Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Sinopharm Mendarat Dulu, Sputnik Kemudian

Majid Rahman by Majid Rahman
4 Mei 2021 22:40
in Nasional
Petugas berjaga di depan envirotainer yang berisi bahan baku vaksin sinovac tahap 10 tiba di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/4/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Vaksin Sinopharm datang. Efikasinya 79 persen. Platformnya inactivated virus, mirip Sinovac. Sputnik-V masih ditunggu. Keduanya tergolong vaksin populer.

Kedatangan vaksin tahap ke-10  berbeda dari sebelumnya. Kali ini, vaksin yang dikirim terdiri dari dua produk  sekaligus, yakni CoronaVac buatan Sinovac Biotech Ltd dan Sinopharm dari China National Pharmatical Corporation. Kedua perusahaan itu mengoperasikan industrinya di Bejing, Tiongkok.

Vaksin-vaksin itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 30 April 2021 siang, dengan pesawat Garuda GA-891. “Pada hari ini, telah tiba vaksin Covid-19 sejumlah 6 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk yang berasal dari Sinovac Biotech Ltd dan 482.400 dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinopharm China National Pharmatical Corporation,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta menjemput vaksin dari Beijing itu.

Dengan kedatangan vaksin ini, Indonesia telah menerima 65,5 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dari Sinovac, yang setelah diproses di PT Biofarma Bandung menghasilkan 53 juta dosis jadi, serta 8,4 juta dosis vaksin bentuk jadi dari Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca.

“Kedatangan vaksin pada hari ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah dalam mengamankan pasokan vaksin secara bertahap di dalam negeri, di tengah situasi di mana negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Johnny G Plate.

AstraZeneca, CoronaVac (Sinovac), dan Sinopharm adalah tiga dari 14 nama produk vaksin yang kini beredar di dunia. Ketiganya cukup populer. AstraZeneca, yang akan diproduksi 3 miliar dosis pada sepanjang 2021, sudah mengantungi sertifikat emergency use authorization (EUA) atau izin edar di 132 negara. Sinopharm memegang EUA di 49 negara dan Sinovac 29 negara.

Vaksin Sinovac (CoronaVac) sudah digunakan di Indonesia sejak 13 Januari 2021 dan AstraZeneca sejak akhir Maret 2021. Keduanya untuk program vaksinasi reguler yang biayanya ditanggung negara. Ada pun Sinopharm peruntukannya bagi program Vaksinasi Gotong Royong, yang dibiayai secara gotong royong oleh perusahaan swasta, untuk dikenakan pada segenap karyawannya.

Vaksin Sinopharm ini diproduksi dengan platform virus yang dilemahkan (inactivated virus), persis seperti Sinovac. Uji klinis tahap ketiganya dilakukan secara sungguh-sungguh dengan melibatkan 48 ribu relawan di Uni Emirat Arab, Bahrain, Jordania, Maroko, Argentina, hingga Peru. Secara resmi, Sinopharm China National Pharmatical Corporation menyebutkan efikasi (kemanjuran) vaksinnya mencapai 79 persen.

Vaksin Gotong Royong ini diharapkan bisa menjangkau 15 juta kaum  pekerja. Namun, pada akhir tahap pertama Maret lalu, baru didaftarkan 8,6 juta penerima vaksin dari 17.386 perusahaan, baik korporasi besar maupun UKM. Ada subsidi silang pada pembiayaannya. Pengadaan Vaksin Gotong Royong dilakukan Pemerintah melalui Kementerian BUMN. Pelaksana pengadaannya ialah PT Biofarma.

Pada tahap pertama ini, kebutuhan Vaksin Gotong Royong direncanakan akan dipasok Sinopharm sebanyak 15 juta dosis dan tiga juta dosis lainnya oleh Gamaleya Research Institute, Rusia, dengan Vaksin Sputnik-V. Vaksin Rusia ini cukup populer. Hingga akhir April 2021 Sputnik-V telah menggaet izin edar (EUA) dari 68 negara.

Para peneliti Gamaleya Reasearch Institute melaporkan di jurnal kesehatan (mingguan) The Lancet edisi awal Februari bahwa Sputnik-V mencatat efikasi sampai 91,6 persen. Uji klinis tahap tiganya dilakukan di Rusia, Belarus, India, Uni Emirat Arab, dan Venezuela, dengan melibatkan sedikitnya 40 ribu relawan.

Vaksin Sputnik-V itu diproduksi dengan platform adenovirus vector, mirip pada AstraZeneca. Sayatan genom virus ditempelkan pada virus vektor, yang tak bisa mereplikasi diri atau berbiak dalam tubuh manusia. Hasilnya, ada rangsangan tubuh untuk memproduksi antibodi. Peneliti Gameleya Research Institute juga melaporkan, vaksinnya tak menimbulkan efek samping. Dalam waktu dekat, Sputnik-V itu diharapkan juga bisa mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

Dari stok awal hampir 62 juta dosis vaksin itu, 20 juta dosis di antaranya sudah dipakai, dikenakan ke  12,4 juta orang (4,5 persen dari populasi) pada akhir April. Dari jumlah itu, 7,6 juta di antaranya sudah genap menjalani suntikan vaksin dua kali. Pemerintah kini  masih harus bekerja keras dalam upaya mencapai jangkauan vaksinasi ke 70 juta orang pada Juli 2021.

Menteri Kominfo Johnny G Plate merasa perlu mengingatkan bahwa vaksinasi itu hanya salah satu jalan menanggulangi pandemi, yakni dengan membangun kekebalan kelompok (herd immunity). Maka, pemerintah bertekad terus melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Namun di sisi lain, Menteri Johnny G Plate berharap, segenap masyarakat terus mendukung upaya pengendalian pandemi. “Masyarakat diharapkan bisa terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer,” kata Menkominfo.

Kehati-hatian semua pihak diperlukan. Terjadinya serangan pada gelombang kedua dan gelombang ketiga penularan Covid-19, yang  mengakibatkan terjadinya kembali pelonjakan kasus positif Covid-19 di sejumlah negara, seperti India, Iran, dan Turki, hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk disiplin, siaga, dan waspada menyikapi. Menkominfo berharap kejadian tersebut tak  terjadi di Indonesia.

Penulis : Putut Trihuosodo
Redaktur : Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari
Tags: IndonesiaNasionalVaksin SinopharmVirus Corona
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Vaksinasi dan Prokes Jadi Kunci Pemulihan Sektor Parekraf

by Majid Rahman
8 Sep 2021
0

PROSESNEWS.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, berbagai strategi pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dilakukan...

Wisata Kesehatan untuk Bangkitkan Sektor Parekraf

by Majid Rahman
6 Sep 2021
0

PROSESNEWS.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan wisata kesehatan (wellness...

Sektor Kepelabuhan Berdaya Saing Global

by Majid Rahman
6 Sep 2021
0

PROSESNEWS.ID - Ditulis Indonesia.go.id, Empat BUMN Pelabuhan resmi melakukan merger dengan nama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Indonesia Port Corporation. Rencananya, berlaku...

Ilustrasi (Foto : Mediaindonesia.com)

Indonesia Perlu Terus Memberi Sinyal Positif ke Depan

by Majid Rahman
4 Sep 2021
0

PROSESNEWS.ID - Melansir Indonesia.go.id, Indonesia perlu terus memberi sinyal positif ke depan. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan optimisme dan bisa tumbuh lebih...

Foto : Kemenparekraf

Temui Gubernur Kalsel, Menparekraf Bahas Pengembangan Potensi Parekraf

by Majid Rahman
2 Sep 2021
0

PROSESNEWS.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengawali kunjungannya ke Banjarmasin, Kalimantan...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Gunawan Rasid
Daerah

Satgas DPD Demokrat Bantah Informasi Gubernur Gorontalo Dukung Andi Ilham

by Editor
22 Mar 2026
0

Gunawan Rasid PROSESNEWS.ID - Isu yang beredar di tengah publik terkait dugaan dukungan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, terhadap salah satu...

AMPG, BM PAN, Angkatan Muda Ka’bah Dukung Koalisi Indonesia Bersatu

5 Jun 2022
Praktisi Hukum, Ahmad Tawakkal Paturusi

Praktisi Hukum Sebut Sikap Gubernur Gorontalo terhadap Tambang Ilegal Sudah Tepat dan Konstitusional

13 Mar 2026

Mangrove Menyusut, Masyarakat Pesisir Gorontalo Dilema antara Tambak dan Kerentanan Lingkungan

19 Des 2025

24 Tahun PD, Titik Balik dan Peta Jalan Demokrat Gorontalo

9 Sep 2025

KPU Bone Bolango Gelar Rapat Koordinasi Tata Kelola Logistik Pilkada 2024

7 Nov 2024

TERBARU

Gunawan Rasid

Satgas DPD Demokrat Bantah Informasi Gubernur Gorontalo Dukung Andi Ilham

22 Mar 2026

Komitmen Setiap Tahun, Dheninda Chaerunnisa Bagikan Parsel Lebaran

20 Mar 2026

BUMD Gorontalo Diminta Tak Sekadar Ada, Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

19 Mar 2026

Polda Gorontalo Fasilitasi Mudik Gratis, Ratusan Warga Berangkat ke Dua Provinsi

18 Mar 2026

Polisi Tegaskan Penambang Rakyat Wajib Kantongi IPR, Tidak Ada Kelonggaran Aturan

18 Mar 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.