
PROSESNEWS.ID — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyerahkan sekaligus mematangkan proposal pembangunan “Sekolah Rakyat” (SR) kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari inisiatif pendidikan yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Gorontalo.
Dalam pertemuan yang berlangsung di area Cafe Kemensos Selalu Ada, Bupati didampingi oleh tim delegasi daerah yang terdiri atas Asisten Pemerintahan dan Kesra Nawir Tondako, Kepala Dinas Sosial Afriyani Katili, Kepala Badan Keuangan Yanto Manan, serta jajaran Kepala Bagian Pemerintahan dan Kepala Bagian Hukum.
Sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah, Sofyan melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 50.600 meter persegi (± 5 hektare) di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula. Lahan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal karena kendala ekonomi.
Saat ini, status usulan tersebut berada pada tahap finalisasi kajian teknis lahan yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Gorontalo. Langkah administratif ini dinilai krusial untuk memastikan aspek legalitas lahan sebelum pembangunan fisik dimulai oleh pemerintah pusat.
Sofyan juga menyampaikan rasa syukur atas sambutan positif dari pihak Kemensos RI terhadap program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan solusi jangka panjang dalam memberdayakan masyarakat agar menjadi lebih mandiri dan cerdas.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur proposal pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gorontalo telah diterima secara resmi. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk menjamin agar seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan pemerintah daerah dalam mengintervensi kemiskinan secara struktural. Dengan kehadiran sekolah ini di wilayah Tolangohula, diharapkan distribusi kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo semakin merata hingga ke pelosok wilayah.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk terus mengawal proses kajian teknis dan administratif, sehingga peletakan batu pertama diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat demi masa depan generasi muda di Kabupaten Gorontalo.












