
PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali memperkuat kapasitas sumber daya manusia dengan bertambahnya dosen bergelar doktor. Dosen Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Drs. Joni Apriyanto, M.Hum., resmi menyandang gelar doktor ilmu sejarah setelah berhasil menyelesaikan ujian tertutup disertasi di Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (8/5/2026).
Keberhasilan tersebut menjadikan Joni sebagai dosen pertama di UNG yang meraih gelar doktor di bidang ilmu sejarah. Dalam studi doktoralnya, Joni mengangkat tema politik lokal Gorontalo pada masa kolonial melalui disertasi berjudul “Modernisasi Pemerintahan dan Politik Lokal: Perlawanan Elit Gorontalo terhadap Rezim Kolonial, 1889–1942.”
Penelitian tersebut mengupas dinamika kekuasaan serta bentuk perlawanan elit lokal Gorontalo terhadap kebijakan kolonial Belanda di tengah proses modernisasi pemerintahan pada masa itu. Kajian tersebut dinilai penting dalam memperkaya historiografi lokal sekaligus memperluas pemahaman tentang sejarah politik kawasan Indonesia Timur.
Proses ujian disertasi dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Alamsyah, selaku ketua sidang. Tim promotor terdiri atas Yetty Rochwulaningsih sebagai promotor utama, didampingi Singgih Tri Sulistiyono dan Hariyono Rinaldi sebagai co-promotor. Sementara itu, penguji eksternal menghadirkan Ichwan Azhari dari Universitas Negeri Medan.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar doktor bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga investasi penting bagi penguatan institusi. Gelar doktor yang diraih akan memperkuat kapasitas Tridharma Perguruan Tinggi di UNG.
“Kehadiran doktor baru di bidang ilmu sejarah memberikan kedalaman kepakaran yang semakin kuat untuk mendukung pengajaran berkualitas serta pengembangan riset yang inovatif,” ujar Eduart.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor menjadi indikator penting kemajuan universitas dalam membangun kualitas pendidikan tinggi. Dengan kualifikasi akademik yang semakin baik, UNG semakin optimistis dalam mencetak lulusan yang kompeten serta menghasilkan riset yang solutif dan berdampak bagi masyarakat.
“Capaian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pengembangan kajian sejarah di UNG, khususnya dalam memperkuat penelitian tentang sejarah lokal Gorontalo dan kawasan timur Indonesia,” pungkasnya.















