
PROSESNEWS.ID – Cuaca buruk di akhir tahun tidak menyurutkan keinginan para Nelayan di Gorontalo untuk tetap melaut. Hal itu dikarenakan sudah menjadi mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa hari terakhir para Nelayan mengeluhkan Ombak besar dan Angin kencang. Namun mereka tetap melaut jika kondisi Cuaca dirasa memungkinkan.
“Peringatan dari BMKG jangan melaut memang ada, tapi kami melihat situasi cuaca dulu, kalau memungkinkan untuk melaut kami tetap turun” ungkap salah satu nelayan Ion Usman, saat diwawancarai, Jum’at (10/12/2021).
Usman mengatakan, untuk sekali melaut hasil yang didapatkan cukup untuk menghidupi keluarga. Tentunya berbeda dengan yang menggunakan Kapal Ikan yang hasilnya sampai berton-ton.
“Biarpun berombak pendapatan tetap ada, biasanya 3 sampai 5 tas karna hanya menggunakan Jala kecil, kan rejeki sudah ada yang atur” Tambahnya.
Disisi lain salah satu ABK Kapal Inka Mina 003 Iwan Abdul mengatakan, ketika pergi melaut harus lebih mengutamakan keselamatan dari pada hasil.
“Biasanya kalau tidak berombak mo turun, kalau berombak ya tidak, daripada Celaka, dan kalau dipaksakan cuman jadi rugi di Ongkos” Tegas Iwan Abdul.
Karena lanjut Iwan, biaya yang dikeluarkan Nelayan Kapal Inka Mina 003 memang terbilang cukup besar untuk sekali turun. Sehingga mereka tetap memperhitungkan resiko dan hasil yang akan didapatkan.
“Ongkos sekali turun melaut itu 6 sampai 10 juta digunakan 2 sampai 3 hari, itupun len-nya hanya sekitar Boalemo sini, untuk Hasilnya alhamdulillah hampir 1 Ton, dan kalau Jauh biasa sampai 10 Ton.” ujarnya
Ketika ditanyakan mengenai himbauan BMKG, ABK Kapal Inka Mina 003 itu mengatakan tentunya mereka tetap mematuhi himbauan yang ada.
“Mengenai himbauan BMKG itu kami juga ikut, kan kalau ada apa-apanya mereka juga yang sibuk, terutama Angkatan Laut dan Basarnas, jadi saling menjaga lah.” Tambah Iwan.
Reporter : Umar Akor.













