
PROSESNEWS.ID — Rencana penyelenggaraan pacuan kuda di Desa Yosonegoro (Kampung Jawa) dipastikan batal digelar. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi, yang menyebutkan sejumlah kendala utama menjadi alasan pembatalan kegiatan tersebut.
Menurut Isa Amir Hanapi, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama. Dana yang tersedia saat ini hanya berkisar Rp50 juta, yang dinilai belum mencukupi untuk menyelenggarakan event pacuan kuda secara layak.
“Dengan anggaran sebesar itu, pelaksanaan pacuan kuda belum memungkinkan, apalagi jika ingin digelar dengan skala yang lebih besar,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Ia juga menambahkan, bahkan jika kegiatan tersebut hanya dilaksanakan dalam skala lokal, anggaran sekitar Rp15 juta tetap tidak mencukupi kebutuhan operasional.
Selain persoalan dana, kesiapan panitia juga menjadi kendala. Hingga saat ini, persiapan dinilai belum matang untuk mendukung pelaksanaan acara. Ditambah lagi, kondisi lapangan yang direncanakan sebagai arena pacuan kuda belum memadai dan masih membutuhkan perbaikan.
Keputusan ini pun menuai kekecewaan dari sebagian masyarakat yang telah menantikan kegiatan tersebut. Meski demikian, Isa Amir Hanapi meminta masyarakat untuk dapat memahami situasi yang ada.
“Memang banyak masyarakat yang kecewa, tapi dengan kondisi saat ini, kami belum bisa memaksakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pacuan kuda maupun karapan sapi merupakan agenda tahunan yang rutin digelar setiap satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.











