
PROSESNEWS.ID – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II terus bergerak menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo. Hingga akhir Juli 2026, BWS Sulawesi II telah menerima 20 laporan wilayah yang mengalami kekeringan dan seluruhnya ditangani melalui tagline Cari Temui Eksekusi (CTE).
Kepala BWS Sulawesi II, Ali Rahmat, mengatakan tagline tersebut menjadi langkah cepat untuk merespons laporan masyarakat, mulai dari identifikasi lokasi hingga penyaluran bantuan air bersih.
“Sejauh ini kami telah menyalurkan sekitar 59 ribu liter air bersih kepada 575 kepala keluarga yang terdampak kekeringan,” ujar Ali Rahmat.
Bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa, di antaranya Desa Mootilango, Botuwombato, Ombulo Data, dan Mootinelo. Distribusi dilakukan setiap hari untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Dalam mendukung operasi penyaluran, BWS Sulawesi II saat ini memiliki satu unit mobil tangki air. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTK) sehingga mendapat tambahan pinjaman dua unit mobil tangki.
Setiap kendaraan mampu mengangkut sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air dalam sekali pengiriman.
Selain mendistribusikan air bersih, BWS Sulawesi II juga menurunkan tim ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan persawahan yang terdampak kekeringan. Tim tersebut juga melakukan penanganan dengan mengatur bangunan-bangunan sumber air agar pasokan air dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat maupun pertanian.
Ali juga menambahkan, untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, pihaknya menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah instansi terkait dalam upaya penanganan kekeringan di Gorontalo.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan wilayah terdampak kekeringan dapat menghubungi Hotline Bencana melalui WhatsApp di nomor 0821-9064-641.











