Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Banyak yang Tahu Pancasila, Tapi 90,3% Masyarakat Khawatir Bangsa Terpecah

Rijal Zulkarnaen by Rijal Zulkarnaen
15 Agu 2026 01:17
in Nasional

PROSESNEWS.ID – Tingginya pengetahuan masyarakat terhadap Pancasila belum sepenuhnya berbanding lurus dengan rasa aman terhadap kondisi persatuan bangsa. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat 92,7 persen masyarakat mengetahui Pancasila, tetapi pada saat yang sama 90,3 persen mengaku khawatir terhadap potensi bangsa terpecah.

Temuan tersebut merupakan bagian dari survei nasional LSI bertajuk Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila yang dilaksanakan pada 4–12 Maret 2026.

Dari masyarakat yang mengetahui Pancasila, tingkat pemahaman terhadap lima sila juga tergolong tinggi. Sebanyak 92,8 persen responden dapat menyebutkan sila pertama dengan benar, 83,5 persen sila kedua, 81,7 persen sila ketiga, 76,4 persen sila keempat, dan 82,5 persen sila kelima.

Namun, ketika berbicara mengenai identitas kebangsaan, hasil survei menunjukkan adanya dinamika yang perlu diperhatikan. Sebanyak 51,4 persen responden lebih mengidentifikasikan dirinya sebagai orang Indonesia, terlepas dari agama, suku bangsa, maupun daerah tempat tinggal. Sementara 46 persen lainnya lebih mengidentifikasikan diri berdasarkan agama, suku bangsa, atau daerah tempat tinggal.

Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap bangsa yang terpecah. LSI mencatat 90,3 persen responden merasa khawatir bangsa Indonesia mengalami perpecahan, terdiri dari 46,9 persen yang sangat khawatir dan 43,4 persen yang cukup khawatir.

Kekhawatiran masyarakat juga terlihat pada aspek keamanan negara. Sebanyak 90,1 persen responden mengaku khawatir terhadap kemungkinan ancaman atau serangan dari negara lain terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Meski demikian, komitmen terhadap keutuhan NKRI masih menunjukkan angka kuat. Sebanyak 77,9 persen responden menyatakan tidak akan mendukung apabila ada daerah di Indonesia yang ingin berdiri sendiri dan menjadi negara terpisah dari Indonesia.

Survei juga memperlihatkan bahwa persatuan tetap dipandang sebagai nilai penting oleh hampir seluruh masyarakat. Sebanyak 98,9 persen responden menilai persatuan Indonesia penting, dengan 71,8 persen menyebutnya sangat penting dan 27,1 persen cukup penting.

Di sisi lain, tantangan terhadap penerapan nilai Pancasila tidak hanya berkaitan dengan persatuan, tetapi juga persoalan sosial-ekonomi. Sebanyak 73,7 persen masyarakat menilai perbedaan antara kelompok kaya dan miskin di Indonesia semakin melebar. Sementara itu, 78 persen menyatakan negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan hidup dasar rakyat.

Pada bidang demokrasi, mayoritas masyarakat masih mendukung mekanisme pemilihan langsung. Sebanyak 84,5 persen memahami sila keempat sebagai prinsip bahwa rakyat memilih langsung wakil-wakilnya. Dukungan terhadap pemilihan langsung juga tinggi, yakni 94,4 persen untuk presiden, 94,3 persen untuk gubernur, dan 95 persen untuk bupati/wali kota.

Temuan LSI secara umum menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap Pancasila masih tinggi, tetapi terdapat sejumlah tantangan dalam penerapannya dalam kehidupan kebangsaan. Kekhawatiran terhadap perpecahan, kecenderungan sebagian masyarakat mengidentifikasi diri berdasarkan kelompok agama atau suku, serta persepsi mengenai semakin lebarnya kesenjangan ekonomi menjadi bagian penting dari gambaran tersebut.

Dengan demikian, hasil survei tidak hanya menunjukkan seberapa banyak masyarakat mengenal Pancasila, tetapi juga memperlihatkan adanya pekerjaan rumah untuk memastikan nilai persatuan, kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial benar-benar dirasakan dalam kehidupan masyarakat.

Tags: Indonesia terpecahkomitmen terhadap PancasilaNilai PancasilaPancasilaperpecahan bangsapersatuan Indonesiasurvei LSIsurvei nasional 2026
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

APEKSI dan BPIP Jalin Kerjasama Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila

by Arfandi
13 Okt 2021
0

PROSESNEWS.ID - Pembinaan nilai idiologi pancasila menjadi perhatian bersama antara Asosiasi Pemerintah Kota Gorontalo dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)....

Ilustrasi ASN

Siap-Siap, Mulai 1 Juli ASN ada Giliran Baca Pancasila saat Apel Pagi

by Arfandi
16 Jun 2021
0

PROSESNEWS.ID - Pemerintah resmi mengeluarkan imbauan agar seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) melakukan apel pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan...

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kiri, tengah) mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila tahun 2021 yang digelar secara virtual di rumah jabatan Wagub Gorontalo, Selasa (1/6/2021). (Foto : Haris)

Wagub Gorontalo Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

by Arfandi
1 Jun 2021
0

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kiri, tengah) mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila tahun 2021 yang digelar secara virtual di rumah...

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden RI, Joko Widodo secara virtual

Marten Taha Dorong Masyarakat Terapkan Nilai-Nilai Pancasila

by Arfandi
1 Jun 2021
0

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden RI, Joko Widodo secara virtual PROSESNEWS.ID- Dengan memperingati...

Poster_webinar_RUU_BPIP

Webinar “Polemik RUU BPIP Kembalinya Gaya Orde Baru”

by Majid Rahman
8 Jan 2021
0

Poster_webinar_RUU_BPIP Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia telah menjadi dasar falsafah negara. “Sebagai pandangan hidup, pada dasarnya falsafah Pancasila itu...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Ketua Umum HMI Cabang Bone Bolango, Rolan Abdullah
Daerah

Janji 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, HMI Bone Bolango Minta Bupati Copot Kadis

by Editor
13 Agu 2026
0

Ketua Umum HMI Cabang Bone Bolango, Rolan Abdullah PROSESNEWS.ID - Lambannya penyelesaian administrasi pengadaan 1.000 ekor sapi di Kabupaten Bone...

Polisi Sita 480 Liter Cap Tikus di Talumolo, Pemilik Rumah Juga Turut Diamankan

13 Agu 2026

Kabgor Jadi Percontohan Pelaksanaan SIWT

14 Agu 2026

Kemenpora Buka Pendaftaran Wirasena Youth Camp 2026

13 Agu 2026

Dua Ekskavator Tiba-tiba Menghilang, Bentuk Kelalaian Aparat Tangani PETI di Pulubala?

17 Jul 2026

Banyak yang Tahu Pancasila, Tapi 90,3% Masyarakat Khawatir Bangsa Terpecah

15 Agu 2026

TERBARU

Banyak yang Tahu Pancasila, Tapi 90,3% Masyarakat Khawatir Bangsa Terpecah

15 Agu 2026

Kabgor Jadi Percontohan Pelaksanaan SIWT

14 Agu 2026
Ketua Umum HMI Cabang Bone Bolango, Rolan Abdullah

Janji 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, HMI Bone Bolango Minta Bupati Copot Kadis

13 Agu 2026

Kemenpora Buka Pendaftaran Wirasena Youth Camp 2026

13 Agu 2026

Polisi Sita 480 Liter Cap Tikus di Talumolo, Pemilik Rumah Juga Turut Diamankan

13 Agu 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.