
PROSESNEWS.ID — Rasa waswas selalu menyelimuti siswa SDN 18 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, setiap kali mereka menuntut ilmu. Kerusakan parah pada bangunan sekolah tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga merampas hak para siswa untuk belajar dengan tenang.
Mengingat kondisi yang kian memburuk, pihak sekolah berharap pemerintah agar segera merealisasikan bantuan revitalisasi yang telah direncanakan.
Ancaman terbesar membayangi siswa di ruang kelas 2 dan kelas 3. Atap yang sudah lapuk mulai berjatuhan dan menciptakan suasana belajar yang penuh ketakutan.
Kepala Sekolah SDN 18 Telaga Biru, Nengry Datau, pada Jumat (17/4/2026), menegaskan bahwa anak-anak didiknya merasa tidak aman saat mengikuti pelajaran di bawah atap yang rusak tersebut.
“Kalau hujan pasti bocor, jadi terpaksa pindah tempat belajar,” ungkapnya.
Hujan lebat kerap menjadi momok yang mengganggu aktivitas belajar di sekolah yang terletak di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru ini. Air hujan yang mengguyur membanjiri ruang kelas melalui atap yang bocor.
Guru-guru terpaksa memindahkan para siswa ke perumahan guru atau ruang dewan guru agar proses belajar tetap berlanjut.
Keesokan harinya, siswa dan guru harus meluangkan waktu tambahan untuk membersihkan genangan air sebelum memulai pelajaran.
Nengry juga mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir. Ironisnya, masyarakat dan komite sekolah sebelumnya telah bergotong royong memperbaiki ruang kelas 3 secara swadaya pada tahun lalu. Namun, kerusakan kembali terjadi pada bangunan tersebut.
Secara keseluruhan, sekolah ini menyelenggarakan enam rombongan belajar, sementara hanya memiliki lima ruang kelas. Akibatnya, satu rombongan belajar harus menumpang di ruangan yang tersedia.
Kini, para guru dan siswa hanya bisa menaruh harapan pada janji perbaikan dari pemerintah. Pihak sekolah mengaku telah menerima informasi bahwa mereka masuk dalam daftar penerima bantuan dan berharap realisasi perbaikan dapat segera dilakukan.













