Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Opini

Merawat Bahasa, Merawat Keluarga

Rijal Zulkarnaen by Rijal Zulkarnaen
29 Jun 2026 19:48
in Opini

Refleksi Jejak Hari Keluarga Nasional

Oleh: Sitti Rachmi Masie

“Sebuah keluarga tidak hanya dikenang dari rumah yang dibangunnya, tetapi dari kata-kata yang diwariskannya.”

PROSESNEWS.ID – Memperingati Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2026 mengajak kita untuk menengok jejak peradaban pada ruang paling sederhana dalam kehidupan, namun paling menentukan masa depan bangsa, yaitu keluarga. Di sanalah seorang anak pertama kali belajar menyebut nama, mengenal kasih sayang, memahami sopan santun, dan menyusun kalimat yang kelak membentuk cara berpikirnya. Sebelum mengenal sekolah, ia telah lebih dahulu dididik oleh bahasa yang hidup di rumah.

Sesungguhnya, sebuah keluarga dibangun oleh amanah yang memiliki dinding yang kokoh, disertai percakapan yang hangat. Rumah yang dipenuhi dialog akan melahirkan kedekatan. Sebaliknya, rumah yang kehilangan percakapan perlahan kehilangan jiwanya. Di era transformasi saat ini, tantangan terbesar keluarga bukan lagi semata persoalan ekonomi, tetapi semakin sempitnya ruang untuk saling mendengar dan berbagi rasa lewat percakapan yang santun.

Ironisnya, kita hidup pada zaman ketika komunikasi semakin mudah, tetapi percakapan semakin sulit. Setiap anggota keluarga memegang telepon genggam, namun belum tentu saling bertukar cerita. Meja makan yang dahulu menjadi ruang berbagi pengalaman kini sering berubah menjadi tempat yang sunyi. Mata tertuju pada layar, sementara hati saling menjauh. Kita terkoneksi dengan dunia yang jauh berseberangan, tetapi terputus komunikasi dengan orang-orang terdekat.

Di sinilah bahasa menemukan maknanya yang paling hakiki. Bahasa bukan sekadar kumpulan kata atau aturan tata bahasa, tetapi juga tuturan yang menjadi cermin kasih sayang, jembatan pengertian, dan jalan untuk merawat hubungan antarmanusia. Kata-kata yang lembut mampu menenangkan hati yang gelisah. Sebaliknya, kata-kata yang kasar dapat meninggalkan luka yang bertahan jauh lebih lama daripada bekas fisik. Sebuah pertanyaan yang menggema, “Mengapa etika berbahasa dimulai dari rumah? Karena bahasa adalah rumah pertama bagi pikiran, dan keluarga adalah sekolah pertama bagi bahasa.”

Setiap ucapan orang tua adalah pelajaran bagi anak. Ketika rumah dipenuhi sapaan yang santun, ungkapan syukur, permohonan maaf, dan penghargaan kepada sesama, sesungguhnya rumah sedang membangun karakter. Pendidikan bahasa tidak pernah berdiri sendiri, ia selalu berjalan bersama pendidikan akhlak.

Dalam perspektif Pendidikan Bahasa Indonesia, keluarga adalah ruang literasi pertama. Anak diajarkan terampil berbahasa, belajar mendengar cerita, bertanya tanpa rasa takut, mengemukakan pendapat dengan santun, dan menghargai perbedaan pandangan. Kebiasaan sederhana seperti membacakan buku sebelum tidur, berdiskusi setelah makan malam, atau mendengarkan cerita anak sepulang sekolah merupakan fondasi lahirnya generasi yang cakap berbahasa sekaligus matang secara emosional.

Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita bahwa membangun bangsa harus dimulai dari membangun budaya komunikasi di rumah. Bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang mampu berdialog, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan dengan bahasa yang santun. Semua itu berawal dari keluarga.

Oleh karena itu, merawat bahasa berarti merawat keluarga. Ketika orang tua menyediakan waktu untuk mendengar cerita anak, mereka sedang membangun rasa percaya. Ketika anak diajarkan mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, mereka sedang belajar menghormati sesama. Ketika seluruh anggota keluarga membiasakan dialog daripada amarah, mereka sedang menanam benih perdamaian yang kelak tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.

Jejak Hari Keluarga Nasional hendaknya menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali budaya bertutur di dalam rumah. Rumah perlu kembali menjadi tempat yang nyaman untuk berbincang, berbagi pengalaman, dan menyampaikan harapan. Sebab, dari percakapan-percakapan sederhana itulah lahir ikatan yang kuat, karakter yang mulia, dan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

PR bersama keluarga, apakah masih ada doa yang dipanjatkan bersama, cerita yang didengarkan dengan penuh perhatian, dan kata-kata yang menguatkan satu sama lain? Mari menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum untuk kembali menghadirkan bahasa yang menyejukkan di setiap rumah. Sebab, keluarga yang merawat bahasa akan melahirkan generasi yang berkarakter, dan generasi yang berkarakter adalah fondasi utama bagi lahirnya bangsa yang bermartabat.

Tags: Sitti Rachmi Masie
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Pelakor: Perubahan Pola Pikir Perempuan Zaman Now

by Editor
20 Mei 2024
0

Sitti Rachmi Masie (Dosen Fakultas Sastra dan Budaya, UNG)  PROSESNEWS.ID - Beredarnya banyak kasus melalui media berita, merisaukan perempuan dari...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Flayer Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026
Pemprov Gorontalo

Gubernur Gorontalo Kembali Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Siapkan Doorprize

by Editor
18 Jul 2026
0

Flayer Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 PROSESNEWS.ID - Gubernur Gorontalo kembali menggelar Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia...

Dua Ekskavator Tiba-tiba Menghilang, Bentuk Kelalaian Aparat Tangani PETI di Pulubala?

17 Jul 2026

Keluhan Tegangan Listrik Rendah di Desa Ulobua Segera Teratasi, PLN Siapkan Penambahan Gardu

18 Jul 2026

UNG Jelaskan Kronologi Polemik Penyelesaian Studi Mahasiswa Ilkom

18 Jul 2026

Menafsirkan Era Keemasan Spanyol dengan Teori Siklus Peradaban

18 Jul 2026
Juru Bicara Perumda Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo, Agung Datau

Perumda Muara Tirta Ingatkan Provider, Kerusakan Pipa Bisa Berujung Proses Hukum

18 Jul 2026

TERBARU

Peneliti FK UNG Kembangkan Aplikasi Hallo Stroke untuk Deteksi Dini Gejala Stroke

18 Jul 2026

Prodi Manajemen UNG Kantongi Akreditasi Unggul Usai Lolos Penilaian LAMEMBA

18 Jul 2026
????????????????????????????????????

Mahasiswa FSB UNG Jadi Peserta Program Belajar Bersama Maestro 2026

18 Jul 2026

UNG Jelaskan Kronologi Polemik Penyelesaian Studi Mahasiswa Ilkom

18 Jul 2026

Menafsirkan Era Keemasan Spanyol dengan Teori Siklus Peradaban

18 Jul 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.