
PROSESNEWS.ID – Menanggapi dinamika perkembangan kesehatan mental peserta didik di era digital, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Gorontalo mengambil langkah progresif dengan menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapabilitas Praktik Layanan Bimbingan dan Konseling.
Workshop tersebut menghadirkan ratusan guru BK dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/MAN se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya penguatan kompetensi guru melalui berbagai sesi tematik yang membahas strategi dan metode layanan bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, serta pelatihan pelaksanaan layanan konseling individual.
Menariknya, kegiatan berskala besar ini bukan sekadar agenda seremonial fakultas, melainkan merupakan hasil karya nyata mahasiswa melalui proyek mata kuliah Survey Dinamika Perkembangan Bimbingan dan Konseling di bawah bimbingan Prof. Dr. Wenny Hulukati. Workshop ini dirancang sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori akademik yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan nyata para praktisi di lapangan.
Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, dalam sambutannya menegaskan posisi krusial guru BK di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menempatkan guru BK sebagai fasilitator utama dalam pengembangan peserta didik.
“Peran guru BK kini semakin strategis. Di tengah tantangan kecanduan gawai, isolasi sosial, hingga rendahnya daya resiliensi generasi muda, guru BK harus menjadi sosok yang adaptif dan profesional. BK bukan lagi layanan tambahan, melainkan jantung dari pendampingan perkembangan siswa secara utuh,” terang Prof. Arwildayanto.
Melalui workshop ini, Prof. Arwildayanto berharap guru-guru BK di Provinsi Gorontalo semakin terampil dalam merespons persoalan psikologis peserta didik di era digital yang kian kompleks. Dengan penguatan kapabilitas tersebut, diharapkan tercipta ekosistem sekolah yang sehat secara mental serta mampu melahirkan generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Sejumlah materi strategis disajikan dalam workshop ini, di antaranya urgensi layanan bimbingan dan konseling di pendidikan usia dini, strategi dan metode layanan BK di pendidikan dasar, serta strategi dan metode layanan BK di pendidikan menengah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Pelaksanaan Layanan Konseling Individual yang menekankan pada praktik langsung dan penerapan layanan konseling secara profesional.














