
PROSESNEWS.ID – Pasangan suami istri (Pasutri) yang sudah lanjut usia (Lansia), warga Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo (Kabgor) memilih tinggal di gubuk reot.
Pasutri tersebut sudah tinggal di gubuk itu selama kurang lebih sepuluh tahun tanpa ada penerangan (Lampu) dan kesulitan air. Bahkan, keduanya tinggal memakan buah- buahan seperti pisang.
Hal ini disampaikan oleh salah satu warga Desa Molamahu, Kecamatan Tibawa, bernama Al-Ghazali Katili yang merupakan sukarelawan yang tengah membantu Pasutri tersebut.
“Sesuai yang disampaikan Pasutri tersebut, mereka memilih tinggal di pegunungan dikarenakan kekurangan ekonomi. Bahkan untuk makanan sehari-hari itu tidak menentu, kadang kala hanya memakan buah-buahan,” kata Al-Ghazali Katili.
Al-Ghazali mengatakan, karena gubuk mereka sudah tak layak ditinggali, ia berinisiatif untuk membangunkan rumah kecil bagi pasutri tersebut. Uang tersebut dari hasil patungan dengan teman-temannya serta bantuan dari pihak-pihak lain.
“Saya mengumpulkan uang dari teman-teman yang ikhlas memberi untuk kelangsungan pembangunan rumah ini. Nama dari si kakek tersebut adalah Katenga Sunu (80), sementara nama istrinya sudah saya lupa,” ungkap Al-Ghazali.
Selain itu ungkap Al-Ghazali, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah terkait. Maka ia sangat berharap bagi seluruh masyarakat agar dapat membantu, sehingga pasutri lansia ini dapat tempat tinggal yang layak.
“Yang mereka inginkan hanyalah bantuan berupa pengadaan air dan lampu, baik itu dari pemerintah dan masyarakat Gorontalo,” tutup Al-Ghazali.
Reporter : Abd Kadir Djauhari.









