Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Headline

Guru Tolak Jadi Tester MBG, PGRI Purworejo Sebut Tak Dilibatkan Sejak Awal

Editor by Editor
8 Okt 2025 13:50
in Headline, Nasional
Suasana menyiapkan Makan Bergizi Gratis di SPPG Bener Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Dok: Kompas.com)

PROSESNEWS.ID, Purworejo— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo secara tegas menolak rencana menjadikan guru sebagai tester dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah menuai sorotan publik.

Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan, menyebut penolakan ini didasari oleh sejumlah pertimbangan penting, termasuk kurangnya komunikasi dari pihak penyelenggara program.

“(PGRI) Purworejo ini jelas tidak setujulah (adanya tester MBG). Pertama, karena dari awal juga tidak dilibatkan,” kata Irianto melalui pernyataan resminya pada Rabu (8/10/2025) mengutip Kompas.com.

Menurut Irianto, tidak adanya pelibatan PGRI sejak awal membuat kebijakan tersebut terasa sepihak. Ia juga menilai, kebijakan menjadikan guru sebagai pencicip makanan justru berpotensi membuat penanggung jawab program ingin lepas dari tanggung jawab.

“Mestinya di tempat SPPG itu ada testernya, mereka berani menyajikan maka harus berani bertanggung jawab,” tegas Irianto.

Ia menambahkan, bila terjadi hal yang tidak diinginkan saat guru atau kepala sekolah mencicipi makanan, maka perlu kejelasan mengenai siapa yang akan bertanggung jawab.

“Siapa yang mau tanggung jawab? Mestinya penyedia itu juga harus bertanggung jawab bahwa makanan ini aman. Jangan sampai mengorbankan orang lain, tapi yang mendapat keuntungan mereka,” ujarnya lagi.

Irianto juga menyoroti tawaran imbalan Rp100.000 per hari bagi guru yang bertugas mencicipi menu MBG. Menurutnya, kompensasi tersebut tidak sebanding dengan risiko dan beban tambahan yang harus ditanggung guru. “Belum lagi kalau jumlahnya kurang, maka sekolah suruh ganti,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung kasus dugaan keracunan yang menimpa siswa SMPN 8 dan SMAN 3 Purworejo usai menyantap makanan dari program MBG. Irianto menilai, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan MBG.

“Kejadian ini harus diusut dengan tuntas, karena jangan sampai pada saat SPPG ini melakukan yang sudah terbaik dan tidak disebabkan dari sana, misalnya ada orang iseng dan lain sebagainya. Itu kan kasihan nanti mereka sudah mengeluarkan uang,” tandasnya.

Diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif bagi Guru Penanggung Jawab Program MBG di Sekolah Penerima Manfaat. Dalam surat tersebut, guru ditunjuk sebagai pihak yang bertanggung jawab menjalankan program Makan Bergizi Gratis di sekolah.

ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Satu Lusin Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak  "1 lusin" atau 12 kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang...

Dikeroyok Empat Remaja, Warga Lamu Batudaa Pantai Meninggal Dunia

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID – Seorang warga Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, berinisial YN, meninggal dunia setelah diduga dikeroyok oleh sejumlah...

Seorang Warga di Batudaa Pantai Diduga Dikeroyok hingga Tewas

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Seorang warga Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, berinisial YN, diduga dikeroyok oleh sejumlah remaja hingga tewas....

Sempat Ditolong Turis Jerman, Wisatawan Asal Bolsel Meninggal Usai Tenggelam

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID – Seorang wisatawan lokal bernama Riska Halid (25), warga Desa Tonala, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, meninggal dunia...

Dugaan Pungli oleh Oknum Pengawas di Gorut, Uang Guru di Sejumlah Kecamatan Dikembalikan

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum pengawas terhadap sejumlah guru agama di Kabupaten Gorontalo Utara...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Kriminal

Seorang Warga di Batudaa Pantai Diduga Dikeroyok hingga Tewas

by Editor
2 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Seorang warga Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, berinisial YN, diduga dikeroyok oleh sejumlah remaja hingga tewas....

Kemenag Gorontalo Utara Benarkan Dugaan Pungli terhadap Guru, Tindaklanjuti Keterlibatan Oknum Pengawas

2 Agu 2026

Dugaan Pungli oleh Oknum Pengawas di Gorut, Uang Guru di Sejumlah Kecamatan Dikembalikan

2 Agu 2026

Satu Lusin Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

2 Agu 2026

Konten Kreator ZH Kembali Dilaporkan ke Polisi

2 Agu 2026

Sempat Ditolong Turis Jerman, Wisatawan Asal Bolsel Meninggal Usai Tenggelam

2 Agu 2026

TERBARU

Satu Lusin Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

2 Agu 2026

Dikeroyok Empat Remaja, Warga Lamu Batudaa Pantai Meninggal Dunia

2 Agu 2026

Seorang Warga di Batudaa Pantai Diduga Dikeroyok hingga Tewas

2 Agu 2026

Sempat Ditolong Turis Jerman, Wisatawan Asal Bolsel Meninggal Usai Tenggelam

2 Agu 2026

Dugaan Pungli oleh Oknum Pengawas di Gorut, Uang Guru di Sejumlah Kecamatan Dikembalikan

2 Agu 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.