Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Bawaslu RI Saksikan Pemilu Serentak di Brasil, 5 Jam Rekapitulasi Selesai dan KPPS Hanya Dibayar Makan Siang

Editor by Editor
11 Okt 2022 23:50
in Nasional
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty

PROSESNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI diundang secara resmi untuk memantau pelaksanaan pemilu serentak di Brasil pada 2 Oktober 2022 lalu, dalam rangkaian kunjungan mereka pada 27 September-5 Oktober 2022.

Menurut anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, undangan ini diterima langsung dari Tribunal Superior Eleitoral (TSE) Brasil, badan tertinggi yang menjalankan fungsi penyelenggaraan teknis, pengawas, sekaligus hakim penegak hukum pemilu, pada lembaga penyelenggaraan pemilu di Negeri Samba.

Lolly mengaku, selama kunjungannya itu, mereka berdialog langsung dengan pimpinan TSE, partai politik yang sedang berkompetisi, sampai asosiasi pengacara.

Mereka juga mengaku memantau langsung hari H pemilu serentak di Distrik Brasilia, di mana pemungutan suara berlangsung cukup cepat, begitu pun dengan rekapitulasi perolehan suara.

“Hasil pemantauan di beberapa TPS di distrik Brasilia, pemungutan suara dimulai pukul 08.00 dan ditutup pukul 17.00. Terlihat pemilih mengantre dengan tertib,” kata Lolly seperti di kutip di Kompas.com, Senin (10/10/2022).

“Dari pemilih masuk ke TPS hingga selesai dengan memilih lima jenis pemilihan (Presiden, Gubernur, DPR/DPRD dan DPD) ternyata hanya menghabiskan waktu kurang dari satu menit di TPS,” tambahnya.

Keamanan data

Lolly menyampaikan, Brasil melakukan tes keamanan publik sebelum pemungutan suara.

“Selama satu tahun sebelum pemungutan suara, TSE mempersilakan, bahkan bisa dikatakan menantang, semua orang untuk bisa meretas. Hal ini dilakukan untuk menepis keraguan terhadap keamanan sistem,” kata dia.

Mereka disebut melakukan audit kode sumber, prosedur penyegelan sistem dan tanda tangan digital, identifikasi biometrik pemilih, pendaftaran suara digital (DRV), serta menempuh mekanisme sistem audit pra dan pasca pemilu.

“Penggunaan e-voting dianggap telah meningkatkan kepercayaan masyarakat pada hasil pemilu Brasil,” ujarnya.
Back up data suara
Lolly menjelaskan, setelah TPS ditutup tepat pukul 17.00, mesin elektronik mencetak data yang ada di mesin, berupa barcode yang dapat diunduh oleh siapa pun.

“Print barcode ini lantas ditandatangani petugas (jika di kita disebut dengan KPPS) yang berjumlah 4 orang. Hal ini dilakukan untuk memastikan sinkronisasi data yang dikirim ke pusat tabulasi melalui sistem jaringan dengan yang dicetak pada setiap TPS,” jelasnya.

“Selanjutnya, pen drive (semacam hardisk) dikeluarkan dari mesin dan dikirimkan ke pusat data TSE saat itu juga. Alhasil data tersimpan pada tiga hal yaitu mesin, barcode dan pen drive,” imbuh Lolly.

Sekitar 15 menit setelah TPS ditutup, para petugas disebut sudah dapat pulang, mengemasi perlengkapan, dan melipat kardus bilik pemungutan suara.

Pertanggungjawaban data

Dalam pemantauan itu, Lolly mengaku bertanya soal akuntabilitas pemungutan suara secara elektronik ini.

TSE memberi jawaban bahwa mereka melalukan tes integritas sistem sepanjang TPS dibuka.

Tes itu berupa simulasi pemilihan menggunakan kertas suara, “dengan menulis angka pereferensi pemilih dan diaplikasikan pada mesin elektronik”.

“Hal ini untuk menunjukkan kesesuaian data, antara pemilihan manual dengan yang terdapat dalam sistem elektronik,” kata Lolly.

TSE menyatakan bahwa langkah ini efektif mengantisipasi kecurangan pada pemungutan, rekapitulasi, dan penetapan hasil perolehan suara sejak negara tersebut mulai menerapkan e-voting pada 1996.

Menurutnya, TPS-TPS di Brasilia “sangat berwarna” dan penuh sukacita ketika pemungutan suara berlangsung. Kepercayaan yang tinggi terhadap penyelenggaraan pemilu dianggap jadi faktornya.

“Bahkan petugas pada 496.512 TPS (polling station) bekerja secara sukarela tanpa honor, kecuali menerima pengganti biaya makan siang,” kata Lolly.

Rekapitulasi kilat

Menurut Lolly, rekapitulasi perolehan suara pun dapat langsung disaksikan secara daring dan real-time melalui YouTube, sehingga dapat dipantau seluruh warga.

Berdasarkan pemantauan di media center TSE, hasil rekapitulasi perolehan suara bahkan sudah tembus 99 persen pada pukul 22.30, padahal TPS baru ditutup 5 jam sebelumnya.

“Tentu pembelajaran baik ini akan kami buka dalam ruang-ruang diskusi (di Tanah Air), semoga dapat menjadi gambaran tentang pemilu yang mudah dan memudahkan dengan tingkat pertanggungjawaban tinggi,” ungkap eks anggota Bawaslu Jawa Barat itu.

ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Polresta Gorontalo Kota Perkuat Kemitraan dengan Media Massa

by Editor
14 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memantapkan sinergi kemitraan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolresta Gorontalo Kota...

Oplus_131072

Gusnar Ismail Beri THR untuk PPPK Paruh Waktu Meski Tak Diatur PP

by Editor
14 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menunjukkan kepemimpinan yang peka dan berempati dengan tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada...

BPTD Kelas II Gorontalo Pastikan Armada Angkutan Layak Jalan Saat Mudik

by Editor
14 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo melakukan berbagai langkah antisipasi guna...

Pemda Gorontalo Terus Bersinergi dengan Polri Perkuat Stabilitas Pangan

by Editor
14 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Hal...

Mudik Lewat Udara Diprediksi Padat, Bandara Djalaluddin Dirikan Posko Pengawasan

by Editor
13 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Bandara Djalaluddin Gorontalo mendirikan Posko Angkutan Lebaran Terpadu guna memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Gorontalo

Polresta Gorontalo Kota Perkuat Kemitraan dengan Media Massa

by Editor
14 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memantapkan sinergi kemitraan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolresta Gorontalo Kota...

Praktisi Hukum, Ahmad Tawakkal Paturusi

Praktisi Hukum Sebut Sikap Gubernur Gorontalo terhadap Tambang Ilegal Sudah Tepat dan Konstitusional

13 Mar 2026
Oplus_131072

Gusnar Ismail Beri THR untuk PPPK Paruh Waktu Meski Tak Diatur PP

14 Mar 2026

Pemda Gorontalo Terus Bersinergi dengan Polri Perkuat Stabilitas Pangan

14 Mar 2026

BPTD Kelas II Gorontalo Pastikan Armada Angkutan Layak Jalan Saat Mudik

14 Mar 2026

Mendalami Circle Bisnis dan Otomotif Erwin Ismail

13 Mar 2026

TERBARU

Polresta Gorontalo Kota Perkuat Kemitraan dengan Media Massa

14 Mar 2026
Oplus_131072

Gusnar Ismail Beri THR untuk PPPK Paruh Waktu Meski Tak Diatur PP

14 Mar 2026

BPTD Kelas II Gorontalo Pastikan Armada Angkutan Layak Jalan Saat Mudik

14 Mar 2026

Pemda Gorontalo Terus Bersinergi dengan Polri Perkuat Stabilitas Pangan

14 Mar 2026

Mudik Lewat Udara Diprediksi Padat, Bandara Djalaluddin Dirikan Posko Pengawasan

13 Mar 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.