
PROSESNEWS.ID – Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Di tengah kebahagiaan 337 mahasiswa yang resmi menyandang gelar sarjana, kabar duka datang dari salah satu calon wisudawan, Hais Nupu meninggal dunia sebelum sempat mengikuti prosesi wisuda.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Abd. Kadim Masaong, dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, orang tua, dan tamu undangan.
“Di tengah kebahagiaan yang kita rasakan hari ini, ada satu kabar duka. Salah satu mahasiswa yang seharusnya diwisuda telah meninggal dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar rektor dalam sambutannya.
Abd Kadim juga menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswa yang seharusnya mengikuti prosesi wisuda pada hari tersebut. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum serta memberikan penghormatan atas perjuangan yang telah ditempuh selama menempuh pendidikan.
Saat dimintai keterangan, Abd Kadim mengatakan, sebelum meninggal pasien tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun pukul dini hari pagi yang bertepatan dengan hari Wisudanya, dirinya menghembuskan nafas terakhir.
“Kabarkan serangan jantung, sebelum meninggal dunia, kemarin sempat dilarikan ke rumah sakit,” paparnya
Diketahui, Hais Nupu merupakan peserta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini merupakan jalur pendidikan tinggi yang diselenggarakan sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Meski tidak dapat mengikuti prosesi wisuda, kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa di balik momen penuh sukacita, tersimpan kisah duka yang turut dirasakan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Gorontalo.












