
PROSESNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengapresiasi langkah Polres Gorontalo dalam menyambut kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan yang akan dipusatkan di Kecamatan Limboto.
Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menghadiri pembentukan gerakan “Sabuk Kamtibmas” dalam apel besar di Lapangan Kantor Bupati Gorontalo, Senin (18/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang perhelatan nasional Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026.
Bersamaan dengan itu, Sofyan memberikan apresiasi terhadap inisiatif Polres Gorontalo. Gerakan “Sabuk Kamtibmas” dinilai menjadi simbol kekuatan yang menyatukan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, tokoh adat, hingga warga dalam satu kesatuan yang kokoh.
“Marilah kita saling mendukung dan menjaga kondusifitas kamtibmas dalam menghadapi PENAS XVII 2026 di Gorontalo,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo AKBP Ki Bagus Tri menjelaskan bahwa dinamika ke depan akan menghadapkan daerah pada berbagai tantangan nyata. Potensi konflik sosial hingga upaya penyusupan oleh kelompok tertentu menjadi fokus yang harus diwaspadai sejak dini.
Oleh karena itu, Kapolres menekankan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendirian. Solidaritas dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga harkamtibmas.
“Mari kita memperkuat deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan, membangun kolaborasi lintas sektoral tanpa ego kelembagaan, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis,” tegas Ki Bagus.
Lebih lanjut, ia berharap gerakan “Sabuk Kamtibmas” tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan komunitas terkecil. Seluruh elemen masyarakat pun diajak mengambil peran untuk memastikan seluruh rangkaian PENAS XVII di Gorontalo berjalan aman, damai, dan sukses.













