<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Bahasa Gorontalo Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/bahasa-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/bahasa-gorontalo/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2026 09:50:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Bahasa Gorontalo Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/bahasa-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahasa Daerah Kian Tergerus, Bapemperda DPRD Gorontalo Siapkan Revisi Perda Pelestarian</title>
		<link>https://prosesnews.id/bahasa-daerah-kian-tergerus-bapemperda-dprd-gorontalo-siapkan-revisi-perda-pelestarian/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/bahasa-daerah-kian-tergerus-bapemperda-dprd-gorontalo-siapkan-revisi-perda-pelestarian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 09:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Deprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bapemperda]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Perda Pelestarian Bahasa Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Syarifudin Bano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=73596</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Gorontalo mulai membahas rencana revisi Peraturan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/bahasa-daerah-kian-tergerus-bapemperda-dprd-gorontalo-siapkan-revisi-perda-pelestarian/">Bahasa Daerah Kian Tergerus, Bapemperda DPRD Gorontalo Siapkan Revisi Perda Pelestarian</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_73597" aria-describedby="caption-attachment-73597" style="width: 1078px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-73597" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028.jpg" alt="" width="1078" height="639" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028.jpg 1078w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028-300x178.jpg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028-1024x607.jpg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028-768x455.jpg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260804-WA0028-750x445.jpg 750w" sizes="(max-width: 1078px) 100vw, 1078px" /><figcaption id="caption-attachment-73597" class="wp-caption-text">Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo Syarifudin Bano, S.Sos</figcaption></figure>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Gorontalo mulai membahas rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelestarian Bahasa Daerah melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama sejumlah pemangku kepentingan.</p>
<p>Rapat tersebut dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo, akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Balai Bahasa, BPMP, Kanwil Kementerian Agama, tokoh adat, pemerhati bahasa, serta tim pakar Bapemperda.</p>
<p>Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, S.Sos, mengatakan, pembahasan revisi perda merupakan tindak lanjut atas aspirasi akademisi UNG yang menilai penggunaan bahasa Gorontalo terus mengalami penurunan sehingga perlu diperkuat melalui regulasi.</p>
<p>“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan rekan-rekan akademisi UNG. Mereka melihat bahwa penggunaan bahasa Gorontalo mulai mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah nyata melalui penguatan regulasi untuk menjaga dan melestarikannya,” katanya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, para profesor dan guru besar memaparkan hasil kajian akademik yang menyimpulkan Perda Nomor 2 Tahun 2019 perlu disempurnakan. Selain belum sepenuhnya selaras dengan regulasi yang lebih tinggi, perda itu juga dinilai belum memberikan penguatan yang optimal terhadap pelindungan, pengembangan, dan penggunaan bahasa Gorontalo.</p>
<p>Salah satu usulan yang mengemuka ialah mempertegas kewajiban penggunaan bahasa Gorontalo di lingkungan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.</p>
<p>“Masukan dari para guru besar sangat jelas, yaitu perlunya penguatan regulasi agar bahasa Gorontalo mendapat ruang yang lebih kuat dalam dunia pendidikan. Namun implementasinya tentu membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” tutur politisi partai Demokrat itu.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembahasan revisi perda masih berada pada tahap awal. DPRD akan membuka ruang bagi berbagai pihak, khususnya lembaga adat, untuk memberikan masukan terhadap materi perubahan perda.</p>
<p>“Kami akan mengkaji bersama berbagai regulasi yang sudah ada dan berkolaborasi dengan lembaga adat. Masukan mereka sangat penting, termasuk mengenai standar penulisan bahasa Gorontalo yang hingga kini masih memiliki beberapa perbedaan, seperti penulisan kata ‘Hulontalo’. Hal-hal seperti ini harus disepakati bersama agar menjadi acuan resmi,” jelasnya.</p>
<p>Selain bahasa Gorontalo, pembahasan juga akan mempertimbangkan keberadaan bahasa daerah lain di Provinsi Gorontalo, seperti Suwawa, Atinggola, Limboto, dan Boalemo agar seluruhnya dapat diakomodasi dalam regulasi sesuai karakteristik masing-masing.</p>
<p>Sebelum rancangan perubahan perda disusun, Bapemperda akan menggelar diskusi publik yang melibatkan akademisi, tokoh adat, pemerintah daerah, pemerhati bahasa, dan pemangku kepentingan di empat wilayah adat Gorontalo. Hasil forum tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum pembahasan berlanjut dengan mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional serta peraturan perundang-undangan lainnya.</p>
<p>“Terkait apakah usulan revisi perda nantinya berasal dari inisiatif DPRD atau Pemerintah Provinsi Gorontalo, saat ini belum diputuskan. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada para akademisi dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan kajian, sehingga perda yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi landasan hukum yang kuat dalam menjaga, melindungi, dan melestarikan bahasa Gorontalo bagi generasi mendatang,” tutupnya.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/bahasa-daerah-kian-tergerus-bapemperda-dprd-gorontalo-siapkan-revisi-perda-pelestarian/">Bahasa Daerah Kian Tergerus, Bapemperda DPRD Gorontalo Siapkan Revisi Perda Pelestarian</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/bahasa-daerah-kian-tergerus-bapemperda-dprd-gorontalo-siapkan-revisi-perda-pelestarian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Gorontalo di Ujung Tanduk, Generasi Muda Mulai Kehilangan Identitas</title>
		<link>https://prosesnews.id/bahasa-gorontalo-di-ujung-tanduk-generasi-muda-mulai-kehilangan-identitas/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/bahasa-gorontalo-di-ujung-tanduk-generasi-muda-mulai-kehilangan-identitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 13:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa daerah terancam punah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa lokal indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[identitas budaya]]></category>
		<category><![CDATA[krisis bahasa daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian bahasa daerah]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian ung]]></category>
		<category><![CDATA[revitalisasi bahasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=71943</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah rumah bagi nilai-nilai, sejarah, dan cara...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/bahasa-gorontalo-di-ujung-tanduk-generasi-muda-mulai-kehilangan-identitas/">Bahasa Gorontalo di Ujung Tanduk, Generasi Muda Mulai Kehilangan Identitas</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="198" data-end="497"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-71944" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5.png" alt="" width="1402" height="927" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5.png 1402w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5-300x198.png 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5-1024x677.png 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5-768x508.png 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5-750x496.png 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/f6a7db9d-70ea-4a08-8db8-83052ce90ae5-1140x754.png 1140w" sizes="(max-width: 1402px) 100vw, 1402px" /></p>
<p data-start="198" data-end="497"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah rumah bagi nilai-nilai, sejarah, dan cara pandang sebuah bangsa terhadap dunia. Ketika sebuah bahasa mati, maka mati pula ingatan kolektif masyarakatnya. Pertanyaannya, bagaimana nasib Bahasa Gorontalo di tengah arus modernisasi yang kian kencang?</p>
<p data-start="499" data-end="945">Kenyataannya, Bahasa Gorontalo kini berada pada titik yang rentan. Dominasi bahasa nasional dan bahasa asing di ruang publik serta kehidupan sehari-hari membuat Bahasa Gorontalo perlahan tersingkir dari tuturan masyarakatnya sendiri, terutama di kalangan generasi muda. Jika tidak segera “dijemput kembali”, bukan tidak mungkin bahasa ini akan menjadi warisan sejarah yang hanya dapat dibaca dalam buku, bukan lagi didengar dari lisan masyarakat.</p>
<h3 data-section-id="302wne" data-start="947" data-end="985">Membaca Masalah, Merumuskan Solusi</h3>
<p data-start="987" data-end="1329">Menyadari ancaman serius tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bergerak cepat. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dakia N. Djou, M.Hum., bersama Dr. Ellyana G. Hinta, M.Hum., dan Dr. Salam, M.Pd. Riset tersebut dilaksanakan melalui skema Penelitian Fundamental Reguler 2025 yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek.</p>
<p data-start="1331" data-end="1713">Penelitian berjudul <em data-start="1351" data-end="1466">“Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo sebagai Upaya Penyelamatan Kepunahan Bahasa Daerah di Provinsi Gorontalo”</em> ini tidak sekadar menjadi kajian teoretis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan melibatkan tokoh adat, guru, akademisi, serta penutur lintas generasi, tim peneliti berhasil mengidentifikasi penyebab menurunnya penggunaan Bahasa Gorontalo.</p>
<h3 data-section-id="a8pf43" data-start="1715" data-end="1763">Diagnosis: Mengapa Bahasa Gorontalo Memudar?</h3>
<p data-start="1765" data-end="1874">Hasil riset mengungkapkan beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan vitalitas Bahasa Gorontalo, yaitu:</p>
<ol data-start="1876" data-end="2355">
<li data-section-id="bjd3k1" data-start="1876" data-end="2063"><strong data-start="1879" data-end="1902">Lingkungan keluarga</strong>: Transmisi bahasa dari orang tua kepada anak semakin melemah. Banyak orang tua merasa lebih bangga jika anaknya menggunakan bahasa nasional atau bahasa asing.</li>
<li data-section-id="1qr34cv" data-start="2064" data-end="2230"><strong data-start="2067" data-end="2087">Ruang pendidikan</strong>: Bahasa Gorontalo belum terintegrasi secara optimal dalam kurikulum sekolah, ditambah dengan minimnya bahan ajar dan literatur yang memadai.</li>
<li data-section-id="11h2m9n" data-start="2231" data-end="2355"><strong data-start="2234" data-end="2258">Dukungan kelembagaan</strong>: Belum terdapat kebijakan yang kuat dan sistematis dalam pelestarian bahasa di tingkat formal.</li>
</ol>
<h3 data-section-id="1xg9ur" data-start="2357" data-end="2402">Strategi Holistik: Tanggung Jawab Bersama</h3>
<p data-start="2404" data-end="2651">Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya potensi besar untuk revitalisasi Bahasa Gorontalo. Peran aktif komunitas adat, praktik budaya yang masih hidup, serta komitmen pemerintah daerah menjadi modal penting dalam upaya pelestarian.</p>
<p data-start="2653" data-end="2844">Tim peneliti menegaskan bahwa pelestarian bahasa tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak. Adapun strategi yang dirumuskan meliputi:</p>
<p data-start="2846" data-end="3390">a. <strong data-start="2849" data-end="2869">Sinergi keluarga</strong>: Menjadikan rumah sebagai ruang utama penggunaan Bahasa Gorontalo dalam komunikasi sehari-hari.<br data-start="2965" data-end="2968" />b. <strong data-start="2971" data-end="2995">Revitalisasi sekolah</strong>: Mendorong integrasi bahasa daerah ke dalam kurikulum lokal dengan materi yang kreatif dan mudah dipahami oleh siswa.<br data-start="3113" data-end="3116" />c. <strong data-start="3119" data-end="3138">Ruang komunitas</strong>: Memperluas ruang kreatif berbasis budaya agar Bahasa Gorontalo tetap relevan dengan perkembangan zaman.<br data-start="3243" data-end="3246" />d. <strong data-start="3249" data-end="3272">Regulasi pemerintah</strong>: Mendorong kebijakan konkret yang melindungi dan mempromosikan penggunaan bahasa daerah di ruang publik dan formal.</p>
<h3 data-section-id="3dm6bo" data-start="3392" data-end="3436">Bahasa adalah Identitas, Mari Menjaganya</h3>
<p data-start="3438" data-end="3654">Strategi ini telah melalui proses validasi bersama para pemangku kepentingan melalui <em data-start="3523" data-end="3547">focus group discussion</em> (FGD), sehingga hasil yang dirumuskan bersifat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gorontalo.</p>
<p data-start="3656" data-end="4025">Hasil penelitian ini tidak hanya menjadi catatan akademik, tetapi juga merupakan peta jalan (<em data-start="3749" data-end="3758">roadmap</em>) bagi pemerintah dan masyarakat dalam menyelamatkan Bahasa Gorontalo. Pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, ketika kita melestarikan bahasa, kita sejatinya sedang merawat jati diri bangsa di tengah perubahan dunia yang terus berlangsung.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/bahasa-gorontalo-di-ujung-tanduk-generasi-muda-mulai-kehilangan-identitas/">Bahasa Gorontalo di Ujung Tanduk, Generasi Muda Mulai Kehilangan Identitas</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/bahasa-gorontalo-di-ujung-tanduk-generasi-muda-mulai-kehilangan-identitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Bahasa Gorontalo 2024, Ryan Kono Dukung Pelestarian Bahasa Daerah</title>
		<link>https://prosesnews.id/revitalisasi-bahasa-gorontalo-2024-ryan-kono-dukung-pelestarian-bahasa-daerah/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/revitalisasi-bahasa-gorontalo-2024-ryan-kono-dukung-pelestarian-bahasa-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 11:02:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Bahasa Gorontalo 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Kono]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Kono Dukung Pelestarian Bahasa Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=52562</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID — Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono menyambut baik audiensi persiapan Revitalisasi Bahasa Daerah Gorontalo...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/revitalisasi-bahasa-gorontalo-2024-ryan-kono-dukung-pelestarian-bahasa-daerah/">Revitalisasi Bahasa Gorontalo 2024, Ryan Kono Dukung Pelestarian Bahasa Daerah</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-52563" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-scaled.jpeg 2560w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-300x169.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-1024x576.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-768x432.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-1536x864.jpeg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-2048x1152.jpeg 2048w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-750x422.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-13.30.52-1140x641.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> — Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono menyambut baik audiensi persiapan Revitalisasi Bahasa Daerah Gorontalo 2024 oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo di ruang kerja Wakil Walikota Gorontalo, Senin (13/11/2023).</p>
<p>Audiensi tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Gorontalo, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Gorontalo, serta Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo dan pegawai ASN lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami pihak Pemerintah Kota Gorontalo menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh pihak Kantor Bahasa, apalagi dalam hal ini tujuannya sangat baik untuk Provinsi Gorontalo, melestarikan Bahasa Daerah Gorontalo,&#8221; ujar Ryan.</p>
<p>Ryan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap bahasa Gorontalo itu sendiri, pasalnya, penggunaan bahasa daerah di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo untuk berkomunikasi saat ini sudah sangat minim.</p>
<p>&#8220;Dilingkungan kerja saya penggunaan bahasa daerah cukup sedikit dan penggunaan bahasanya mulai terbawa dengan bahasa Melayu Manado. Tapi dengan kerja sama yang ditawarkan oleh Kantor Bahasa menurut saya menjadi hal yang unik dan juga membantu pemerintah dalam hal melestarikan bahasa daerah yang ada di Gorontalo,&#8221; kata Ryan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Ahmad Nawari menjelaskan, dalam tahap kedua persiapan revitalisasi bahasa daerah tersebut, Kantor Bahasa akan membuat modul tentang bahasa daerah, melatih 251 guru mata pelajaran muatan lokal (mulok) di Provinsi Gorontalo, dan mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu.</p>
<p>Adapun lomba dalam festival ini juga mencakup cerpen, mendongeng, pidato, lawakan tunggal (stand up comedy), baca puisi, nyanyian solo, serta cerdas cermat, semuanya menggunakan bahasa daerah. Lomba ini ditujukan untuk siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.</p>
<p>&#8220;Nantinya lomba ini akan diadakan ditingkat kabupaten/kota, kemudian provinsi dan setelah itu akan mengikuti lomba pada tingkat nasional atau Festival Tunas Bahasa Ibu,&#8221; jelas Nawari.</p>
<p>Kerjasama antara Pemerintah Kota Gorontalo dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya melestarikan bahasa daerah, baik di lingkungan pemerintah, sekolah, maupun masyarakat umum.</p>
<p><strong>Reporter: Yowan Moha</strong></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/revitalisasi-bahasa-gorontalo-2024-ryan-kono-dukung-pelestarian-bahasa-daerah/">Revitalisasi Bahasa Gorontalo 2024, Ryan Kono Dukung Pelestarian Bahasa Daerah</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/revitalisasi-bahasa-gorontalo-2024-ryan-kono-dukung-pelestarian-bahasa-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
