Kami berharap para peserta yang telah dilatih dapat menjadi agent of change (agen perubahan) di wilayah kerja masing-masing. Membantu masyarakat terlepas dari kecanduan nikotin adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk generasi Gorontalo di masa depan,” tutupnya.












