
PROSESNEWS.ID – Malam ini warga Gorontalo digemparkan oleh kemunculan kilatan cahaya terang di langit yang berlangsung dalam beberapa detik dan disusul suara dentuman. Fenomena tersebut oleh sebagian warga disebut-sebut menyerupai meteor yang melintas di atmosfer.
Namun, apa sebenarnya meteor dan mengapa batuan dari luar angkasa bisa masuk hingga mendekati Bumi?
Secara ilmiah, fenomena yang dikenal masyarakat sebagai “bintang jatuh” sebenarnya bukanlah bintang yang jatuh ke Bumi. Cahaya tersebut merupakan meteor, yakni fenomena bercahaya yang terjadi ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi.
1. Berawal dari Batuan di Luar Angkasa
Ruang angkasa dipenuhi berbagai benda kecil berupa batuan dan debu. Sebagian merupakan sisa pembentukan tata surya, sementara lainnya berasal dari pecahan asteroid atau komet. Benda-benda tersebut disebut meteoroid.
Meteoroid juga memiliki lintasan dan bergerak mengelilingi Matahari. Dalam kondisi tertentu, lintasannya dapat berdekatan atau berpotongan dengan orbit Bumi. Ketika hal itu terjadi, meteoroid berpeluang memasuki atmosfer planet kita.
2. Gravitasi Bumi Menarik Meteoroid
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan benda-benda tersebut adalah gravitasi Bumi.
Ketika sebuah meteoroid berada pada lintasan yang membawanya cukup dekat dengan Bumi, gaya gravitasi planet dapat membelokkan atau mempercepat pergerakannya menuju atmosfer.
Meteoroid yang memasuki atmosfer dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, bahkan dapat mencapai puluhan kilometer per detik. Kecepatan inilah yang kemudian membuat interaksinya dengan atmosfer menghasilkan fenomena yang dapat terlihat dari permukaan Bumi.
3. Mengapa Meteor Mengeluarkan Cahaya?
Ketika meteoroid memasuki atmosfer, benda tersebut bergerak sangat cepat dan berinteraksi dengan udara di depannya.
Udara di sekitar lintasannya mengalami pemanasan dan menghasilkan kondisi yang sangat panas. Pada saat yang sama, material pada permukaan meteoroid dapat mengalami ablasi atau terkikis akibat proses tersebut.
Gas dan material yang berpijar kemudian menghasilkan cahaya terang yang terlihat dari permukaan Bumi. Inilah yang secara umum disebut sebagai meteor.
Jadi, cahaya yang terlihat bukan karena sebuah bintang jatuh, melainkan akibat meteoroid yang memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan fenomena bercahaya.
4. Tidak Semua Meteor Sampai ke Permukaan Bumi
Sebagian besar meteoroid yang memasuki atmosfer berukuran kecil. Banyak di antaranya mengalami ablasi dan hancur sebelum mencapai permukaan.
Jika sebagian materialnya berhasil bertahan dan jatuh ke permukaan Bumi, benda yang tersisa tersebut disebut meteorit.
Dengan demikian, istilahnya berbeda berdasarkan tahapnya. Meteoroid merupakan benda yang masih berada di luar angkasa, meteor adalah fenomena cahaya ketika benda tersebut memasuki atmosfer, sedangkan meteorit merupakan material yang berhasil mencapai permukaan Bumi.
Fenomena di Gorontalo Masih Menunggu Penjelasan Resmi
Terkait kilatan cahaya dan dentuman yang terdengar warga Gorontalo malam ini, belum dapat dipastikan bahwa fenomena tersebut merupakan meteor atau benda langit lainnya.
Diperlukan analisis dan keterangan dari instansi atau lembaga terkait untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Rekaman CCTV, video warga, lokasi kemunculan cahaya, serta karakteristik suara dentuman dapat menjadi bagian dari informasi yang membantu mengidentifikasi fenomena tersebut.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa cahaya yang terlihat di langit Gorontalo merupakan meteor sebelum ada penjelasan ilmiah atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Referensi
NASA Solar System Exploration. (2025). Meteors & Meteorites: Facts. Diakses dari science.nasa.gov.
Info Astronomy. (2018). Mengapa Meteor Terbakar di Atmosfer?. Diakses dari infoastronomy.org.
National Geographic Education. (2023). Meteor. Diakses dari education.nationalgeographic.org.
Francis Marion University – Dooley Planetarium. (n.d.). Astronomy Lessons: Meteors. Diakses dari astro.fmarion.edu.









