Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Opini

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Majid Rahman by Majid Rahman
8 Agu 2021 01:42
in Opini
Dr Tirto Suwondo MHum. (Suaramerdeka.com)

“Pembiasaan membaca dan menulis selama 3-4 tahun tentu akan sangat menentukan kebiasaan mereka ketika duduk di jenjang- jenjang berikutnya (SMP, SMA, dan perguruan tinggi).”

Sungguh menarik tulisan Rani Oktaviyani ”Mengaribkan Sastra dengan Anak” di rubrik Wacana Suara Merdeka (12/7/2021). Sambil membeberkan di bumi Nusantara ini bergelimang karya sastra yang mengandung jutaan makna, Rani memberikan jalan agar anakanak akrab dengan sastra, hendaknya orang tua dan guru memulai membangun budaya baca, kemudian meminta dan mendampingi mereka untuk menulis cerita.

Saya sangat setuju dan memang seharusnya begitu, jika diharapkan kelak anak-anak kita menjadi generasi yang memiliki imajinasi kuat, kreatif, cerdas, dan berkarakter.

Tentu saja hal itu tidak mudah. Tetapi juga tidak berarti tidak dapat dilakukan. Tidak mudah, karena banyak hal.

Siapakah atau berapakah orang tua yang telah benar-benar sadar akan pentingnya budaya baca?

Mungkin tak masalah bagi orang tua yang terdidik secara budaya. Tetapi bagaimana orang tua yang selalu berdalih tak punya waktu, tidak semata soal ekonomi tapi juga soal lain?

Jangankan sekadar membeli atau menyediakan pojok rumahnya untuk perpus mini, membaca buku pun mungkin tak sempat dilakukan.

Belum lagi orang tua yang tinggal di pinggiran kota, desa-desa, dan daerah terpencil. Tentu ini tidak semua, tetapi saya yakin jumlahnya sangat banyak. Lalu siapa yang harus memikul tanggung jawab ini?

Terkecuali orang tua yang telah terdidik secara budaya (baca), sosok yang paling bisa diharapkan adalah guru, terutama guru SD.

Mengapa? Sebab guru SD adalah guru kelas, guru serba bisa, guru yang sehari-hari menyampaikan seluruh mata pelajaran di kelas yang sama. Mengapa harus di tingkat SD?

Sebab anak-anak usia SD-lah yang memiliki peluang lebih besar untuk bisa dibentuk, diasuh, dan diarahkan sesuai dengan tujuan. Para ahli psikologi anak mengatakan bahwa anak usia 6-8 tahun sudah mulai bisa berpikir dan menyusun rencana, dan setiap menemukan hal baru, terbit di kepalanya ribuan pertanyaan yang ingin mereka jawab.Sementara anak usia 9-11 tahun sudah mulai berpikir logis, memiliki rasa ingin tahu yang natural tentang lingkungan sekitar, dan mereka berkeinginan kuat untuk berpartisipasi pada berbagai kegiatan/aktivitas tertentu.

Nah, pada masa-masa perkembangan inilah selama 6 tahun guru memiliki waktu yang cukup untuk membawa mereka ke habituasi tertentu, tidak terkecuali membaca dan menulis.

Kendala mungkin terjadi pada kelas awal (1-2) sehingga kerja intensif pembiasaan dapat dilakukan mulai kelas 3. Pembiasaan membaca dan menulis selama 3-4 tahun tentu akan sangat menentukan kebiasaan mereka ketika duduk di jenjang-jenjang berikutnya (SMP, SMA, dan perguruan tinggi). Namun, bagaimanakah caranya?

Lagi-lagi itu tidak mudah, tapi juga tidak sulit jika ada niat kuat dan sinergi khusus seluruh sivitas, termasuk komite sekolah. Di satu sisi memang guru dibebani banyak tugas, selain tugas keluarga juga tugas administrasi.

Tetapi mengingat ini adalah wujud tanggung jawab demi generasi masa depan, alasan apa pun boleh diajukan, tetapi tugas mulia ini layak bahkan wajib ditunaikan.

Wajib Baca Buku

Berkaitan dengan hal ini kita bolehlah mengambil contoh praktik baik yang telah dilakukan sebuah sekolah di Jakarta.

Ceritanya begini. Lebih 15 tahun lalu, suatu hari seorang kawan (seniman) berkunjung ke sebuah sekolah. Saat diajak masuk ke satu ruang kelas (3 SD), ia ternganga melihat rak-rak di tembok kanan-kiri penuh buku.

Ketika ditanya, pengelola sekolah menjawab bahwa sebagian dari buku-buku itu adalah hasil karya siswa kelas itu.

Bagaimana mungkin itu terjadi? Kenapa tidak, katanya. Sebab, setiap hari, anak-anak diberi tugas.

Mereka wajib membaca 15 menit sebelum pelajaran pagi dimulai, dan itu diulang lagi 15 menit setelah pelajaran sore usai. Sementara, 30 menit pada siang hari mereka diwajibkan menulis.

Menulis apa saja dan membaca buku apa saja selain buku pelajaran yang tersedia di kelas itu. Ada buku puisi, cerpen, dongeng, cerita anak, novel, kisah-kisah sukses, dan sebagainya, dalam berbagai bahasa.

Dan kewajiban membaca dan menulis itu tidak berkaitan dengan ada atau tidak pelajaran bahasa. Berkat kebiasaan itulah, katanya, rata-rata dalam setahun anak-anak bisa tuntas membaca 100- 120 bacaan (buku) dengan ketebalan yang bervariasi; dan setiap anak juga berhasil menulis 80-100 karangan, panjang dan pendek. Semua hasil karangan sengaja dikumpulkan dan dijilid oleh petugas khusus, kemudian dipajang di rak kelas agar bisa dibaca yang lain.

Memang, katanya, setiap kelas diampu dua guru dan 1 petugas yang mengurusi hasil kerja siswa.

Dan jumlah siswa di setiap kelas juga tidak lebih dari 15 anak. Katanya pula, kebiasaan baca-tulis di kelas akhirnya juga menjadi kebiasaan di rumah.

Praktik baik tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya sebuah tradisi dapatlah diciptakan, termasuk tradisi gemar membaca dan menulis. Tradisi itu dapat dibangkitkan melalui upaya rutin yang terprogram dengan dukungan seluruh insan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan tendik lainnya). Dapat dibayangkan betapa kelak, 20 tahun kemudian, anak-anak yang telah kreatif dan produktif sejak SD itu akan menjadi anak yang brilian.

Hanya sayangnya, praktik baik tersebut terjadi di sebuah sekolah internasional yang muridmuridnya adalah anak-anak warga negara asing yang kebetulan sedang berdomisili (bertugas atau berbisnis) di Indonesia. Lhadalah…!!! Mungkinkah hal ini diterapkan di sekolah-sekolah kita? Mungkin.

Dan ini menjadi PR panjang bagi insan pendidikan kita. Barangkali dapat dimulai oleh sekolah yang memiliki sarana (infrastruktur) yang relatif lengkap dan kuat.

Bolehlah tidak persis sama dengan praktik baik tadi, tetapi setidak-tidaknya dapat diadopsi sebagian cara dan strateginya; tidak hanya oleh sekolah, tetapi bisa juga oleh orang tua di rumah.

Berkaitan dengan peningkatan literasi baca-tulis, sebenarnya Permendikbud 23/ 2015 telah mewajibkan siswa setiap hari membaca 15 menit sebelum berkegiatan belajar. Tapi sayang ini belum terasa hasilnya akibat minat baca-tulis tidak menjadi bagian prioritas utama, sehingga banyak sekolah tidak mempraktikkannya.

Lalu, apakah hari ini sebenarnya kita masih bermimpi, bagai pungguk merindukan bulan? Entahlah. Barangkali impian Pramoedya bahwa ”sejarah hidup manusia sangat ditentukan oleh karya-(tulis)-nya.” masih tetap sebatas impian.(37)

—Dr Tirto Suwondo MHum, Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah periode Juli 2017—Agustus 2020, sekarang peneliti pada Balai Bahasa Provinsi DIY.

Sumber : Suaramerdeka.com
Tags: Anak Gemar MenulisBudaya BacaDr Tirto Suwondo MHumGoogle News InitiativeOpini
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Melampaui Drama Birokrasi: Menggalang Persatuan dan Gagasan Baru untuk Kadin Gorontalo

by Editor
17 Sep 2026
0

Oleh: apt. Hendrawan Dwikarunia Datukramat, S.Farm., CMSL., CSDP., CMC.(Aktivis, Mantan Presiden BEM UNG 2023 | Certified Master Strategic Leader, Certified...

Hendrawan Dwikarunia Datukramat

Optimisme Baru Dunia Usaha Gorontalo: Kedaulatan Kadin dan Kedewasaan Kolaborasi Strategi

by Editor
16 Sep 2026
0

Hendrawan Dwikarunia Datukramat Oleh: Hendrawan Dwikarunia Datukramat (Mantan Presiden BEM UNG 2023) PROSESNEWS.ID - Provinsi Gorontalo hari ini berdiri di...

Yasin

Haornas Tanpa Perayaan, Tanpa Penghargaan: Harusnya Ini Hari Mereka

by Editor
9 Sep 2026
0

Yasin Oleh: Yasin (Wartawan Olahraga) PROSESNEWS.ID - 9 September seharusnya bukan sekadar tanggal di kalender olahraga. Hari Olahraga Nasional (Haornas)...

Rahayu Kaino, S.Pd

Perempuan dan Ruang Kekuasaan: Menelisik Penonaktifan Ramla Djafar dari Perspektif Gender dan Demokrasi

by Editor
25 Jul 2026
0

Rahayu Kaino, S.Pd Oleh: Rahayu Kaino, S.Pd Ketua Umum PAPMIBG Periode 2023-2025 PROSESNEWS.ID - Keputusan Bupati Bone Bolango menonaktifkan Kepala...

Gunawan Rasid

Menilai IMI Fest Berpotensi Korupsi Adalah Pandangan Dangkal

by Editor
10 Agu 2025
0

Gunawan Rasid Oleh : Gunawan Rasid PROSESNEWS.ID - Polemik dana Rp 100 juta dari pos Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Hukum

Polsek Tolangohula Akui Menerima Uang pada Kasus Pengeroyokan

by Editor
16 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID – Kanit Reskrim Polsek Tolangohula Aipda Joko Mulyo mengakui menerima uang dari istri korban dugaan pengeroyokan Yasin Palowa warga...

Dijanjikan Jalan-jalan ke Menara Limboto, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Persetubuhan

16 Sep 2026
Foto: KPK

KPK Tangkap Tangan 8 Tersangka Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, Rp106 Miliar Disita

16 Sep 2026
Ketua Komisi 1 DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, S.H

CSR PT Gorontalo Minerals Diminta Berorientasi pada Peningkatan Kualitas SDM Lokal

16 Sep 2026

Hampir 7 Bulan Lapor Pengeroyokan, Warga Kabgor Pertanyakan Kejelasan

15 Sep 2026

Melampaui Drama Birokrasi: Menggalang Persatuan dan Gagasan Baru untuk Kadin Gorontalo

17 Sep 2026

TERBARU

Terminal Tipe B Limboto Resmi Beroperasi, Gusnar Ismail Tekankan Keberhasilan dan Tata Kelola

17 Sep 2026

Melampaui Drama Birokrasi: Menggalang Persatuan dan Gagasan Baru untuk Kadin Gorontalo

17 Sep 2026
Ketua Komisi 1 DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, S.H

CSR PT Gorontalo Minerals Diminta Berorientasi pada Peningkatan Kualitas SDM Lokal

16 Sep 2026

Dijanjikan Jalan-jalan ke Menara Limboto, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Persetubuhan

16 Sep 2026
Hendrawan Dwikarunia Datukramat

Optimisme Baru Dunia Usaha Gorontalo: Kedaulatan Kadin dan Kedewasaan Kolaborasi Strategi

16 Sep 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.