
PROSESNEWS.ID – Tim penelit Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan sedikitnya 10 spesies lamun di kawasan Pantai Taulaa, Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo.
Temuan ini menjadi salah satu data penting terkait kekayaan biodiversitas laut di wilayah pesisir Gorontalo yang selama ini masih minim penelitian, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Adapun 10 jenis lamun yang berhasil diidentifikasi antara lain Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii, dan Thalassodendron ciliatum.
Dari hasil penelitian tersebut, jenis Cymodocea rotundata tercatat memiliki tingkat kerapatan tertinggi dengan rata-rata mencapai 110,42 tegakan per meter persegi.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran serta kondisi kesehatan lamun di perairan Teluk Tomini.
Namun demikian, hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi padang lamun di lokasi penelitian secara umum berada dalam kategori rusak dan kurang sehat.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat lamun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mulai dari menjadi habitat biota laut, daerah pemijahan, hingga penahan sedimentasi.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Buletin Oseanografi Marina edisi Oktober 2025.
Para peneliti menegaskan bahwa meskipun potensi sumber daya lamun di Teluk Tomini cukup besar, diperlukan upaya pengelolaan dan perlindungan yang lebih serius guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Gorontalo.













