
PROSESNEWS.ID – Kehadiran ribuan peserta dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi momentum pertukaran pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal kekayaan kuliner daerah.
Salah seorang peserta asal Kalimantan Utara (Kaltara), Abdul Latif, mengaku terkesan dengan berbagai makanan khas Gorontalo yang disajikan selama mengikuti kegiatan PENAS KTNA XVII.
Menurutnya, kuliner Gorontalo memiliki karakter cita rasa yang kuat dengan dominasi rasa pedas yang menggugah selera.
“Saya melihat makanan Gorontalo cukup pedas, tetapi rasanya enak dan membuat ketagihan,” ujar Abdul Latif.
Salah satu kuliner yang paling berkesan baginya adalah Binthe Biluhuta atau yang lebih dikenal dengan sebutan milu siram, makanan tradisional berbahan dasar jagung yang dipadukan dengan ikan, kelapa parut, serta bumbu khas Gorontalo.
Abdul Latif mengaku baru pertama kali mencicipi hidangan tersebut. Meski awalnya penasaran dengan perpaduan bahan yang digunakan, ia justru merasa kagum setelah mencobanya.
“Ini pengalaman pertama saya makan Binthe Biluhuta. Rasanya unik dan sangat enak,” katanya.
Tidak berhenti sampai di situ, Abdul Latif juga mengaku ingin mencoba berbagai kuliner khas Gorontalo lainnya selama berada di daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Madinah tersebut.
Menurutnya, mengenal makanan tradisional merupakan salah satu cara terbaik untuk memahami budaya dan kearifan lokal suatu daerah.
Ajang PENAS KTNA XVII menjadi sarana yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, tidak hanya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di sektor pertanian serta perikanan, tetapi juga untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas daerah kepada para tamu yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.













